01.

Pertunjukan Planetarium DIBUKA Kembali

Setelah melalui masa uji coba, mulai hari Sabtu, 14 Oktober 2017 pertunjukan Teater Bintang (Planetarium) DIBUKA kembali untuk umum (Rombongan dan Perorangan).

Selengkapnya

02.

Peneropongan Matahari

Sudah pernah lihat bintik Matahari? Kalau belum, yuk kita neropong Matahari bersama-sama. Silahkan cek jadwal dan waktunya ya.

Selengkapnya

03.

Perubahan Harga Tiket Pertunjukan

Berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 202 tanggal 20 Oktober 2016. Mulai hari Selasa, 22 November 2016 harga tiket pertunjukan Planetarium Jakarta untuk perorangan adalah sebagai berikut:

Selengkapnya

04.

Artikel Astronomi

Simak ulasan artikel astronomi dari kami yang membahas berbagai aspek terkait fenomena benda langit hingga ranah budaya.

Selengkapnya
Written by Widya Sawitar
Category:
Jejak Bintang. Credit: ipcbandeira-astronomymagazine

Semua benda langit mengalami proses terbit dan terbenam (kecuali meteor). Dari sebagian besar permukaan Bumi (tidak semua), mereka terlihat bergerak dari timur ke barat. Tampak bergeser perlahan di kubah langit mengelilingi Bumi. Itulah yang disebut gerak harian benda langit. Gerak ini adalah gerak semu, karena sejatinya Bumilah yang berputar pada porosnya

Category:
Workshop Teleskop oleh Para Siswa

Dalam rentang sejarahnya sejak Planetarium dan Observatorium Jakarta dibuka tahun 1969, sebagai salah satu instansi yang terkait langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan yang terkait dengan pendidikan bidang Astronomi, bahkan kini menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, maka Planetarium dan Observatorium Jakarta telah berusaha secara berkesinambungan memberikan pembekalan baik untuk guru dan siswa dalam bidang ke-astronomi-an dalam arti luas, maupun secara umum untuk masyarakat.

Written by Widya Sawitar
Category:
Earth rising. Kredit: NASA

 

Pada waktu menyaksikan langit malam, tampak bintang-bintang dan benda langit lainnya tersebar tinggi ke segala arah dari puncak langit (zenith) hingga ke arah ufuk (horizon). Dulu manusia menganggap langit merupakan sebuah bola yang sangat besar, sedangkan Bumi berupa sebuah pulau di tengah-tengah samudra.