Written by Super User
Category:
Hilal Dzulhijjah 1437H. Credit: Ronny Syamara

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
PRESS RELEASE

Kegiatan Penelitian Bulan Sabit Usia Muda
Sebagai Media Informasi dan Konfirmasi Awal Bulan Hijriah Tahun 2017

Oleh Tim Observasi Bulan
Planetarium dan Observatorium
Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta

Written by Administrator 2
Category:

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Pada pekan pertama di bulan April 2017 ini Planetarium dan Observatorium Jakarta kembali mengadakan kegiatan Peneropongan Benda Langit untuk masyarakat umum. Kegiatan ini tidak dipungut biaya (GRATIS) dan tidak membutuhkan reservasi diawal. Pengunjung dipersilakan langsung datang ke lokasi pengamatan.

Jika langit cerah, objek yang dapat diamati adalah satu-satunya satelit alami Bumi, yaitu Bulan.

Adapun detil kegiatan tertera di bawah ini

Category:
Poster observasi benda langit bulan Oktober 2016.

User Rating: 3 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar InactiveStar Inactive

Bulan Oktober ini Planetarium dan Observatorium Jakarta kembali mengadakan kegiatan Peneropongan Benda Langit untuk masyarakat umum. Kegiatan ini tidak dipungut biaya (GRATIS) dan tidak membutuhkan reservasi diawal. Pengunjung silahkan langsung datang ke lokasi pengamatan.

Objek yang dapat diamati pun cukup banyak, jika langit cukup cerah pengunjung dapat melihat planet Mars, planet Saturnus dan tentu saja Bulan sebagai satelit Bumi kita.

Adapun detil kegiatan tertera di bawah ini

Category:
Hilal awal Zulhijah 1437 H.

User Rating: 2 / 5

Star ActiveStar ActiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

 

Beberapa hari yang lalu tepatnya pada tanggal 1-3 September 2016, tim Planetarium dan Observatorium Jakarta melaksanakan tugas rutin tahunan yaitu Observasi Hilal untuk penentuan awal bulan Zulhijah 1437 H. Tim yang baranggotakan 4 orang memilih lokasi pengamatan di Pantai Anyer - Banten karena memiliki sudut medan pandang ufuk barat yang cukup luas. Namun terkadang kumpulan awan tipis bahkan awan tebal bertipe Cumulus menggantung di atas pulau Sumatera, sehingga Matahari saat terbenam pun kadang sulit teramati dengan baik.