Written by Widya Sawitar
Category:
Helios dengan Kereta Kudanya. Credit: theoi.com

User Rating: 2 / 5

Star ActiveStar ActiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Seperti yang pernah dinyatakan pada artikel BIMA SAKTI, Mitologi dalam Budaya Jawa yang membahas mitologi dalam budaya Jawa mengenai nama galaksi kita, bahwa “Penelusuran dalam topik ini yang terkait juga dengan sejarah Astronomi tentu masih menjadi medan penelitian yang terbuka luas yang seolah menjadi cakrawala yang tiada terbatas yang juga dapat terjadi karena perbedaan penafsiran terhadap naskah kuno sebagai tinggalan jejak budaya.”

Written by Widya Sawitar
Category:
Milky Way. Credit: Planetarium Jakarta.

User Rating: 3 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar InactiveStar Inactive

Mengenai penamaan Lintang Bima Sakti, memang banyak versi tuturan ataupun kisah seputar sebutan ini, antara lain cerita terkait Dewaruci, Nawaruci, Bima Suci, Bima Kunthing, Bima Sakti, dll. Beberapa tahun lalu penulis mencoba menelusuri kisah ini sekaligus demi menjawab pertanyaan dari seorang rekan astronom yang sudah sangat senior, baik dari usia maupun kepakarannya. Beliau kebetulan warga Jepang.

Written by Azis & Widya
Category:
Lintasan edar 2016 HO3 terhadap Matahari.

User Rating: 2 / 5

Star ActiveStar ActiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Pada artikel Selintas Tata Surya sedikit disinggung tentang anggota Tata Surya yang pertama kali ditemukan oleh Piazzi tahun 1801, yaitu asteroid yang lalu dinamai Ceres (Tahun 2006, benda ini berubah statusnya menjadi planet kerdil bersama Pluto).

Dengan semakin majunya peranti observasi, diketahui bahwa ternyata jumlah asteroid ada jutaan buah. Hampir semua berada di Sabuk Asteroid, di antara Mars dan Jupiter. Namun, banyak pula yang menyimpang. Hal ini karena dinamikanya serta gangguan gravitasi planet Jupiter sedemikian eksentrisitasnya menjadi besar (lintasan ellips yang sangat lonjong). Mereka ada yang menjadi pengembara sampai ke dekat Merkurius. Yang lintas dekat Bumi sering dijuluki EGA (Earth Grazer Asteroid).

Written by Widya Sawitar
Category:
Ilustrasi Pembentukan Tata Surya. Credit: NASA dan ESA

User Rating: 3 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar InactiveStar Inactive

Tata Surya terdiri dari planet, satelit, planet kerdil, meteoroid, planetoid/asteroid, komet, dan Matahari sebagai bintang sekaligus sebagai pusatnya. Delapan planet berturut dari yang paling dekat Matahari adalah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Mereka mengedari Matahari pada lintasan masing-masing. Kecuali Merkurius (inklinasi/kemiringan bidang orbit 7o),

Written by Widya Sawitar
Category:
Gerhana Bulan Total. Credit: Ronny Syamara

User Rating: 3 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar InactiveStar Inactive

Saat ini harus diakui bahwa kubah langit malam di kota metropolitan Jakarta sudah tidak begitu indah. Hal ini disebabkan karena atmosfer di atas kota Jakarta sudah tercemar oleh gemerlapnya lampu-lampu kota yang sangat terang, sehingga suasana malam hari pun terlihat seperti siang hari (sebut sebagai polusi cahaya). Selain itu, juga kualitas udaranya pun semakin mengkhawatirkan (sebut sebagai polusi udara minimal akibat jutaan kendaraan bersliweran tiap hari).