Written by Super User
Category:

User Rating: 1 / 5

Star ActiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

 

Kegiatan Penelitian dan Pengamatan Bulan

dalam Penentuan Awal Bulan Dzulhijjah 1440H (2019 M)

 

Tim Observasi Planetarium dan Observatorium

Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta

 

Kompilasi : Widya Sawitar

 

 

         Sebagai lembaga satu-satunya di Jakarta yang secara konsisten berupaya mempopulerkan Astronomi serta menjembatani antara dunia sains Astronomi dengan masyarakat umum, Planetarium dan Observatorium Jakarta, khususnya dengan adanya observatorium sebagai sarana laboratorium dalam aspek Observational Science, telah memberi kontribusi nyata dalam kegiatan Hisab Rukyat sejak tahun 1974 dan berkesinambungan hingga kini. Juga kolaborasi yang dibangun bersama dengan ragam instansi seperti Kementerian Agama, Observatorium Bosscha ITB, LAPAN, BMKG, dll. Dalam kasus ini termasuk dalam masalah penentuan kalender berbasis Bulan.

Written by Widya Sawitar
Category:

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

 

Penelitian Hisab Rukyat untuk Penentuan Awal Bulan Syawal 1440H

 

 

Planetarium dan Observatorium

Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta

 

Kompilasi: Widya Sawitar

 

 

 PERENUNGAN AWAL

Topik penentuan awal bulan Hijriah memang terasa berulang muncul ke permukaan, minimal menyangkut 3 bulan dalam kalender Hijriah, yaitu Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah. Bahkan tahun demi tahun seolah tiada berkesudahan masalah ini muncul ke permukaan.

Masalah di atas terasa sejak tahun 1984 dan mulai muncul menjadi pertanyaan yang meluas pada 2 dekade terakhir di mana masyarakat senantiasa bertanya akan adanya perbedaan dalam sebuah ketetapan yang dibangun utamanya pada ranah religi. Walau tahun demi tahun sudah banyak penjabaran dan penjelasannya, seolah-olah topik seperti ini tidak lekang oleh waktu.

Written by Super User
Category:

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
GERHANA BULAN SEBAGIAN
RABU DINI HARI, 17 JULI 2019
PLANETARIUM DAN OBSERVATORIUM
UNIT PENGELOLA PUSAT KESENIAN JAKARTA TAMAN ISMAIL MARZUKI
DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN
PROVINSI DKI JAKARTA

 

Berdasarkan perhitungan astronomi bahwa pada hari Rabu, 17 Juli 2019, dinihari, di wilayah Indonesia akan mengalami Gerhana Bulan Sebagian (GBS). Prosesnya (Gambar 1) mulai pukul 01:43:53 WIB dan berakhir pukul 07:17:36 WIB. Fenomena ini dapat dilihat oleh masyarakat di Indonesia (Gambar 2). Namun, tahapan gerhana yang relatif dapat mudah diamati adalah mulai pukul 03:01:43 WIB hingga pukul 05:59:39 WIB. Saat inilah Bulan masuk bayang-bayang utama (umbra) Bumi. Wajah Bulan yang seharusnya fase purnama, sebagian menjadi gelap. Wajahnya di bagian tepi menjadi cekung. Apabila ingin mengamatinya, bersiaplah sejak hari Selasa, 16 Juli 2019, malam hari. Deskripsi di sini berpedoman pada lokasi kota Jakarta.

Written by Widya Sawitar
Category:

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Kegiatan Penelitian dan Pengamatan Bulan

dalam Penentuan Awal Kalender Bulan

(Penelitian Hisab Rukyat untuk Penentuan Awal Bulan Syaban 1440 H)

 

Oleh:
Tim Observasi Planetarium dan Observatorium
Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta

 

Kompilasi oleh: Widya Sawitar

 

Seperti yang telah dipaparkan pada situs ini tentang hal yang sama tahun sebelumnya bahwa di sini disajikan kembali perhitungan untuk tahun 1440H (2019 M). Kendati demikian, tetap disaji-ulangkan kembali tentang latar belakang dan yang terkait kegiatan ini untuk sekedar mengingatkan lagi atas segala yang terkait perhitungan dan alasannya.

Salah satu aplikasi Astronomi adalah penentuan waktu pelaksanaan ibadah keagamaan, khususnya bagi umat Muslim dengan kalender Hijriah-nya. Sebut semisal penentuan jadwal waktu sholat, awal bulan Syaban (yang didalamnya ada malam Nisfu Syaban tanggal 15), awal ibadah puasa (1 Ramadhan), Idul Fitri (1 Syawal), awal bulan Dzulhijjah (untuk pedoman Idul Adha tanggal 10). Contoh lain seperti pelaksanaan sholat gerhana (dengan menghitung kapan terjadinya Gerhana Matahari/Bulan), penentuan arah kiblat, dll. Di sini akan ditinjau khususnya dalam kegiatan Penelitian dan Pengamatan Bulan dalam Penentuan Awal Kalender Bulan, atau lebih spesifik adalah perhitungan (hisab) dan rencana pengamatan (rukyat) posisi Bulan Sabit Awal (hilal atau Anak Bulan) untuk menentukan awal kalender Bulan, lebih khusus lagi adalah penentuan awal bulan Syaban 1440H berbasis bidang ilmu Astronomi (secara fakta bahwa kegiatan perhitungan dan pengamatan sudah menjadi pekerjaan dalam bidang Astronomi).