Written by Widya Sawitar
Category:

User Rating: 3 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar InactiveStar Inactive

 

In the Orchards of the Gods, He Watch the Canals

Enuma Elish (Sumeria, 2500 SM)

(ref.: Cosmos, p.124)

 

They have likewise discovered two lesser stars, or satellites, which revolve about Mars;

whereof the innermost is distant from the centre of the primary planet

exactly three of his diameters, and the outermost, five;

The former revolves in the space of ten hours, and the latter in twenty-one and a half;

so that the squares of their periodical times are very near in the same proportion

with the cubes of their distance from the centre of Mars,

which evidently shows them to be governed by the same law of gravitation

that influences the other heavenly bodies.

(ref.: Gulliver’s Travels – Jonathan Swift, 1726)

 

At most, terrestrial men fancied there might be other men upon Mars,

perhaps inferior to themselves and ready to welcome a missionary enterprise.

The War of the Worlds (H. G. Wells, 1897)

(ref.: Cosmos, p.126)

 

(Catatan: versi radio oleh Orson Welles, 1938 dan versi layar lebar dengan judul sama dengan aktor utama Tom Cruise yang disutradarai oleh Steven Spielberg dan narrator Morgan Freeman, 2005. Ref.: Wikipedia the free encyclopedia)

 

Sejak keberadaan manusia, mereka sebenarnya telah menyadari keberadaan benda langit yang mirip bintang dengan sifat yang unik, yaitu mengembara di suatu daerah langit tertentu yang populer dengan nama Zodiak. Sang Pengembara di Zodiak inilah yang kemudian dijuluki planet. Jaman dahulu kala telah diketahui secara kasat mata hadirnya 5 planet, yaitu Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus. Sementara kala itu, Bumi belum dianggap sebagai planet. Sang Pengembara ini dalam budaya Nusantara juga dikenal luas seperti julukan di daerah Minangkabau Bintang Bakiba(r), Bintang ba(r)–eda(r), di ranah Sunda Benteung-leumpang, Madura Bintang Ajalan, Bali Pelalintangan, Bugis Dawari atau Sayari, Jawa Lintang Lumaku, Lintang Lumampah.

Written by Widya Sawitar
Category:
Lukisan Mimi Mintuna. Credit: Sawitar, Doni, Mahesa.

User Rating: 2 / 5

Star ActiveStar ActiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Dalam kehidupan sehari-hari bahwa sebuah benda berbentuk piringan di langit yang bercahaya sangat cemerlang pada siang hari biasa dikenal di Indonesia sebagai Matahari. Secara internasional, kata Matahari lebih dominan disebut dalam bahasa Inggris, yaitu dengan sebutan Sun. Baik kemunculan kata Sun maupun yang terkait kata Matahari dalam ranah budaya Nusantara ternyata cukup menarik kalau dikupas.

Written by Cecep Nurwendaya
Category:
Peta ketinggian hilal awal syawal.Credit: Planetarium Jakarta.

User Rating: 1 / 5

Star ActiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

KAJIAN TENTANG IMSAKIYAH DAN TELAAH PENENTUAN AWAL SYAWAL 1437 HIJRIAH (URGENSI RUKYAT PADA POSISI HILAL DI BAWAH UFUK)

Catatan: Ada baiknya membaca dahulu tulisan tentang "Penelitian dan Pengembangan Hisab Rukyat" sebelum membaca tulisan ini.

 

Kajian tentang imsakiyah.

Waktu imsak adalah waktu tertentu sebagai batas akhir makan sahur bagi orang yang akan melakukan puasa pada siang harinya. Waktu imsak ini sebenarnya merupakan langkah kehati-hatian agar orang yang melakukan puasa tidak melampaui batas waktu mulainya puasa yakni fajar.

Written by Widya Sawitar
Category:
Komet terurai

User Rating: 1 / 5

Star ActiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Di Tata Surya, benda langit yang ada bukan hanya sebatas Matahari, planet, satelit, komet, meteor, dan asteroid seperti yang selama ini kita dapatkan pada pelajaran di sekolah dari tingkat SD hingga SMA. Sebenarnya banyak lagi yang lainnya. Dalam Tata Surya, banyak sekali tersebar di segala pelosoknya benda-benda yang relatif kecil dibanding semisal planet dan satelit. Sebut saja mereka itu adalah benda atau penjelajah kecil di Tata Surya, yang salah satunya adalah obyek langit yang dikategorikan sebagai Centaur.

Written by Widya Sawitar
Category:
C/2011 L4 Panstarrs Credit: M.Rayhan

User Rating: 2 / 5

Star ActiveStar ActiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Penjelajah kecil yang satu ini khas wajahnya, kadang bentuk rupanya begitu panjang layaknya memiliki ekor. Tidak salah kalau sejak millenia lalu disebut komet yang artinya si rambut panjang. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani era awal, aster kometes atau long haired (flowing hair) star. Pada era Ptolemy yang terkenal dengan konsep Geosentris-nya (abad 2 M), muncul ragam istilah terkait wajah komet seperti beams (balok/tiang), trumpets, jars (guci), dll.