Written by Administrator 2

KEGIATAN PENEROPONGAN BENDA LANGIT UNTUK UMUM DAN
PELIPUTAN FENOMENA GERHANA BULAN TOTAL
31 JANUARI 2018

UNIT PENGELOLA PUSAT KESENIAN JAKARTA TAMAN ISMAIL MARZUKI
DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN PROVINSI DKI JAKARTA

 

Fase-Fase Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018
Astrofotografer: M. Rayhan
Kamera Canon EOS 70D, Teleskop Vixen ED115S + Vixen SXD2 Starbook Ten

Pada hari Rabu, 31 Januari 2018, terjadi fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) yang berlangsung mulai pukul 17:51:15 WIB s.d 23:08:27 WIB. Peristiwa ini dapat disaksikan oleh semua pengamat di Indonesia. Namun, tahap gerhana yang relatif dapat mudah diamati oleh masyarakat luas yang ikut dalam peliputannya adalah mulai pukul 18:48:27 s.d 22:11:11 WIB. Saat ini Bulan masuk bayang-bayang utama (umbra) Bumi. Wajah Bulan yang seharusnya purnama, sebagian menjadi gelap bahkan memerah.

Peliputan yang diselenggarakan oleh UP PKJ TIM kali ini banyak melibatkan anggota komunitas astronomi (41 orang) yang dalam hal ini adalah Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) dan binaannya, Forum Pelajar Astronomi (FPA, alumni peserta Olimpiade Bidang Astronomi OSN maupun pada tingkat internasional) dan forum komunikasi antar Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMA se-Jabodetabek, FOSCA. Pada kesempatan ini, kami paparkan serba sedikit tentang hasil peliputan lapangan tersebut dan lebih bersifat kronologis berdasarkan observasi yang dilakukan dengan deskripsi suasana langit saat pengambilan dokumentasi fenomenanya.

 Kegiatan Peneropongan Benda Langit untuk Umum atau masyarakat luas yang sekaligus peliputan fenomena gerhana ini dilaksanakan pada hari Rabu, 31 Januari 2018 berlokasi Plaza Teater Jakarta, Pusat Kesenian Jakarta TIM. Kondisi awal cuaca saat observasi berawan tebal, bahkan sore hari sempat gerimis. Secara keseluruhan, kondisi ini berawal dari kondisi berawan tebal hingga pada setengah rentang waktu bagian terakhir berawan tipis hingga cerah.

Pemandu observasi dengan perangkat teleskop/binokuler dilakukan oleh:

  1.  Azis Taz Sunjaya (POJ) – Sulfiyanti (HAAJ);
  2. Deli Anja (POJ) – Dalina Legitawuri (HAAJ);
  3. Rakean S. H. A. Wisesa (HAAJ);
  4. Hanna Maresfin (HAAJ);
  5. Roni Firmansyah (HAAJ) – Atria M. Putra (HAAJ);
  6. Sarah Fauziah (HAAJ) – Junita M. (HAAJ);
  7. Al Chansyah Farida (HAAJ) – Nurfa Swinda P. (HAAJ);
  8. Dessy Eprilya (HAAJ) – Ika Zubaida (HAAJ);
  9. Ukhti Fathimah R. (HAAJ) – Hanifa (FPA);
  10. Fernanda Putra (FPA) – Oktavian Dwi T. (HAAJ);
  11. Putri Andriani (HAAJ) – Atika Destri R. (HAAJ); dan
  12. Amrizal (HAAJ) – Dendy Virsa (HAAJ),

dan dibantu oleh semua teknisi Planetarium dan Observatorium UP PKJ TIM. Adapun yang bertugas menjadi astrofotografer adalah:

  1. M. Rayhan (POJ);
  2. Ronny Syamara (POJ); dan
  3. Mila Izzatul Ikhsanti (POJ).

Kronologis Peliputan Fenomena

 No Deskripsi Kegiatan dan Pengamatan
 Waktu (WIB)
 1 Melakukan survey titik lokasi pengamatan yang tepat untuk memastikan objek tidak terhalang bangunan atau pohon ketika pengamatan berlangsung, serta mengatur ruang antar titik pengamatan untuk antrian peserta.  13.30
 2  Pengarahan (briefing) seluruh petugas observasi dan pembagian worksheet pengamatan.  14.30
 3  Merangkai seluruh instrumentasi yang digunakan, baik pengamatan langsung maupun astrofotografi.  16.00
 4  Menyearahkan (aligning) arah pandang teleskop dengan finderscope.  17.00
 5  Pengunjung yang telah melakukan registrasi mulai memasuki lokasi pengamatan dan menuju teleskop yang telah ditentukan.  17.30
 6  Memberikan arahan kepada pengunjung mengenai teknis pengamatan menggunakan teleskop.  18.00
 7  Bulan terbit. Namun, masih tertutup perumahan sehingga belum dapat teramati.  18.09
 8

Bulan mulai terlihat meskipun tertutup oleh awan tipis. Gerhana sebenarnya sudah memasuki fase atau tahap gerhana penumbra.

Bulan Pukul 18.36 WIB.  Astrofotografer: M. Rayhan

 18.30
 9 Pengunjung mengamati Bulan melalui teleskop secara bergantian. Bagi pengunjung yang antri di teleskop astrofotografi 2 dan 3, hanya dapat mengamati citra Bulan melalui Live View. Kamera DSLR dan finderscope. Teleskop astrofotografi 1 tidak diperuntukan bagi pengunjung.  18.45
10

Bulan memasuki fase parsial awal. Bulan sudah memasuki umbra (bayang-bayang utama Bumi).

Bulan Pukul 18.49 WIB. Astrofotografer: M. Rayhan

18.46
11

Awan-awan tipis mulai berdatangan dari arah selatan menuju timur, sehingga sesekali Bulan tampak samar.

Bulan Pukul 19.02 WIB. Astrofotografer: Mila Izzatul Ikhsanti

19.03
12

Gerhana memasuki fase parsial tengah. Setengah permukaan Bulan sudah memasuki umbra.

Bulan Pukul 19.17 WIB. Astrofotografer: M. Rayhan

19.17
13 Bulan tertutup awan tebal. Kegiatan pengamatan berhenti sejenak dan dialihkan dengan tanya jawab dari pengunjung seputar fenomena astronomis. 19.26
14

Bulan memasuki fase awal total.

Bulan Pukul 19.48. Astrofotografer: M.Rayhan

19.50
15 Awan tebal kembali menutup Bulan. Sementara menunggu langit cerah, petugas mengajak pengunjung berdiskusi mengenai astronomi atau pengenalan objek-objek lain seperti beberapa bintang terang yang terlihat saat itu (7 bintang terang pada rasi Orion yang di Indonesia disebut Lintang Waluku, dan bintang Sirius) serta nebula Orion. 19.52
16

Bulan memasuki fase puncak gerhana total. Seluruh permukaan Bulan berwarna merah gelap (Red/Blood Moon).

Bulan Pukul 20.44 WIB.
Astrofotografer: Mila Izzatul Ikhsanti

20.35
17

Bulan memasuki fase total terakhir. Sebagian permukaan Bulan sudah mulai menjadi putih.

Bulan Pukul 21.13 WIB. Astrofotografer: M.Rayhan

21.05
18

Setengah bagian permukaan Bulan sudah kembali bercahaya putih. Kondisi cuaca berangsur cerah dengan sedikit awan-awan tipis.

Bulan Pukul 21.41 WIB. Astrofotografer: M.Rayhan

21.41
19

Bulan memasuki fase penumbra kembali. Pengunjung berangsur-angsur mulai meninggalkan lokasi pengamatan.

Bulan Pukul 22.06 WIB. Astrofotografer: M.Rayhan

22.00
20

Bulan kembali menjadi purnama. Para pengunjung praktis sudah mulai meninggalkan lokasi pengamatan.

Bulan Pukul 22.26 WIB. Astrofotografer: M.Rayhan

22.30
21 Pengamatan selesai. Semua pengunjung sudah meninggalkan lokasi pengamatan. Petugas melepas seluruh rangkaian peralatan dan mengemasinya. 23.00
22 Petugas memeriksa kelengkapan instrumentasi dan melengkapi worksheet pengamatan. 23.30

 

Kendala

Cuaca berawan membuat pengamatan tidak berjalan secara kontinu. Menjelang fase puncak gerhana, awan sempat menutupi Bulan selama 30 menit. Lokasi pengamatan yang terletak di tengah kota menyebabkan ufuk terhalang oleh banyaknya bangunan di sekeliling lokasi, sehingga saat Bulan sudah terbit tidak dapat langsung teramati. Selain itu, polusi cahaya perkotaan menyebabkan beberapa objek langit seperti bintang yang redup tidak terlihat. Cahaya dari lampu sorot kamera milik wartawan yang sedang meliput kegiatan sesekali turut mengganggu aktivitas pengambilan gambar oleh petugas. Beberapa pengunjung yang kurang tertib dalam antrian sesekali membuat arah pandang teleskop tidak tertuju pada objek dan perlu diatur ulang.

 

Kesimpulan

Pengamatan fenomena Gerhana Bulan Total berlangsung pada tanggal 31 Januari 2018 pukul 18.30 WIB sampai dengan 23.00 WIB dengan cuaca berawan hingga cerah. Kegiatan diikuti oleh kisaran 7000 pengunjung yang relatif tertib, sehingga kegiatan dapat berjalan baik, lancar, dan terkendali dari awal hingga akhir fase gerhana.

Category: