Written by Widya Sawitar
Category:
Gerhana Sang Rembulan Credit: M.Rayhan

User Rating: 3 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar InactiveStar Inactive

Pada malam yang cerah, pada kondisi yang jauh dari polusi udara dan cahaya kota, langit malam bertabur bintang menunjukkan kesejatiannya. Dimaklumi bila fenomena tersebut mempengaruhi pola pikir manusia sejak hadirnya manusia itu sendiri di muka Bumi termasuk didalamnya adalah apapun fenomena yang terkait Sang Dewi Malam Rembulan.

Written by Widya Sawitar
Category:
Jejak Bintang. Credit: ipcbandeira-astronomymagazine

User Rating: 3 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar InactiveStar Inactive

Semua benda langit mengalami proses terbit dan terbenam (kecuali meteor). Dari sebagian besar permukaan Bumi (tidak semua), mereka terlihat bergerak dari timur ke barat. Tampak bergeser perlahan di kubah langit mengelilingi Bumi. Itulah yang disebut gerak harian benda langit. Gerak ini adalah gerak semu, karena sejatinya Bumilah yang berputar pada porosnya

Written by Widya Sawitar
Category:
GMT tahun 2006. Kredit: Fred Espenak

User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive

Beragam mitos tentang gerhana di berbagai tempat di seluruh dunia sangat menarik untuk disimak sebagai pelestarian kekayaan khasanah budaya manusia pada masa lalu. Salah satunya adalah yang terkait Gerhana Matahari. Baik di India dan Indonesia terdapat kisah Raksasa Batara Kala atau Rahu yang menelan Matahari yang disebabkan rasa dendamnya kepada Sang Surya. Ketika masyarakat belahan Bumi lain berbicara tentang fenomena gerhana, muncul pula cerita tentang Naga Langit yang menelan Matahari atau Bulan. Yang tidak kalah menariknya adalah adanya adat kebiasaan masyarakat tertentu yang begitu beraneka ketika gerhana terjadi.

Written by Widya Sawitar
Category:
Earth rising. Kredit: NASA

User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive

 

Pada waktu menyaksikan langit malam, tampak bintang-bintang dan benda langit lainnya tersebar tinggi ke segala arah dari puncak langit (zenith) hingga ke arah ufuk (horizon). Dulu manusia menganggap langit merupakan sebuah bola yang sangat besar, sedangkan Bumi berupa sebuah pulau di tengah-tengah samudra.