Dalam rentang sejarahnya sejak Planetarium dan Observatorium Jakarta dibuka tahun 1969, sebagai salah satu instansi yang terkait langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan yang terkait dengan pendidikan bidang Astronomi, bahkan kini menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, maka Planetarium dan Observatorium Jakarta telah berusaha secara berkesinambungan memberikan pembekalan baik untuk guru dan siswa dalam bidang ke-astronomi-an dalam arti luas, maupun secara umum untuk masyarakat.

Dalam hal ini, Planetarium dan Observatorium Jakarta pada kegiatan tahunan telah menyelenggarakan kegiatan seminar dan workshop Astronomi berbasis profesional maupun peningkatan minat. Tujuan awal adalah menjaring minat tenaga pendidik dan peserta didik dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi, sekaligus mencari masukan. Banyak hal yang harus diakui sangat bermanfaat untuk pengembangan visi misinya. Kegiatan ini pun lumrah dilakukan oleh Planetarium di manca negara.

Salah satu seminar yang pernah diselenggarakan dalam skala cukup besar adalah Seminar Astronomi Sehari tanggal 14 Desember 1992. Saat itu Kepala Planetarium dan Observatorium Jakarta menjabat ketua organisasi profesi astronomi, yaitu Himpunan Astronomi Indonesia (HAI). Kegiatan ini menghadirkan hampir semua astronom profesional Indonesia sebagai narasumber dan peserta. Yang terlibat bahkan menjadi narasumber bukan saja dari kalangan Astronomi profesional. Beberapa berasal dari bidang ilmu atau instansi terkait lainnya, termasuk komunitas Astronomi Amatir. Peserta pun ada yang berasal dari kalangan tenaga pendidik dan peserta didik. Sementara pada tahun 1994, melaksanakan Seminar Ilmu Falak yang temanya lebih dikhususkan tentang kalender Bulan (kalender Qomariyah) dan Hisab Rukyat yang terkait masalah ibadah atau hari besar umat Muslim. Pada kesempatan ini, baik narasumber dan pesertanya berasal dari Astronomi profesional dan ormas Islam. Keunikannya adalah dilakukannya simulasi rukyat hilal (Bulan sabit awal sebagai penanda awal bulan Hijriah), baik di kelas maupun di ruang pertunjukan Teater Bintang.

 

Pekan Antariksa Dunia

Setelah tahun 1994, memang tidak diadakan seminar seperti di atas. Kegiatan tahunan lebih difokuskan dalam format penataran bagi guru tingkat SD hingga SMA, khususnya mengenai Ilmu Pengetahuan tentang Bumi dan Antariksa (IPBA) yang bersesuaian dengan mata pelajaran pada kurikulum nasional. Baru tahun 2000 diadakan kembali kegiatan seminar atau workshop. Kegiatan ini dikaitkan dengan agenda internasional, yaitu World Space Week (WSW – Pekan Antariksa Dunia) yang mana pertama kali dicanangkan secara internasional (dan di Indonesia) pada tahun yang sama. Kala itu yang didaulat untuk menjadi koordinator nasionalnya adalah Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Pencanangan secara internasional memang antara 4 s.d 10 Oktober, namun dapat saja secara lokal tiap negara berkegiatan tidak tepat pada tanggal tersebut. Patokan tanggal sekedar patokan puncak perayaan secara internasional. Tiap tahun WSW memiliki tema berbeda.

Planetarium dan Observatorium Jakarta berperan aktif dalam kesertaan WSW. Hal ini selaras dengan himbauan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang berdasar resolusi No. 53/1999 menyatakan bahwa Planetarium di seluruh dunia harus berperan aktif dalam mem-populer-kan kegiatan ke-antariksa-an secara global, atau kegiatan ke-astronomi-an secara khusus dalam aneka bentuk kegiatan seperti ceramah, penyuluhan, diskusi, seminar, workshop, pameran, wisata ilmiah, dll. termasuk pembinaan astronomi amatir, membuat jaringan komunikasi antar lembaga terkait, hingga ke-Pramuka-an, dll.

Kegiatan di atas dilakukan tiap tahun di seluruh dunia sejak tahun 2000. Planetarium dan Observatorium Jakarta sejak tahun yang sama melaksanakannya dengan target khusus para guru dan siswa. Pada tahun 2005 dan 2006, diadakan Seminar Astronomi dan Pelatihan Astronomi Amatir. Tahun 2007 Pekan Astronomi Jakarta dan Pameran Astronomi yang mana tema internasionalnya 50 Years in Space. Format kegiatan berupa Lomba Cepat Tepat, Lomba Karya Tulis, Seminar, Workshop, dan Pameran Astronomi. Dalam kegiatan ini ragam instansi turut serta, yang antara lain: Kelompok Keahlian (KK) Astronomi ITB, KK Fisika Sistem Kompleks ITB, Program Studi (Prodi) Astronomi ITB, Observatorium Bosscha ITB, Jurusan Fisika Universitas Indonesia, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), PT Dirgantara Indonesia (dulu IPTN). Keunikannya saat itu bahwa salah satu peserta pamerannya adalah siswa-siswi SMP Madania Bogor. Dalam kegiatan ini, Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) pun terlibat aktif.

 

Para siswa dalam acara Pekan Antariksa Dunia (World Space Week) melakukan kegiatan observasi Matahari dengan bantuan teleskop. Kredit foto: Planetarium Jakarta.

 

Kegiatan WSW terlaksana kembali pada tahun 2010 dengan acara Seminar Astronomi dan Pelatihan Astronomi Amatir yang tema internasionalnya Mysteries of the Cosmos. Agenda ini tidak lepas dari kesuksesan penyelenggaraan kegiatan selama 1 tahun penuh, yaitu tahun 2009 di mana PBB berkolaborasi dengan International Astronomical Union (IAU) dan UNESCO mencanangkan tahun 2009 sebagai International Year of Astronomy (IYA2009). Acara berlangsung simultan setahun penuh di seluruh dunia termasuk Indonesia dan salah satu amanat internasionalnya adalah bahwa Planetarium bertugas membina para astronom amatir sekaligus sebagai corong suara ke-astronomi-an, khususnya kepada para siswa atau generasi muda pada umumnya. Pada WSW2010 (sebagai Beyond IYA2009), Planetarium dan Observatorium Jakarta mengambil topik yang agak luas dalam sesi seminarnya yang antara lain:

 

  • Menjelajahi Jagad Raya (pengenalan Astronomi secara global),
  • Dampak Aktifitas Matahari oleh pakar peneliti Matahari dan Antariksa LAPAN (uniknya, kala itu terkait pula dengan isu kiamat 2012),
  • Mengenal Partikel Elementer Penyusun Jagad Raya oleh pakar fisika partikel dari Jurusan Fisika UI yang sekaligus anggota Dewan Pendidikan Tinggi Kemendiknas,
  • Dalam topik pembelajaran Astronomi, hadir Ketua Prodi Astronomi ITB (periode setelahnya, menjadi Kepala Observatorium Bosscha ITB) yang membahas Kurikulum Pendidikan Astronomi,
  • Mantan Kepala Planetarium dan Observatorium Jakarta (periode 1976 – 2001), Bapak Darsa Sukartadiredja pun turut menjadi narasumber dengan topik Menjadi Astronom Amatir. Beliaulah yang membentuk Himpunan Astronomi Amatir Jakarta pada tahun 1984.

 

Ragam workshop pun dilakukan yang terdiri dari sesi teori di kelas hingga praktek di kelas dan lapangan. Selain itu, diadakan Lomba Cepat Tepat khusus siswa SMA yang didahului babak penyisihannya dengan ajang test tertulis. Pada sesi pameran pun, kaum muda yang turut ber-pameran cukup dibanggakan semisal Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ), Forum of Scientist Teenagers (FOSCA, Forum Komunikasi KIR SMA se-Jabodetabek), Forum Pelajar Astronomi (FPA, beranggotakan siswa OSN Astronomi dan alumninya), Club Astronomi Sirius (SMAN 89 Jakarta Timur) dan Polaris (SMAN 38 Jakarta Selatan). Saat itu keberadaan klub Astronomi (castro) SMA di Jakarta baru mereka berdua, kini ada 7 castro: Atria (SMAN 47), Arcturus (SMAN 49), Capella (SMAN 48), Achernar (SMAN 91), Antares (SMAN 94).

 

Sosialisasi Fenomena Astronomi

Selain kegiatan terkait WSW2010 di atas, pada tahun yang sama dilakukan peliputan Gerhana Bulan tanggal 26 Juni 2010. Planetarium dan Observatorium Jakarta melakukan pengamatan di Prambanan Jawa Tengah dengan terlebih dulu memberi penyuluhan dan workshop untuk siswa lokal di daerah lokasi observasi. Menggandeng Jogja Astro Club (JAC) untuk berkolaborasi dalam kegiatannya, termasuk observasi di pelataran candi Prambanan. Aktifitas ini sangat unik karena berbarengan dengan sendratari Ramayana yang dipentaskan. Pemilihan lokasi akhirnya dianggap tepat karena fenomena ini kebetulan sukar diamati dari kota Jakarta yang sepanjang malam mendung bahkan hujan.

Adapun tahun 2011 memang tidak dikaitkan dengan WSW, namun tetap mengacu pada fenomena astronomis. Ceramah umum dan workshop dilaksanakan dalam rangka peliputan Gerhana Bulan Total 16 Juni dan kali ini Planetarium dan Observatorium Jakarta mengambil lokasi sekaligus bekerjasama dengan Yayasan As-salaam – Solo – Jawa Tengah. Kegiatan dilakukan khususnya untuk siswa SMA. Namun, peneropongan umum ditujukan untuk masyarakat luas. Sekolah tersebut juga memiliki klub Astronomi, yaitu CASA dan saat itu sedang membangun observatorium (beroperasi tahun 2012). Tenaga pendidiknya aktif, khususnya dalam kegiatan Hisab Rukyat bahkan hingga skala nasional.

Ketika ada fenomena Gerhana Bulan Total 4 April 2015, sebagai salah satu kegiatan sosialisasi Astronomi diadakan peliputan (baca juga: Peliputan Fenomena Astronomi) di Planetarium dan Observatorium Jakarta. Format yang diambil bukan seminar, namun ceramah umum tentang fenomenanya di ruang tunggu. Total jumlah pengunjung yang datang kisaran 1000 orang. Datang bergelombang sejak sore hingga malam. Sayangnya, cuaca tidak mendukung. Hanya selang sesaat setelah fase total barulah langit cerah dan ratusan pengunjung setia pun tertib antri menuju lokasi observasi.

Pada tanggal 6 – 7 November 2015 diadakan kembali peliputan seperti di atas yang terkait dengan fenomena konjungsi antara Bulan dengan planet Venus, Mars, dan Jupiter. Kegiatan ini dilakukan di Planetarium dan Observatorium Jakarta. Tidak kurang 1500 pengunjung mendaftar secara online. Walau demikian, yang hadir mengikuti acara dari awal malam hingga terbitnya Matahari hanya kisaran 800 orang. Dalam kegiatan ini disajikan pembuka acara berupa ceramah umum, disusul pemutaran film, tidak ketinggalan workshop teleskop, dan puncaknya adalah pengamatan bersama secara langsung kasat mata dan dengan bantuan 7 teleskop.

 

Pengunjung Mempelajari Cara Menggunakan Peta Bintang Sebagai Dasar untuk Observasi Benda Langit. Kredit foto: Planetarium Jakarta.

 

Kegiatan peliputan fenomena Astronomi yang dapat dikatakan sukses dalam menjaring minat masyarakat luas adalah saat terjadi Gerhana Matahari tanggal 9 Maret 2016. Kegiatannya dilakukan di dua lokasi. Yang pertama di Planetarium dan Observatorium Jakarta untuk observasi Gerhana Matahari Sebagian. Kisaran 10.000 orang turut mengamati baik lewat streaming di lobby ruang pertunjukan, maupun memenuhi halaman belakang Taman Ismail Marzuki hingga halaman depan kantor sampai ke tepi jalan Cikini Raya untuk observasi secara langsung dengan 8 teleskop yang disediakan, ditambah kacamata Matahari yang dibagikan secara gratis. Kedua, peliputan di kota Palu – Sulawesi Tengah untuk observasi Gerhana Matahari Total yang mana kegiatannya berupa seminar, workshop tentang teleskop dan astrofotografi, pengamatan langsung bersama masyarakat luas, dan pemotretan (bekerjasama dengan Himpunan Astronomi Amatir Jakarta dan Himpunan Mahasiswa Fisika dan FMIPA Universitas Tadulako – Palu).

Berdasarkan kebijaksanaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terhitung mulai tahun 2016, kegiatan untuk peningkatan kemampuan tenaga pendidik (pelatihan dan kompetensi guru) dilaksanakan oleh P2KGK (Pusat Pengembangan Kompetensi Guru dan Kejuruan) sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi). Oleh karenanya, Planetarium dan Observatorium Jakarta dalam kasus di atas, khususnya terkait peserta didik, dapat memfokuskan kegiatannya dalam format penyuluhan ke sekolah. Untuk sementara, sebagai target utama adalah jenjang sekolah tingkat Sekolah Dasar dengan pertimbangan untuk mengenalkan Astronomi sejak dini (baca juga: Penyuluhan Astronomi). Adapun aktifitas peliputan fenomena Astronomi tetap dilakukan, baik dalam format ceramah populer maupun observasi, termasuk pembinaan astronom amatir.

Hadirnya ragam aktifitas/kegiatan ke-astronomi-an di atas, baik berdasarkan pada pengembangan ilmu maupun sebagai hobby diharapkan dapat meningkatkan minat khususnya kaum muda pada Astronomi. Hal ini adalah ujud partisipasi aktif Planetarium dan Observatorium Jakarta sebagai salah satu institusi Planetarium di dunia, maupun dalam konteks Planetarium sebagai corong suara ke-Astronomi-an terutama bagi kalangan tenaga pendidik dan peserta didik, maupun bagi masyarakat umum dalam arti seluas-luasnya.

 

Daftar Pustaka

Prosidings Seminar Astronomi dan Pelatihan Astronomi Amatir dalam Rangka Pekan Antariksa Dunia 2006, Planetarium dan Observatorium Jakarta, Jakarta

Prosidings Workshop Astronomi dalam rangka Pekan Antariksa Dunia 2010, Planetarium dan Observatorium Jakarta, Jakarta

Prosidings Seminar Pendidikan Astronomi dalam Rangka 60 Tahun Pendidikan Tinggi Astronomi di Indonesia, Astronomi untuk Indonesia: Menuju Terbentuknya Jaringan Pendidikan Astronomi di Indonesia, 2012, dalam P. W. Premadi, D. Herdiwijaya, dan K. Vierdayanti (eds.), Penerbit Observatorium Bosscha ITB, Bandung

Sawitar, W., 2011, Media Pembelajaran Astronomi, Makalah Workshop Astronomi dalam rangka World Space Week 2011, Planetarium dan Observatorium Jakarta, Jakarta