Written by Widya Sawitar
Category:

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Kegiatan Penelitian dan Pengamatan Bulan

dalam Penentuan Awal Kalender Bulan

(Penelitian Hisab Rukyat untuk Penentuan Awal Bulan Syaban 1440 H)

 

Oleh:
Tim Observasi Planetarium dan Observatorium
Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta

 

Kompilasi oleh: Widya Sawitar

 

Seperti yang telah dipaparkan pada situs ini tentang hal yang sama tahun sebelumnya bahwa di sini disajikan kembali perhitungan untuk tahun 1440H (2019 M). Kendati demikian, tetap disaji-ulangkan kembali tentang latar belakang dan yang terkait kegiatan ini untuk sekedar mengingatkan lagi atas segala yang terkait perhitungan dan alasannya.

Salah satu aplikasi Astronomi adalah penentuan waktu pelaksanaan ibadah keagamaan, khususnya bagi umat Muslim dengan kalender Hijriah-nya. Sebut semisal penentuan jadwal waktu sholat, awal bulan Syaban (yang didalamnya ada malam Nisfu Syaban tanggal 15), awal ibadah puasa (1 Ramadhan), Idul Fitri (1 Syawal), awal bulan Dzulhijjah (untuk pedoman Idul Adha tanggal 10). Contoh lain seperti pelaksanaan sholat gerhana (dengan menghitung kapan terjadinya Gerhana Matahari/Bulan), penentuan arah kiblat, dll. Di sini akan ditinjau khususnya dalam kegiatan Penelitian dan Pengamatan Bulan dalam Penentuan Awal Kalender Bulan, atau lebih spesifik adalah perhitungan (hisab) dan rencana pengamatan (rukyat) posisi Bulan Sabit Awal (hilal atau Anak Bulan) untuk menentukan awal kalender Bulan, lebih khusus lagi adalah penentuan awal bulan Syaban 1440H berbasis bidang ilmu Astronomi (secara fakta bahwa kegiatan perhitungan dan pengamatan sudah menjadi pekerjaan dalam bidang Astronomi). 

Written by Super User
Category:

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

In pride the Lion lifts his mane
To see his British brothers reign
As stars below.
(Edward Young's Imperium Pelagi)

Il petto del lione ardente
(Dante's Paradiso)

(ref.: penelope.uchicago.edu)

 

Gambar 1
Simbol Rasi Bintang Leo (ref.: wiki/commons/Leo.svg)

 

In Greek and Roman, .. representing the Nemean Lion, originally from the moon,
and, after his earthly stay, carried back to the heavens with his slayer Hercules,
where he became the poet's Nemeaeus; Nemeas Alumnus; Nemees Terror; Nemeaeum Monstrum; and, in later times, No Animal Nemaeo truculento of Camões.
 It also was Cleonaeum Sidus, from Cleonae, the Argolic town near the Nemean forest
where Hercules slew the creature; Herculeus; and Herculeum Astrum.
But the Romans commonly knew it as Leo, Ovid writing Herculeus Leo and Violentus Leo.
(ref.: penelope.uchicago.edu)

Written by Widya Sawitar
Category:

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
AQUARIUS
SANG PEMBAWA AIR KEHIDUPAN

Bagian Kedua

“But in reality, such an age is nowhere near right now.
The naming of an "age" refers to a period in which the vernal equinox
— the place where the sun appears on the first day of spring —
lies inside a specific constellation.
But thanks to the wobbling of the Earth's axis, a phenomenon called "precession,"
the equinox point appears to shift slowly westward against the background stars,
taking 25,700 years for one trip.
Right now, the equinox is located in Pisces;
so actually, it's currently the Piscean Age, and the Age of Aquarius will not dawn until 2599.”
(Joe Rao; October 23, 2015; in space.com/30912-look-at-aquarius-this-week)

Written by Widya Sawitar
Category:

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Gambar 1
Konjungsi Venus, Mars, Bulan, dan Jupiter (6 – 7 November 2015)
Credit: M. Rayhan (lokasi: Planetarium Jakarta)

 

Pada era yang sebagian masyarakat katakan serba modern sekarang ini
nyatanya mengorbankan salah satu sisi pola pikir ataupun pandangan manusia
tentang rumah besarnya, yaitu alam semesta
yang justru menjadi karunia-Nya yang begitu megah.
Dalam skala mikro, semisal untuk warga yang tinggal di kota Jakarta
rasanya sudah nyaris lupa bahwa di kubah langit
sebenarnya banyak petunjuk justru tentang eksistensi kesejatiannya.
Kini kubah langit malam di atas Jakarta sudah tidak lagi bertabur ribuan bintang
karena dampak sesuatu yang dikatakan serba canggih
di mana polusi udara dan cahaya justru menjadi keniscayaannya.

Written by Widya Sawitar
Category:

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
Kegiatan Penelitian Hisab Rukyat
untuk Penentuan Awal Bulan Zulhijjah 1439H (2018 M)
dalam Rangka Penentuan Idul Adha 1439H
Oleh Tim Planetarium dan Observatorium
Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta

Seperti yang telah beberapa kali dipaparkan pada situs ini terkait penentuan awal bulan dalam kalender bahwa salah satu dari sekian banyaknya aplikasi langsung dari bidang ilmu Astronomi di kalangan masyarakat terwujud dalam bentuk penentuan waktu-waktu yang terkait erat dengan pelaksanaan ibadah keagamaan. Bagaimana pun, ibadah seperti ini banyak yang berpedoman pada kalender berbasis khususnya Bulan (bahkan kombinasi antara posisi Matahari dan Bulan, yaitu sistem luni-solar). Memang secara faktual yang tampak adalah pada umat Muslim yang terkenal dengan kalender Hijriahnya.