Written by Widya Sawitar

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 
SEKILAS SEJARAH KATALOG MESSIER

5h 20m 02s (80d 00' 33") +21d 45' 27"
(September 12, 1758)
“Nebula above the southern horn of Taurus, it doesn't contain any star;
it is a whitish light, elongated in the shape of a flame of a candle, discovered while observing the comet of 1758.
See the chart of that comet.
(Mem. Acad. of the year 1759, page 188; observed by Dr. Bevis in about 1731).
It is reported on the English Celestial Atlas”
(Ref.: Messier 1781)

Catatan: Objek yang diidentifikasi kemudian sebagai M1 ini ternyata merupakan sisa supernova SN1054
yang kala itu cerlang ledakannya dapat disaksikan secara kasat mata dan dicatat oleh beragam budaya di dunia.
Deretan angka paling atas adalah koordinat langit objek tersebut.
Kendati Messier nyatakan ditemukan olehnya, “discoveres while …”;
Namun, dinyatakan pula bahwa bukan dia yang pertama menemukannya (melainkan Bevis).

 Gambar 1
Versi asli bagian pendahuluan dari Katalog Messier tahun 1781 yang dipresentasikan
dan kemudian terbit dalam formatnya di atas (Connoissance des Temps tahun 1784).
Gambar di atas dibuat oleh Bernard Trézéguet dari salinannya yang dimiliki oleh Bureau des Longitudes, Paris.
(Credit: Scans of the original Messier Catalog of 1781 – obtained from the copy of the Bureau des Longitudes, Paris)

 

Kembali kita tinjau era awal penelitian kubah langit malam terhadap dunia perbintangan. Bersamaan dengan era penelitian Newton tentang gaya gravitasi dan selanjutnya penelaahan fisik dan dinamika Matahari, maka kemudian lahirlah sebuah katalog yang disebut Katalog Messier. Katalog nebula dan gugus bintang Messier sampai saat ini masih terus digunakan secara luas khususnya oleh para astronom amatir, bukan oleh para profesional. Hal ini karena susunannya dianggap kurang sistematis, dan bahkan kini dapat dikatakan cenderung sebagai tinggalan sejarah penelitian Astronomi masa lampau. Bandingkan dengan semisal katalog NGC yang dibuat nyaris bersamaan dan terus dipakai para profesional (lihat bahasan NGC di bawah). Katalog Messier dibuat oleh astronom Perancis Charles Messier (1730 – 1817). Tidak disusun atas dasar urutan koordinat langit seperti katalog NGC melainkan berdasarkan urutan waktu ditemukan. Yang pertama ditemukan diberi nomor 1, yang kedua berindeks nomor 2, dst. Semisal temuan pertamanya, yaitu Nebula Kepiting (Crab Nebula; 12 September 1758), yaitu 14 hari setelah Messier menemukan sebuah komet. Nebula ini nyatanya memang menjadi istimewa (baca artikel Supernova: Ledakan Bintang (Bag. 1)) dan kala itu objek ini dicatat Messier sebagai objeknya yang pertama. Perlahan dikenal sebagai objek Messier yang pertama atau disingkat Messier 1 atau M1.

Keunikan dari lahirnya katalog ini bahwa pada awalnya Messier maksudkan untuk membedakan tampilan secara fisik dari wajah komet di kubah langit malam dengan latar belakang bintang-bintang. Jadi dicatat terpisah dengan temuan kometnya yang justru menjadi tujuan utamanya. Hal ini nantinya membuat Messier dikenal dengan julukan pemburu komet, karena sejatinya memang inilah target kerjanya dan julukan inilah yang diberikan oleh raja Perancis, Louis XV. Dalam hal penelitian komet itu sendiri, hasil murni temuannya tidak kurang dari 21 buah komet. Sementara itu, lebih dari 50 lainnya juga merupakan objek penelitiannya (kadang observasinya berbasis temuan orang lain; kadang secara independen dan bukan sebagai orang yang pertama menemukannya).

Tahun 1751 tatkala berusia 21 tahun, Messier pindah dari tempat tinggalnya di Badonvillier-Lorraine ke Paris kemudian bekerja pada astronom J. N. Delisle (1688 – 1768) di observatoriumnya yang berlokasi di puncak menara Hotel de Cluny – Paris. Baru tahun 1754, Messier secara penuh menjadi pengamat profesional.

 

Messier dan Katalog Pertamanya (M1 – M45)

Pada tanggal 26 Juni 1730, Charles Joseph Messier lahir di Badonviller, Meurthe-et-Moselle, Lorraine, bagian the Principality of Salm (kini bagian Prancis). Putra dari Françoise B. Grandblaise dan Nicolas Messier (Wikipedia) yang termasuk keluarga berada di mana Nicolas bekerja sebagai petugas administrasi dan pengadilan dari Pangeran Salm. Kala itu wilayah tersebut adalah negara kecil yang merdeka, terletak di pegunungan Vosges, antara wilayah Kerajaan Lorraine dan Kerajaan Prancis.

Ketika Messier berusia 11 tahun, ayahnya, Nicolas Messier (4 September 1682 – 20 September 1741) wafat. Hampir bersamaan, Charles mengalami kecelakaan yang mengakibatkan patah tulang kaki. Kakaknya, Hyacinthe mengeluarkannya dari sekolah dan mendidiknya hampir selama 8 tahun dan melatihnya untuk menjadi petugas administrasi pada Pangeran Salm. Pada rentang waktu itulah, Charles muda mulai menjadi pengamat langit yang akan menjadi penting dalam karirnya kemudian.

Saat usia 14 tahun, sebuah komet besar berhasil diamatinya (1744, ditemukan Klinkenberg dan dipelajari lebih lanjut oleh De Chéseaux). Komet ini sangat unik karena memiliki 6 buah ekor. Minat selanjutnya terhadap langit semakin mendalam tatkala berhasil mengamati fenomena Gerhana Matahari Cincin di kampung halamannya pada tanggal 25 Juli 1748.

Tahun 1751, bagian yang kini menjadi wilayah Perancis mengalami reorganisasi, dan para Pangeran Salm menarik diri dari kekuasaan Badonviller. Hyacinthe tetap setia pada Pangeran Salm, dan karena itu meninggalkan Badonviller lalu tinggal di Senones. Bagi Messier, yang kala itu berusia 21 tahun, waktunya telah tiba untuk mencari pekerjaan. Oleh karena itu, seorang teman keluarga, Abbé Thélosen, menemukan dua kesempatan baginya untuk bekerja di Paris. Pertama adalah sebagai kurator istana, yang kedua adalah bekerja dengan astronom. Setelah konsultasi dengan teman-temannya, Hyacinthe menerima tawaran kedua sedemikian Messier akhirnya terlibat dalam pekerjaan terkait Astronomi.

Messier meninggalkan Badonviller tanggal 23 September 1751 menuju Paris dan tiba tanggal 2 Oktober. Dia diterima bekerja oleh astronom Angkatan Laut, Joseph Nicholas Delisle (de I’Isle; 1688-1768) yang salah satu faktornya karena tulisan tangan dan format catatannya yang rapi dan bagus. Delisle dan istrinya, pasangan suami istri berusia enam puluhan tanpa anak, meminta Messier tinggal di apartemen mereka di Collége Royal de France (Royal College of France). Pekerjaan pertama Messier uniknya adalah menyalin peta China.

Selain kegiatan tersebut, dia diperkenalkan ke observatorium Delisle dan diinstruksikan untuk menggunakan instrumennya oleh sekretaris dan asisten Delisle, yaitu Libour. Orang ini juga yang menginstruksikannya untuk menyimpan catatan yang cermat dari semua pengamatannya.

Observatorium Delisle didirikan tahun 1748, setelah kembali dari dari Rusia setahun sebelumnya, di menara Hôtel de Clugny (kemudian Hôtel de Cluny), yang juga sebagai tempat tinggalnya. Bangunannya sendiri merupakan gedung tua yang telah berdiri tahun 1480, di atas reruntuhan istana Romawi dari abad ke-4 (Pada abad ke-18, tempat ini disewa untuk administrasi Angkatan Laut Kerajaan Perancis).

Observasi pertama yang didokumentasikan Messier adalah Transit Merkurius tanggal 6 Mei 1753. Delisle sendiri mengenalkannya pada Astronomi dasar dan meyakinkannya tentang kegunaan mengukur posisi objek pengamatannya. Tanpa diragukan, hal ini menjadi salah satu tahapan penting Messier dalam kisah sukses dari penerbitan katalognya yang sangat terkenal. Setahun kemudian, ia juga dipekerjakan sebagai juru catat perbekalan/pergudangan Angkatan Laut.

Tahun 1757, Charles Messier mulai mencari komet yang diprediksi secara matematis oleh Edmund Halley (1656 – 1742, astronom Inggris) yang akan muncul tahun 1758. Tahun tersebut sedang ramai persiapan untuk membuktikan kebenaran hasil prediksi Halley. Uniknya, justru yang melihat komet pertama kali adalah seorang petani dari Prohlitz dekat Dresden-Saxony-Jerman, yaitu Johann Georg Palitzsch (1723 – 1788) pada hari Natal tahun 1758. Kala itu Halley sudah wafat, dan sebagai penghargaan akan kebenaran hasil perhitungannya, komet ini  disebut Komet Halley).

Mengapa Messier gagal sebenarnya karena data panduannya dari Delisle tidak akurat. Delisle memang turut menghitung lintasan komet Halley. Sayangnya, ada kesalahan dalam perhitungannya, sehingga Messier selalu melihat pada posisi yang salah. Hampir 18 bulan pengamatan dipandu oleh data Delisle, ternyata tidak membuahkan hasil. Namun, pada pengamatan pertamanya ini justru memperoleh 2 objek seperti kabut (nebula) berukuran besar dan kecil yang bersebelahan di rasi bintang Andromeda (kini diketahui sebagai galaksi Andromeda atau identifikasinya kemudian adalah M31, dengan salah satu satelitnya, M32). Dia pun menemukan komet lain pada tanggal 14 Agustus 1758, yang dia ikuti dan teliti dengan teleskop sampai tanggal 2 November 1758. Sayangnya, komet ini ternyata telah ditemukan sebelumnya, pada tanggal 26 Mei 1758 oleh De la Nux, yaitu komet C/1758-K1-De la Nux.

Selama proses pengamatan di atas, Messier menemukan objek lainnya yang mirip komet di rasi bintang Taurus pada tanggal 28 Agustus 1758. Ternyata objek ini tidak bergerak relatif terhadap posisi bintang, dan karenanya disebutlah penemuannya sebagai nebula. Setelah aneka pengukuran, tiba pada tanggal 12 September 1758 di mana Messier menulis pada buku catatannya sebagai objeknya yang pertama secara rinci. Inilah cikal bakal katalognya yang terkenal. Karena objek tersebut diberi nomor 1 pada buku catatannya, maka akhirnya disebutlah sebagai objek Messier 1 (atau M1) dan kemudian menjadi entri pertama pada katalognya. Objek ini menjadi sangat terkenal karena ternyata merupakan sisa ledakan bintang (supernova) yang dapat disaksikan kasat mata pada tahun 1054 (SN1054 Tau). Kini nebula tersebut populer dengan nama Nebula Kepiting (Crab Nebula). Sejak itu dimulailah masa perburuannya dan kisah sejarah katalognya yang dikenal hingga kini.

 

Gambar 2 Charles Messier
(Credit: Charles Messier Images)

 

Pada akhirnya, baru pada 21 Januari 1759 Messier menemukan komet yang tadi dicarinya. Diamatinya hingga sekitar 4 minggu kemudian dan penemuannya tidak berdasar jejak lintasan komet hasil perhitungan Delisle, bahkan kemudian Delisle pun turut meragukan temuan Messier adalah komet Halley. Sebagai karyawan yang setia, Messier sempat menyatakan (dalam kekecewaannya): "Saya adalah hamba setia Delisle, saya tinggal bersamanya di rumahnya, dan saya tetap mengikuti sarannya." Ketika Delisle akhirnya mengumumkan penemuan tersebut pada tanggal 1 April 1759, maka hal ini tidak diyakini oleh astronom Prancis lainnya (mereka sekedar menganggapnya sebagai April Mop). Mungkin kekecewaan dan frustrasi ini malah lebih menstimulasi pengamat berusia 28 tahun itu, sehingga ia mengabdikan kehidupan profesionalnya sebagai pemburu komet. Bagaimanapun, pada tahun ini, Messier menjadi astronom utama Angkatan Laut Perancis. Pada satu sisi, pengabdian ini makin memunculkan frustrasi lebih lanjut ketika Delisle menolak untuk mempublikasikan penemuan komet oleh Messier pada awal 1760.

Perlahan akhirnya Delisle mengubah sikapnya dan mulai mendukung pekerjaan Messier karena melihat kegigihan dalam pekerjaannya dan membiarkannya untuk melakukan pengamatannya sendiri. Mungkin juga karena faktor usia; selain itu Delisle pun menyadari bahwa semakin senja usianya dan masih banyaknya pekerjaan yang belum dituntaskannya.

Pada tanggal 8 Januari 1760 berhasil sebagai asisten penemu Comet 1759III yang terkenal sebagai the Great Comet of 1760 dan tanggal 26 Januari berhasil lagi menemukan Comet 1759II Messier.  Tidak lama kemudian, yaitu tanggal 11 September, Messier merekam nebula keduanya, yaitu M2 yang ternyata sebelumnya telah ditemukan oleh Jean-Dominique Maraldi (1709-1788), dan menggambarkannya dekat jalur pergeseran komet Halley.

Messier pun berhasil mengamati Transit Venus yang terjadi pada tanggal 6 Juni 1761, penampilan Cincin Saturnus, kembali mengamati komet 1762-Klinkenberg dari bulan Mei sampai Juli 1762, dan giliran tanggal 28 September 1763 kembali menemukan komet 1763 (kini dikenal sebagai Komet 1763 Messier, asli temuannya). Harapan pertama untuk dapat masuk ke French Académie Royale des Sciences (Royal Academy of Sciences) pada tahun 1763 tidak menjadi kenyataan. Kala itu menjadi sebuah lagi kekecewaan yang cukup besar bagi Messier. Namun, justru inilah yang menjadi pemacu semangatnya untuk terus bekerja lebih giat lagi.

 

Gambar 3 Nebula Kepiting (M1)
Sebaran sisa materi dampak ledakan bintang (SN1054 Tau) berbasis 3 teleskop angkasa, Chandra (sinar-X, daerah warna biru, bahwa energi ledakan ini setara dengan energi yang dibangkitkan oleh 100.000 Matahari),
citra optik atau visual dari teleskop Hubble berwarna merah dan kuning, dan citra inframerah Spitzer berwarna ungu. Citra sinar-X lebih kecil dari yang lain karena elektron yang sangat energik yang memancarkan sinar-X memancarkan energi lebih cepat daripada elektron dengan energi rendah yang memancarkan cahaya optik dan inframerah (lihat artikel Supernova: Ledakan Bintang).
(Credit: X-ray: NASA/CXC/SAO/F.Seward; Optical: NASA/ESA/ASU/J.Hester & A.Loll; Infrared: NASA/JPL-Caltech/Univ. Minn./R.Gehrz)

 

Usahanya berhasil karena tidak lama kemudian, 3 Januari 1764, Messier menemukan Komet 1764 Messier. Selain itu juga sebuah nebula yang lebih jauh, yaitu nebula ketiga (M3, kini diketahui sebagai gugus bola) dan merupakan temuan aslinya yang pertama (M1 dan M2 bukan temuan aslinya). Sejak itu dia makin intens memindai kubah langit malam serta semakin cermat. Hal ini karena seringkali pada awalnya sukar membedakan apakah objek ini “nebula” atau “komet”. Dapat ditentukan apabila diamati dalam rentang waktu tertentu sedemikian apakah objek ini bergeser relatif terhadap posisi bintang atau tidak.

Hingga temuan M3, Le Gentil berinisiatif untuk memasukkannya dalam terbitan bukunya tentang nebula (1765). Dalam pencariannya untuk nebula, Messier terus melakukan pemindaian langit sendiri dan hasilnya pada tahun itu adalah temuannya yang mencapai 19 nebula dan semua merupakan murni hasil temuannya dengan membandingkannya dengan semua katalog yang dikumpulkan sebelumnya oleh astronom lain yang dia akses seperti daftar enam objek Edmund Halley, katalog William Derham, katalog bintang Hevelius “Prodomus Astronomiae” yang tersedia dalam terjemahan bahasa Prancis oleh Pierre de Maupertuis, dan Katalog Nebula Langit Selatan karya Nicolas Lacaille (1755), serta daftar objek olahan Maraldi dan Le Gentil, dengan beberapa referensi dari (sangat mungkin bukan daftar, namun berupa catatan) De Chéseaux, kemungkinkan juga catatan dari Le Gentil. Pencapaian hingga akhir tahun 1764, Messier berhasil mendata objek M3 – M40 pada bukunya, dan terus mencari beberapa nebula yang tidak ada dari katalog yang lebih tua (namun, langkah ini tidak sukses bahkan akhirnya dapat menjelaskan dan dimaklumi mengapa objek bintang ganda – bukan nebula ataupun gugus bintang, yang disebut sebagai M40 – dapat masuk dalam katalognya).

 

Gambar 4 Gugus Bola M3 atau NGC5272
M3 atau dengan identifikasi NGC 5272 yang ditemukan Messier tanggal 3 Mei 1764.
Baru pada tahun 1784 oleh Herschel bahwa objek nebula ini ternyata merupakan gugus bola
yang terletak di arah rasi bintang Canes Venatici dengan taksiran jumlah bintang mencapai setengah juta bintang yang telah usia lanjut (tua) dan banyak ditemukan bintang variabel.
Dengan kecerlangan semu sekitar 6.2, maka cukup jelas dilihat dengan binokuler. Jaraknya sekitar 33.900 tahun cahaya. Diameternya 200 tahun cahaya dengan diameter intinya yang sangat padat bintang mencapai 22 tahun cahaya. Kecerlangan keseluruhan ditaksir melebihi kecerlangan 300.000 Matahari.
(Credit: Robert J. Vanderbei dan Wikipedia)

 

Selama proses perburuan ini, Messier tidak ragu untuk berkorespondensi dengan para astronom dan akademisi lainnya di Inggris, Jerman, dan Rusia. Koresponden Rusia-nya, Frederick La Harpe (sempat diasingkan dari Swiss dan anggota Akademi Sains). Selain itu, pada tanggal 21 Mei 1764, Messier terpilih sebagai anggota Akademi Harlem (Belanda), dan pada tanggal 6 Desember 1764 diangkat menjadi anggota asing/kehormatan Royal Society di London. Selanjutnya pada tahun 1765 menjadi anggota Akademi Auxerre dan Institut Bologne.

Kendati Messier mencoba mendata objek gugus bintang dan nebula sebagai pembeda dengan komet sedemikian lahirlah katalog buatannya, hal ini bukan berarti semua objek dalam katalognya murni temuannya. Ada juga yang sebenarnya telah dibuat datanya oleh astronom sebelumnya. Misal M1 yang telah diketahui sejak SN1054 Tau, juga M2 (gugus bola di Aquarius) yang telah ada dalam buku catatan Halley. Atau dia juga meneliti ulang beberapa nebula temuan Hevelius (Johannes Hevelius, 1611 – 1687). Sementara M40 adalah bintang ganda dan tidak ada tanda fisik nebula dan sebenarnya obyek ini sempat diabaikan atau dihilangkan.

Pada awal 1765, tanggal 16 Januari, Messier menemukan cluster bintang M41. Pada tahun yang sama, Delisle akhirnya pensiun, dan Messier terus mengamati dari observatoriumnya, yaitu Hôtel de Cluny. Giliran tanggal 8 Maret 1766, dia menemukan sebuah komet baru, yaitu 1766I Messier dan kembali pada tahun yang sama, tanggal 8 April, menemukan komet 1766II Helfenzrieder.

Pada 1767, Messier, sebagai pegawai pencatatan perbekalan atau pergudangan dan kemudian menjadi astronom Angkatan Laut, berkesempatan untuk mengambil bagian dalam satu-satunya perjalanannya dalam hidupnya bersama angkatan laut untuk menguji dan mengatur beberapa kronometer laut baru, karya J. Le Roy. Berangkat dengan kapal L'Aurore untuk pelayaran selama tiga setengah bulan di Baltik, bersama rekannya, Alexander-Guy Pingré (1711-1796). Messier melakukan pengamatan astronomi dan Pingré melakukan perhitungan yang diperlukan. Selama absennya dari 12 Mei sampai 1 September 1767, Lalande melanjutkan program pengamatannya di Hôtel de Cluny.

Giliran 4 Maret 1769, Messier memutuskan untuk menerbitkan versi pertama dari katalognya yang memuat 45 objek (M1 – M45). Pada bulan April tahun yang sama, ia telah terpilih sebagai anggota Royal Academy of Sweden di Stockholm. Sementara itu, tanggal 8 Agustus, Messier menemukan sebuah komet baru (1769 Messier, the Great Comet of the Year yang dipersembahkan ke Napoleon; giliran tahun 1806 Messier mendapat Salib Legiun Kehormatan) dan mengirimkan sebuah deskripsi dan peta penemuan komet ini kepada Raja Prusia. Raja ini sangat terkesan dan berkenan mengangkatnya sebagai anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Berlin pada tanggal 14 September 1769.

 

Gambar 5 Sketsa Messier
Kiri:
Sketsa Messier terhadap Nebula Andromeda (M31; 3 Agustur 1764) yang belakangan diketahui sebagai galaksi besar terdekat Bima Sakti. Tampak satelitnya, yaitu M32 dan M110. Sketsa M31 baru diterbitkan tahun 1807 dalam Recueil de l'Institute, Vol. 8, p. 213;
Kanan:
Nebula Orion, M42 dan M43. Yang hasil sketsanya dan hasil observasi lainnya dipersembahkan Messier untuk rajanya pada tanggal 27 Maret 1774. Jadi sketsa M42 sudah ada sejak awal katalognya (1771) yang  terbit tahun 1774 (Messier Catalog in the Mémoires de l'Académie Royale for 1771, between pp. 460 and 461).
(Credit: his fine drawing)

 

Baru pada akhirnya pada tanggal 30 Juni 1770 Messier terpilih menjadi anggota Paris Académie Royale des Sciences, yang sangat diidamkan. Ini terjadi sekitar 2 minggu setelah dia menemukan komet lain, yaitu tanggal 14 Juni, yang kemudian dikenal sebagai Komet 1770I Lexell. Ini merupakan kejadian yang tidak biasa karena komet ini tidak dinamai sesuai penemunya, Charles Messier, tetapi diambil dari nama dari penganalisis lintas orbitnya, yaitu Anders Lexell, seorang astronom Finlandia dan ahli matematika yang bekerja di Observatorium St. Petersburg. Messier sama sekali tidak memasalahkannya.

Pada tahun yang sama, pada tanggal 26 November 1770, Messier yang telah berusia 40 menikahi Marie-Françoise de Vermauchampt (37). Mereka sudah saling mengenal setidaknya selama 15 tahun ketika belajar di College de France.

Pada tanggal 10 Januari 1771, Messier secara terpisah menemukan komet 1770II (the Great Comet). Tidak lama, yaitu 16 Februari 1771, Messier untuk pertama kalinya  mempresentasikan katalognya yang berisi data nebula dan gugus bintang, dengan total 45 objek dihadapan anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Paris. Ini adalah keberhasilan pertamanya yang dipresentasikan ke Akademi, diikuti setelahnya dengan prestasi besar lainnya. Inilah awal mula lahirnya Katalog Messier.

 

Gambar 6 Versi Pertama Katalog Messier
 "Catalog of Nebulae and Star Clusters" yang ada dalam
the Memoirs of the French Academy of Sciences for 1771, pp. 435-461 + Pl. VIII (Messier 1774)
“Which one discovers between the fixed Stars, over the horizon of Paris.
Observed at the Observatory of the Navy, with different instruments.”
by Messier
(Ref.: Vai alle pagine successive)

 

Data pertama katalog buatan Messier yang dipaparkannya terdiri dari 45 objek di mana yang terakhir adalah M45, yaitu gugus terbuka Pleiades atau Seven Sisters, yang dalam budaya di Nusantara dikenal sebagai Lintang Kartika – lihat artikel Rasi Bintang Dalam Denyut Budaya (Bagian Ketiga). Namun, katalog ini baru diterbitkan dan dipublikasikan tahun 1774.

 

Penuntasan Data Katalog Messier (M46 – M100/103)

Tiga malam setelah paparan katalognya, kembali Messier mendapatkan 4 objek nebula yang lalu diidentifikasi sebagai M46 – M49. Namun, dua diantaranya, M47 dan M48, ternyata karakterisasi pada datanya kurang berhati-hati dan tidak cermat khususnya dalam masalah posisi, bahkan baru terkuak setelah memasuki abad 20. Adapun M49 juga diketahui belakangan pada abad 20 bahwa objek ini merupakan galaksi anggota dari gugus galaksi Virgo (fenomena ini merupakan yang pertama kali diketahui; ibarat ketika diketahuinya bahwa (nebula) Awan Magellan dan (nebula) Andromeda merupakan benda di luar galaksi Bima Sakti).

Giliran pada tanggal 1 April, ia menemukan Komet 1771 Messier, penemuan kometnya yang ke-13 berdasarkan catatannya (7 diantaranya adalah temuannya yang orisinal dan dalam kasus ini berhak memberi nama komet sesuai namanya). Sementara itu, pada tanggal 7 Juni, Messier menemukan sebuah objek yang baru didata posisinya berbasis perkiraan kasar dan tidak dimuat pada katalognya hingga menjelang tahun 1779. Objek inilah yang nantinya dikenal sebagai M62.

Pada tanggal 30 September, Messier secara resmi diangkat menjadi "Astronom Angkatan Laut" oleh Menteri Angkatan Laut, de Boines, dan memberikan gaji reguler 1700 franc per tahun (tahun 1774 menjadi 2000 franc). Berselang sebulan kemudian, Messier dan istrinya pindah dari apartemennya (yang sebelumnya milik Delisle) di Collége de France ke sebuah penginapan di dalam Hôtel de Clugny, di mana Observatorium Angkatan Laut berada.

Sementara itu, istri Messier melahirkan seorang anak laki-laki pada tanggal 15 Maret 1772, yang kemudian diberi nama Antoine-Charles. Musibah ternyata tidak dapat dielakkan bahwa setelah melahirkan, baik istri dan anaknya meninggal. Istrinya pada tanggal 23 Maret, dan Antoine-Charles pada tanggal 26 Maret 1772. Selain cobaan tersebut, ternyata Messier pun sempat dikabarkan bersaing secara tidak sehat dengan Montaigne yang sama-sama sebagai pemburu komet. Bahkan pada rentang bersamaan tersebar mitos bahwa konon ada keterkaitan antara komet temuannya dengan wafat istri dan anaknya. Namun, legenda ini dapat dikatakan tidak ditanggapi oleh hampir semua kalangan. Hal ini karena pada kenyataannya bahwa Montaigne telah menemukan komet yang dihebohkan tersebut pada tanggal 8 Maret, seminggu sebelum putra Messier lahir dan nyata bahwa komet temuan ini berbeda dengan komet ke 13 yang dijumpai Messier (pada memoar yang diterbitkan tampak jelas bahwa temuan kometnya yang ke 13 telah terjadi setahun sebelumnya, yaitu tahun 1771). Namun, memang tidak dapat dipungkiri bahwa Messier juga secara terpisah ikut mengamati komet temuan Montaigne pada periode 26 Maret – 3 April 1772. Uniknya, pada tanggal 5 April 1772, Messier berhasil menambahkan sebuah objek lagi dalam katalognya, yaitu objeknya yang ke-50 (M50). Tahun itu juga, Messier terpilih menjadi anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Brussels (Belgia) dan Royal Academy of Hungary.

  • Edisi pertama katalog muncul pada "Mémoires de l'Academie – 1771” yang terbit tahun 1774 yang memuat M1 hingga M45. Juga dicetak pada data epemeris Lalande (1775-84; berbasis analisis ahli sejarah Astronomi, Owen Gingerich);
  • Sisipan pertama (Messier 1780, M68) diterbitkan dalam "Connoissance des Temps" pada tahun 1783 (publikasinya sudah tahun 1780) yang dikeluarkan terbitannya bersama katalog pertamanya. Adapun tambahan terdapat pada halaman akhir (1780a), yaitu M69 dan M70. Termasuk tambahan kata pengantar atau pendahuluan;
  • Publikasi final 1781 muncul pada "Connoissance des Temps" tahun 1784, 3 tahun setelah katalognya terbit yang memuat 103 objek. Lagi-lagi diberi tambahan kata pengantar/pendahuluan, juga list of failed object observations. Juga, di mana tidak berubah tatkala dipublikasikan pada "Connoissance des Temps" tahun 1787 (publikasi 1784) dengan tambahan daftar apendiks (Messier 1784).

Pengamatan semakin intensif dilakukan. Rentang tahun 1758 hingga 1772 berhasil mendeteksi M1 hingga M50 dan perburuan ini masih tetap terus berlangsung. Tidak ada hentinya Messier melakukan patroli kubah langit perbintangan dengan kecermatan yang diakui banyak pihak.

Yang dapat dicatat, semisal tahun 1773. Sebenarnya kala itu Messier telah menemukan M110 namun tidak dicatat pada nomor tertentu. Hanya berupa catatan kecil saja. Yang cukup berarti adalah temuan Comet 1773 Messier tanggal 12 Oktober.

Pada tahun berikutnya mendeteksi M51 dan M52 dan perkenalan dengan yang nantinya menjadi asisten/kolega/sahabatnya, yaitu Pierre Méchain (Pierre Francois Andre Mechain, 16 Agustus 1744 – 20 September 1804) berkat jasa astronom senior di Perancis, Jerôme de Lalande. Juga mengamati komet temuan Montaigne (Comet 1774 Montaigne).

Sampai tahun 1777, Messier tidak menemukan nebula lain, tidak juga komet. Atas rekomendasi La Harpe, Messier diangkat menjadi anggota Akademi St. Petersburg di Rusia pada tanggal 9 Januari 1777 dan bulan Februari tahun itu, Messier mengatalogkan M53 (objek ini telah ditemukan dan dianalisis dua tahun sebelumnya oleh Johann Elert Bode). Messier juga berperan terhadap hipotesis adanya planet di dalam orbit Merkurius, saat dia mengamati beberapa objek relative kecil yang melintasi cakram atau piringan Matahari (layaknya Transit Merkurius atau Venus) khususnya sejak 17 Juni 1777. Dia menambahkan bahwa benda-benda yang diamati mungkin merupakan fenomena atmosfer, namun "kemungkinan meteorit kecil".

Pada tahun 1778 – 1779, mengatalogkan M54 dan M55, serta 56 – 63, juga menemukan Comet 1779 Bode tanggal 19 Januari 1779. Sementara itu, periode tahun 1780 mendata penemuannya M64 – M79. Juga versi kedua katalognya diterbitkan yang terdiri dari M1 hingga M68 (Adapun data M69 dan M70 terbit baru pada Connoissance des Temps tahun 1783). Tanggal 27 Oktober 1780 kembali Messier menemukan Komet 1780I Messier.

Hingga bulan April 1781, daftar nebula dan gugus bintang telah mencapai 100 objek. Hanya saja, ada beberapa ketidaktelitian data yang dilakukan Messier. Terdapat tambahan 3 objek yang juga menjadi penemuan koleganya, yaitu Méchain (M101 – M103) yang ditambahkan pada katalognya tanpa validasi data posisi dari penemunya. Hal ini Messier lakukan semata adanya keinginan agar katalog tersebut siap untuk dipublikasikan dalam Connoissance des Temps (1784, kelanjutan versi tahun 1774 dan 1780, dan mencapai 103 objek).

 

101.
13h 43m 28s (208d 52' 42") +55d 24' 25"
(March 27, 1781)
“Nebula without star, very obscure and pretty large, of 6 or 7 minutes [of arc] in diameter, between the left hand of Bootes & the tail of the great Bear [Ursa Major]. It is difficult to distinguish when one lits the [graticule] wires.' (diameter 7');

102.
(Méchain) “Nebula between the stars Omicron Bootis and Iota Draconis: it is very faint; near it is a star of the sixth magnitude.'
(Handwritten position added by Messier in his personal copy:
14h 40m +56.);

103.
(Méchain) `Cluster of stars between Epsilon and Delta of the leg of Cassiopeia.'
(Handwritten position added by Messier in his personal copy: 1h 20m, +61.) ;

104.
12h 28m 39s (187d 9' 42") – 10d 24' 49"
[Messier's handwritten note on bottom margin of p. 264, below M97] (May 11, 1781). `Very faint nebula, seen by M. Méchain on May 11, 1781.

 

Katalog Messier Modern

Setelah munculnya versi 1781 (103 objek), tidak lama kemudian, pada tanggal 11 Mei 1781, Messier kembali menambahkan M104 ke katalog pribadinya (arsip terbitannya atau catatan asli yang ada padanya). Objek ini ditemukan pertama kali oleh Méchain. Sebenarnya kala itu tidak ditentukan identifikasi objek ke 104. Hanya catatan berturut pada arsipnya. Baru tahun 1921, Camille Flammarion memasukkannya sebagai M104. Selain itu disusul dengan catatan tambahan dari Messier tentang data posisi untuk M102 dan M103 yang sebelumnya belum ditentukan. Messier juga akhirnya mencoba memasukkan 2 nebula lagi, yang ditemukan oleh Méchain dan disebutkan dalam katalog sebagai M97, yang kini setelah diobservasi dengan seksama memunculkan objek yang dikenal sebagai M108 dan M109. Salah satu penemuan Méchain pada tanggal 24 Maret 1781, yaitu M105, ternyata tidak dimasukkan dalam salinan terbitan tersebut. Tidak lama kemudian Méchain menemukan benda samar lagi pada bulan Juli 1781, yang kini identifikasinya adalah M106 (Méchain juga menemukan dua komet pertamanya pada tahun 1781 I (28 Juni – 16 Juli) dan disusul 1781 II (9 Oktober – 5 November).

Musibah kembali dialami Messier pada tanggal 6 November 1781, saat penelitian komet 1781 II, yaitu jatuh dari atap gudang setinggi 8 meter lebih dan harus beristirahat total selama 1 tahun. Sementara itu, pada bulan April 1782, Méchain telah menemukan "nebula" lain, yang akhirnya dijadikan satu sebagai objek Messier yang paling baru, yaitu M107. Hanya 3 hari setelah dinyatakan pulih, maka tanggal 12 November 1782 Messier berhasil mengamati Transit Merkurius. Dapat juga dikatakan bahwa Messier menemukan (pendataan) objek yang populer dalam katalognya sebanyak 107 buah. Untuk identifikasi M105, M106, dan M107 baru dinyatakan sebagai tambahan data Katalog Messier pada tahun 1947 oleh Helen Sawyer Hogg. Istilah Messier object atau Méchain object dipopulerkan oleh Owen Gingerich tahun 1953.

Pada wilayah lain, pada bulan Agustus 1782, yang diilhami adanya katalog Messier, William Herschel, atau Sir Friederich Wilhelm Herschel (astronom amatir Hanoverian-Inggris yang juga seorang musisi, 1738 – 1822, dikenal sebagai William Herschel) dari Inggris yang tahun 1781 menemukan Uranus, dibantu oleh saudara perempuannya Caroline, mulai mengamati benda-benda jauh nan redup (deep sky object). Herschel telah menerima salinan data beragam objek ini termasuk hadirnya Katalog Messier yang terakhir, yaitu pada tanggal 7 Desember 1781 yang diberi oleh temannya, William Watson (Beliau mendapatkan dari Alexander Aubert).

Pada tanggal 7 September 1782, Herschel melakukan penemuan asli pertamanya tentang objek deep sky, yaitu Nebula Saturnus (NGC 7009), dan pada bulan Oktober 1783, setelah beberapa penelitian dan menemukan teknik pengamatan yang efisien, maka dia memulai survei langit layaknya Messier memburu komet. Lokasi pengamatannya tentu seputar kubah langit Inggris, khususnya bagian utara. Hingga tahun 1786, tidak kurang 1000 objek tertulis dalam catatannya, 2500 objek saat tahun 1802 (dari penelitian pada era kemudian, ada beberapa diantaranya tidak dijumpai, yang mungkin karena kesalahan atau ketidakakuratan data posisi; sementara itu beberapa diantaranya ternyata telah dikatalogkan oleh peneliti lainnya).

Pada tanggal 6 Mei 1783, Pierre Méchain menulis sebuah surat penting kepada Bernoulli dari Akademi Berlin, yang kemudian tahun 1786 diterbitkan oleh Bode dalam jurnal tahunan Astronomisches Jahrbuch, bersama-sama dengan terjemahan katalog Messier. Dalam surat ini, antara lain, dia mengkomunikasikan bahwa ada 3 objek terakhir yang ditemukan olehnya yang juga dicatat oleh Messier (sekarang M105-M107). Adapun M108 dan M109 memang hanya dilihat oleh Méchain justru ketika mengamati ulang M97 karena sedari awal ada sesuatu di sekitar objek ini. M108 dilihat tanggal 18/19 Februari 1781 dan M109 tanggal 12 Maret 1781. Memang Messier pun turut melihat kembali pada tanggal 24 Maret, maka dicatatnya sebagai “preliminary number” 98 (cikal bakal M108) dan 99 (M109) dan tanpa deskripsi posisi. Akhirnya baru muncul di katalog oleh Owen tahun 1953 (di Sky and Telescope).

Dalam surat tersebut, Méchain juga menolak bahwa M102 adalah temuannya, sehingga muncul kontroversi terbuka mengenai identifikasi objek ini. Hingga kini akhirnya dianggap mereka berdualah yang menemukannya, baik Méchain maupun Messier. Atau dengan pertimbangan seandainya saja M102 adalah duplikasi tidak sengaja dari temuannya yang sebelumnya, yaitu M101 seperti yang diklaim Méchain; atau M102 mungkin adalah duplikasi dari galaksi spiral M101 (NGC 5457) di arah rasi bintang Ursa Major (Beruang Besar/Bintang Biduk) terkait ketidakakuratan catatan koordinat posisinya. Sementara itu, M102 mungkin juga merupakan galaksi berbentuk lentikular NGC 5866 di arah rasi bintang Draco yang memiliki julukan Spindle Galaxy, seperti yang dinyatakan pada catatan tangan Messier pada katalognya. Baru pada tahun 1788, Herschel menemukannya dan menegaskan posisi M102 diidentifikasi berbeda dengan posisi M101.

Secara garis besar bahwa apabila kurun waktu 1781 hingga 1783 adalah tahapan untuk menambah data Katalog Messier, maka periode tahun 1921 hingga tahun 1953 adalah masa di mana Katalog tersebut mulai diterima publik (History - David Nash).

Pada kurun waktu selepas 1784, Messier tetap aktif melakukan observasi dan tetap dengan sabar seperti sebelumnya, lagi-lagi konsentrasi utama Sang Comet Ferret adalah memburu komet. Dia tampaknya telah menggunakan salinan pribadi dari katalognya sendiri dan ini terus berlangsung selama beberapa tahun selanjutnya. Messier juga menyadari bahwa usahanya termasuk dalam data katalognya tidak akan dapat lagi berkembang. Hal ini mengingat bahwa peranti observasi milik Herschel jauh lebih berkualitas dibanding yang dia gunakan atau teknologi pada jamannya. Jadi, dari benang sejarah perburuan Messier, saat itu dapat dikatakan bahwa kegairahan Messier sudah mulai hilang (tentu seiring juga dengan dampak usia dan fisiknya). Namun demikian, ada sejumlah pengecualian yang menonjol:

1785 : menemukan Komet 1785 I Messier-Méchain (7 Januari) dan meneliti Komet 1785 II Méchain (ditemukan 11 Maret). Juga melakukan pengidentifikasian anggota gugus bintang terbuka (open cluster) Praesepe (M44) dan Pleiades (M45).
1786/8 : Pada tahun ini, Herschel menerbitkan katalognya yang terkenal yang di dalamnya terdapat data dari 1000 objek nebula. Adapun Messier menemukan Komet 1788 I Messier (26 November).
1790 : Berhasil mengoreksi data posisi M31 dan satelitnya, M32. Juga data bintang di M44 dan M45.
1793 : Menemukan Komet 1793 I Messier pada tanggal 27 September. Bersamaan suasana politik di Perancis menjadi tidak menentu sejak penyerbuan Bastille.


Hingga tahun 1796, tidak kurang dari 1790 nebula dan kelompok bintang yang ditandai sendiri dengan catatan tangannya di dalam katalog pribadi Messier, termasuk tambahan M110. Messier sendiri memuat sejumlah besar komet yang muncul sejak sekitar tahun 1785 dan seolah tidak mengizinkan adanya waktu luang untuk kegiatan pengamatan objek lainnya.

 

Gambar 7 Objek Messier 2
Gugus Bola berjarak sekitar 33.000 tahun cahaya di Aquarius.
Relatif mudah dilihat dengan binokuler karena hanya bermagnitudo 6,3 dan diameter sudutnya 11,7 menit busur.
(Credit: NASA, STScI, WikiSky)

 

Pada masa bersamaan, Katalog Messier akhirnya dikoreksi dengan mengidentifikasi 4 objek yang hilang (atau setidaknya tiga di antaranya), dan dibawa ke keadaannya saat ini dengan menambahkan penemuan terakhir Méchain, M104 – M109, ditambah lagi dengan penemuan M110 yang tidak dimasukkan sebelumnya dan inipun belum lama berselang, baru pada tahun 1966.

Tentang M110 memang memiliki cerita unik. Objek yang kini diketahui sebagai galaksi kecil ini ditemukan oleh Charles Messier pada tanggal 10 Agustus 1773, seperti yang dipublikasikannya tahun 1798 dalam katalognya yang terbit baru tahun 1798 (dalam Connoissance des Tems untuk tahun 1801), dan digambarkan berdampingan dengan “Nebula Andromeda Besar" (kini diketahui sebagai galaksi besar terdekat Bima Sakti) (diterbitkan dalam versi gambar sketsanya tahun 1807). Namun, Messier sendiri tidak pernah memasukkannya dalam katalognya yang hingga kini tidak seorangpun tahu alasannya. Mungkin saja karena kecerobohan tertentu dalam perekamannya. M110 merupakan objek tambahan terakhir, yang dilakukan oleh Kenneth Glyn Jones pada tahun 1966. Secara terpisah kala itu, Caroline Herschel secara independen menemukan M110 pada tanggal 27 Agustus 1783, 10 tahun setelah Messier, dan mencatat pada katalog pribadinya dengan nomor objek adalah 9. William Herschel mengidentifikasikannya sebagai H V.18 dalam katalognya yang dibuat pada tanggal 5 Oktober 1784.

Kiprahnya pada perburuan komet terus berlanjut. Tanggal 7 Januari 1785, ia menemukan komet 1785 I Messier-Méchain, dan kala itu tergolong cemerlang (m= 6,5) yang tampak di kubah langit malam kisaran 5 minggu. Adapun Méchain sendiri menemukan komet lain pada tanggal 11 Maret 1785, dan satu lagi pada tanggal 17 Januari 1786. Ini adalah penampakan pertama Komet Encke, komet berperiode pendek (3,3 tahun).

Pada tahun 1785, Pierre Méchain menjadi editor utama dari Connoissance des Temps dan berlanjut hingga 1792, dan bertanggung jawab atas penerbitannya untuk tahun 1788 sampai 1794. Beberapa sumber mengatakan bahwa Messier juga ditunjuk sebagai associate editor publikasi ini di tahun yang sama, dan memegang jabatan ini untuk 5 tahun hingga 1790. Namun, penulis jaman sekarang belum dapat menemukan bukti lengkap untuk mengkonfirmasi pernyataan ini. Jejak kerja Messier dalam hal ini tidak dijumpai.

Kedua astronom, Messier-Méchain, terus menorehkan prestasi dalam perburuan komet. Messier menemukan yang baru pada tanggal 26 November 1788. Sementara Méchain, selain menemukan komet pada tanggal 10 April 1787, juga menemukan Komet Tuttle ketika muncul tanggal 9 Januari 1790. Keanggotaan akademisnya juga bertambah, antara lain di Akademi Ilmu Pengetahuan Dublin (1784), Académy de Stanislav, Nancy, Lorraine (1785), dan Akademi Vergara, Spanyol (1788).

Sementara itu, Revolusi Prancis dimulai dengan penyerbuan Bastille pada tanggal 14 Juli 1789. Kejadian ini sangat berpengaruh pada usaha Charles Messier untuk menerbitkan versi terbaru dari katalognya. Akhirnya dibuatlah tambahan yang dimasukkan ke dalam salinan katalog pribadinya, dia menambahkan catatan tentang nebula dan gugus hingga tahun 1790.

 

Pada awalnya versi terakhir katalog terdiri dari 109 objek dipublikasikan akhirnya dalam "Olcott's Field Book of the Skies", 4th ed., yang disusun oleh R. Newton Mayall dan Margaret W. Mayall tahun 1954 dengan catatan antara lain bahwa M104 – M109 diberi keterangan "not in Messier's List" melainkan tambahan oleh Helen Sawyer Hogg (M104 - 107) dan Owen Gingerich (M108 and M109).

Hingga 15 tahun, katalog ini diterima luas termasuk oleh David Levy, dalam karya bukunya "The Sky: A User's Guide", yang berhasil mengamati seluruh objek Messier (M1 – M110) antara tahun 1962 and 1967. Sementara itu, pada tahun 1967, astronom amatir Patrick Moore dalam bukunya "Amateur Astronomy" menyatakan bahwa yang "original" hanya sampai M104, selebihnya M105 – M109 dianggap tambahan. Kasus mirip adalah Neale E. Howard dalam bukunya "The Telescope Handbook and Star Atlas" (1967), bahkan hanya sampai M103, lainnya tambahan.


11h 01m 15s (161d 18' 40") +56d 13' 30"
(actually, an erroneous "A" for "Australis", thus "Southern dec" appears in the printed version of the Catalog in the Connoissance des Temps, while not in Messier's preliminary, handwritten notes)
(March 24, 1781) `Nebula in the great Bear [Ursa Major], near Beta: It is difficult to see, reports M. Méchain, especially when one illuminates the micrometer wires: its light is faint, without a star. M. Méchain saw it the first time on Feb 16, 1781, & the position is that given by him. Near this nebula he has seen another one, [the position of] which has not yet been determined [M108], and also a third which is near Gamma of the Great Bear [M109 near Gamma Ursae Majoris].' (diam. 2')
(Owen Gingerich in 1953, the additional Messier objects.) …

Sampai era akhir 1970-an, kesepakatan tetap antara M109 atau M110 dan sesungguhnya katalog inipun sebenarnya belum mendunia, hanya beredar di kalangan terbatas termasuk daerah Kanada dengan adanya “the Royal Astronomical Society of Canada's Observer's Handbooks” dan “the Webb Society Deep Sky Observer's Handbook” (1981 edition). Selepas era tersebut, barulah tersebar dengan jumlah 110 objek dan sangat umum disebut Katalog Messier hingga kini.

 

Kisah Lain Katalog Messier

Pada kasus M101, dalam A Cycle of Celestial Objects tahun 1844, William Henry Smyth (1788 – 1865, astronom Inggris) menulis bahwa hal ini mungkin karena kesalahan peta langit yang dibuat Messier saat menentukan bintang standard atau bintang acuan ketika menentukan koordinat langit (di sisi lain sejak tahun 1805, penglihatan Messier mengalami kemunduran kesehatannya). Bila koreksi dilakukan, maka apa yang dilihat Mechain, namun tidak teramati oleh Messier (M102) sebenarnya adalah objek langit yang baru pada tahun 1910 diidentifikasikan sebagai NGC 5866 yang ditemukan oleh John Herschel (Sir John Frederick William Herschel, 1792 – 1871, putra William Herschel). Kesalahan identifikasi bintang acuan adalah antara Theta Bootis dan Omicron Bootis. Kesulitan ini pun sebenarnya juga diakui pula oleh Messier karena kekurangcermatan dalam mendeteksi objeknya.

Sekarang ini diketahui bahwa M101 secara fisik di kubah langit tampak besar dan seperti kabut. Sementara itu NGC5866 tampak berukuran seperempatnya, namun layaknya bintang redup, dan kenampakan laksana nebula justru kurang terlihat. Dapat ditinjau ulang komentar Mechain terhadap M101, sangat kabur (nebula without a star, very obscure, pretty large); sementara M102, sangat redup (very faint, near a star of the 6th magnitude). Jadi M102 juga bukanlah identik dengan NGC5866? Jadi? Perdebatan ini sudah berlangsung lebih dari 150 tahun. Namun demikian, setelah melakukan tinjau ulang pengamatan antara tahun 1994 hingga 2005, bahkan mengikuti runutan kerja Messier dan Mechain termasuk koreksinya terhadap bintang acuan dan sebagainya, akhirnya Steve O’Meara menyimpulkan bahwa M102 bukanlah NGC5866 dan benar bahwa M102 tidak lain adalah M101.

Sementara dalam Berlin Astronomical Yearbook pada tahun 1786, Bode (Johann Ellert Bode, 1747 – 1826, Jerman) memasukkan M46 sampai M100 dan dalam katalog buatannya tahun 1801 yaitu Uranographia, memasukkan M1 – M100. Bode sendiri merupakan salah satu kepala Obsevatorium Berlin yang bersama Titius dari Wittenberg terkenal dengan Hukum Titius-Bode yang menggiring astronom untuk menemukan asteroid (planetoid, planet minor, planet kecil). Asteroid pertama ditemukan 1 Januari 1801 oleh Giuseppe Piazzi (1746 – 1826) dari Itali (Kini asteroid tersebut diubah statusnya dan dimasukkan pada kelompok planet kerdil, yaitu Ceres).

Pada akhirnya, Katalog Messier memuat 110 objek walau tetap ada 2 diantaranya diidentifikasikan dengan indeks Messier berbeda walau sama objeknya (M101 dan M102). Atau keraguan, apakah M91 sama dengan M58. Namun demikian, setelah terus ditelusuri datanya, astronom lain mencoba mengidentifikasi kembali dan justru melengkapi katalog tersebut. Tidak lama berselang Mechain menjadi kepala Observatorium di Paris.

Pada tahun 1815, Messier menderita stroke yang membuatnya lumpuh sebagian. Setelah pemulihan sebagian, dia menghadiri satu atau dua pertemuan akademi lagi, namun kehidupan kesehariannya menjadi semakin sulit. Pada malam tanggal 11 – 12 April 1817, kesehatannya semakin memburuk dan pada akhirnya Charles Messier meninggal dunia pada usianya yang menjelang 87 tahun, di rumahnya di Paris dan dimakamkan pada tanggal 14 April di Père Lachaise – Paris.

Charles Messier pun tetap dihormati hingga kini, bahkan oleh komunitas astronomi mengejawantahkannya dengan cara menamai kawah di Bulan dengan namanya (Kawah Messier A, B, D, E, J, L, G di wilayah Mare Fecunditatis). Diameter Kawah Messier A kisaran 9x11 km (lonjong) dengan dalam sekitar 1,3 km. Kawah ini berhasil dipotret dalam misi Apollo 11, Apollo 15, wahana Lunar Reconnaissance Orbiter, dan Lunar Orbiter V_041H milik NASA (Lunar and Planetary Institute)(Messier).

Asteroid 7359 yang ditemukan pada tanggal 16 Januari 1996 oleh M. Tichy dari Klet Observatory (identifikasi 1996 BH) pun diberi nama (7359) Messier (sejatinya asteroid ini pernah terekam dan diberi indeks 1978 WR14 dan 1989 WT1). (MPC: Minor Planet Circular 29672). Asteroidnya tergolong Asteroid Sabuk Utama.

Kendati Katalog Messier memang tidak dijadikan standard para professional, namun kalangan ini tetap menyebut objek yang memang populer justru dengan sebutan Messier semisal M1 untuk Nebula Kepiting, M42 untuk Nebula Orion, M31 untuk Galaksi Andromeda, dan banyak lagi. Sementara itu, terkait dengan kecerlangan objeknya yang besar; katalog ini seolah menjadi pengetahuan wajib bagi para astronom amatir hingga para siswa peserta olimpiade Astronomi.

 

New General Catalog (NGC)

New General Catalogue, dibuat oleh Dreyer (John Louis Emil Dreyer, astronom Denmark-Inggris) antara tahun 1888 hingga 1908. Lengkapnya adalah New General Catalogue of Nebulae and Clusters of Stars. Dalam katalog ini terdapat tidak kurang 9416 buah objek. Diantaranya termasuk objek Messier dan galaksi. Pertama dimuat dalam Memoirs of the Royal Astronomical Society, vol. xlix, part 1, London, 1888. Diikuti dengan suplemennya yang diterbitkan oleh Dreyer sendiri yang diberi judul Index Catalog of Nebulae Found in the Year 1888 to 1894 di London tahun 1895, dan Index Catalog of Nebulae and Clusters, juga di London tahun 1908. Tidak lama berselang, ditambah lebih dari 1000 objek lagi oleh kelompok astronom di Marseilles. Sekarang ketiga katalog ini telah disatukan dengan judul Revised New General Catalog of Nonstellar Astronomical Objects yang tetap dikenal dengan singkatan NGC. Sementara yang terdapat dalam katalog suplemen atau Index Catalog, diberi indeks singkatan IC.

 

Dari Messier hingga Hubble

Messier maupun Herschel praktis hidup sejaman dan uniknya keduanya membuat katalog perbintangan. Herschel mendata tidak kurang dari 2500 objek langit yang disusun atas dasar data koordinatnya. Pekerjaan ini dilanjutkan oleh putranya, John Herschel yang memang seorang astronom profesional, khususnya data perbintangan di arah langit selatan. Pada tahun 1864, John Herschel mempublikasikan hasilnya dalam katalog berjudul General Catalog of Nebulae yang berisi 5079 nebula dan gugus bintang. Disusul Dreyer dari Amerika Serikat mempublikasikan katalog NGC-nya.

Baru setelah era mereka inilah astronom manca negara mencoba menelusuri dan bahkan menambah datanya, baik objek itu berupa gugus bintang, nebula, galaksi, maupun objek bukan bintang (non-stellar) lainnya. Semisal Earl of Rosse III (Lord Rosse atau William Parsons, 1800 – 1867) dari Irlandia-Inggris yang setelah meneliti beberapa objek dalam katalog Dreyer pada tahun 1850 menyatakan bahwa nebula tersebut memiliki bentuk spiral. Disebutlah objek tersebut dengan nama Nebula Spiral (Spiral Nebulae). Yang pertama adalah M51 yang disebutnya Whirlpool Nebula.

Pada tahun 1898, dengan teleskop reflektor berdiameter 90 cm di Observatorium Lick (bandingkan dengan Messier yang memakai teleskop bergaris tengah 9 cm), atau berdiameter 1,5 dan 2,5 meter di Observatorium Mount Wilson akhirnya diketahui bahwa apa yang diidentifikasikan sebagai nebula ternyata banyak yang merupakan Nebula Spiral. Mereka menyebut benda-benda ini, yang tersebar di segenap pelosok langit sebagai Island Universes. Istilah ini merujuk pada Immanuel Kant (1724 – 1804) tahun 1755, seorang filsuf dari Jerman yang bersama dengan Pierre Simon de Laplace (1749 – 1827, seorang ahli Matematika dan sekaligus astronom Perancis) melahirkan teori tentang pembentukan Tata Surya (lihat artikel Pembentukan Tata Surya).

Bentukan spiral yang banyak ditemui ini misterinya mulai terkuak antara tahun 1923 hingga 1929 saat Edwin Hubble (1889 – 1953) dari Observatorium Mount Wilson akhirnya menyadari bahwa nebula spiral tersebut adalah galaksi-galaksi di luar galaksi tempat tinggal kita bersama – Bima Sakti atau Milky Way. Penelitian Hubble sendiri melahirkan berbagai istilah dalam penelitian astronomi semisal Klasifikasi Galaksi Hubble, Konstanta Hubble, Radius Hubble. Bahkan namanya diabadikan sebagai nama salah satu teleskop angkasa (Hubble Space Telescope).

 

Tabel Katalog Messier

Di sini akan diberikan serba ringkas data yang terdapat dalam Katalog Messier. Disertakan penomoran katalog Messier M dan padanannya dengan katalog Dreyer NGC, koordinat atau posisinya dalam ascensiorecta (R.A.) dan deklinasi (dec.) termasuk diameter sudut atau apparent diameter dan jumlah bintang anggotanya (rujukan utama: Vehrenberg, 1988), besaran magnitudo semu atau kecerlangan semu mv  (rujukan utama: Bakich, 1995), serta jenis objeknya termasuk klasifikasi dan rasi bintang tempat ditemukannya. Tabel ini masih membutuhkan ragam koreksi. Barangkali di antara yang berminat dapat melengkapinya. Banyak diantaranya yang sudah diteliti hingga dengan peranti seperti teleskop angkasa Hubble, dll. Butuh waktu relatif panjang untuk menelusurinya satu per satu. Kendati demikian, semoga tulisan ini masih dapat bermanfaat. Salam Astronomi. –WS–

 

 

Daftar Pustaka

  • Bakich, M., 1995, The Cambridge Guide to the Constellations, Cambridge Univ. Press, Cambridge
  • Darling, D., 2004, The Universal Book of Astronomy, John Wiley & Son, New Jersey
  • Olcott, W. T., 1954, Field Book of the Sky, G. P. Putnam’s Sons, New York
  • Mallas, J. H. dan E. Kreimer, 1978, The Messier Album, Sky Pub. Corp., Cambridge
  • Vehrenberg, H., 1988, Atlas of Deep-Sky Splendors, edisi 4 cetakan 2, Sky Pub. Corp., Cambridge

 

Situs

The New General Catalogue Online
"NASA/IPAC Extragalactic Database" dan 1
Meyer, Maik (2007) Charles Messier, Napoleon, and Comet C/1769 P1
Charles Messier's Personal Copy - 1781 "Catalog of Nebulae and Star Clusters"
List of Messier objects
Biography of Charles Messier
History of the Messier Catalog
More on the Charles Messier Portrait
History of Astronomy Masterpage by Wolfgang R. Dick
NASA, STScI, WikiSky (foto M2)
Charles Messier's Original Catalog of 1771
Students for the Exploration and Development of Space. June 15, 2007 (2015).
Timeline of Charles Messier's life
Letter of May 1783
Messier's publications in the Volumes of the Royal Academy (1759-1790), by Felice Stoppa (in Italian)
Vai alle pagine successive (Gambar 6: Jurnal tahun 1774 – Histoire de l'Académie (Royale) des sciences, 1774)
Dictionary of Minor Planet Names (Lutz D. Schmadel – 10 Jun 2012, Springer Science & Business Media, Springer-Verlag, Berlin; New York: p.574)
Charles Messier - Famous Astronomers on Sea and Sky
Charles Messier, 1781. Catalogue des Nébuleuses & des amas d'Étoiles. Connoissance des Temps for 1784 (published 1781), pp. 227-267 (gambar terbitan pertama)