Written by Super User
Category:

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

 

Gerhana Matahari
Menyambut Gerhana Matahari 26 Desember 2019

Widya Sawitar dan Mila I. Ikhsanti

 

“Dengan demikian bisa diterangkan kepada rakjat
sebagai tadi dikatakan oleh Saudara Sutami,
Gerhana Bulan itu bukan kok ada Betoro Kolo ngrikiti Bulan, tidak.”

“Misalnja kita ini masih banjak jang ber-gugon tuhon, bertachajul,
mengira bahwa gerhana karena Bulan digrogoti oleh Betoro Kolo”

“Mengira sadja bahwa Gerhana Bulan atau Matahari
bahwa Betoro Kolo sedang nggrogoti Bulan dan Matahari”

Dikutip dari Pidato Bung Karno saat Pemancangan Tiang Pertama
Pembangunan Projek Gedung Planetarium tanggal 9 September 1964.
Catatan:
Ngrikiti : mengerip atau menggigit sedikit demi sedikit.
Gugon tuhon: mudah percaya takhayul

 

Written by Super User
Category:

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

 

 

LUBANG HITAM
KERAKUSAN TIADA TARA
Tinjauan Sejarah Awal Penelitian

  

In a sense, Chandra’s lifetime work was like a circle,
basically starting with his insights that led us to believe
that too massive white dwarfs must collapse to a space-time singularity,
and finally reaching back to a sophisticated study of those very singularities.
Yet, for all Chandra’s extraordinary ingenuity and industry,
The deep answers are still missing. I rather believe that Chandra did not really expect
that this work might directly find an answer, however.
The main thrust of his work in this area was somewhat different.
It was driven more and more by the quest for mathematical elegance,
coupled with a deep belief in a profound underlying connection between physics and mathematics. Perhaps it is here that the answers are finally to be found.
(Penrose, 2009)

 

Written by Super User
Category:

User Rating: 1 / 5

Star ActiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

 

Kegiatan Penelitian dan Pengamatan Bulan

dalam Penentuan Awal Bulan Dzulhijjah 1440H (2019 M)

 

Tim Observasi Planetarium dan Observatorium

Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta

 

Kompilasi : Widya Sawitar

 

 

         Sebagai lembaga satu-satunya di Jakarta yang secara konsisten berupaya mempopulerkan Astronomi serta menjembatani antara dunia sains Astronomi dengan masyarakat umum, Planetarium dan Observatorium Jakarta, khususnya dengan adanya observatorium sebagai sarana laboratorium dalam aspek Observational Science, telah memberi kontribusi nyata dalam kegiatan Hisab Rukyat sejak tahun 1974 dan berkesinambungan hingga kini. Juga kolaborasi yang dibangun bersama dengan ragam instansi seperti Kementerian Agama, Observatorium Bosscha ITB, LAPAN, BMKG, dll. Dalam kasus ini termasuk dalam masalah penentuan kalender berbasis Bulan.

Written by Super User
Category:

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
GERHANA BULAN SEBAGIAN
RABU DINI HARI, 17 JULI 2019
PLANETARIUM DAN OBSERVATORIUM
UNIT PENGELOLA PUSAT KESENIAN JAKARTA TAMAN ISMAIL MARZUKI
DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN
PROVINSI DKI JAKARTA

 

Berdasarkan perhitungan astronomi bahwa pada hari Rabu, 17 Juli 2019, dinihari, di wilayah Indonesia akan mengalami Gerhana Bulan Sebagian (GBS). Prosesnya (Gambar 1) mulai pukul 01:43:53 WIB dan berakhir pukul 07:17:36 WIB. Fenomena ini dapat dilihat oleh masyarakat di Indonesia (Gambar 2). Namun, tahapan gerhana yang relatif dapat mudah diamati adalah mulai pukul 03:01:43 WIB hingga pukul 05:59:39 WIB. Saat inilah Bulan masuk bayang-bayang utama (umbra) Bumi. Wajah Bulan yang seharusnya fase purnama, sebagian menjadi gelap. Wajahnya di bagian tepi menjadi cekung. Apabila ingin mengamatinya, bersiaplah sejak hari Selasa, 16 Juli 2019, malam hari. Deskripsi di sini berpedoman pada lokasi kota Jakarta.