Written by Nadya Hidayatie & Widya Sawitar

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

VIRGO SANG DEWI

Nadya Hidayatie dan Widya Sawitar

In Ogygian ages and among the Orientals,
she was represented as a sun-burnt damsel,
with an ear of corn in her hand, like a gleaner in the fields;
(https://penelope.uchicago.edu)

Gambar 1
Nama Genitif : Virginis (disingkat Vir)
Sumber Awal : Ptolemy dalam karyanya the Almagest
Nama Yunani : Parthenos
(https://www.ianridpath.com/startales/virgo.html)

Virgo merupakan rasi bintang dengan luasan di kubah langit kedua setelah Hydra
(dapat lihat Aquarius Bagian 1) .
Masyarakat Yunani menyebutnya Parthenos (penamaan oleh Ptolemy dalam Almagest;
dapat simak Rasi Bintang dalam Denyut Budaya Bagian 1).
Rasi bintang ini diidentifikasi sebagai Dewi Dike, yang dianggap sebagai dewi keadilan.
Putri dari pasangan Zeus dan Themis.
Dikenal juga sebagai Astraeia, putri dari Astraeus sang Father of the Stars dan Eos (Dewi Fajar).
Virgo digambarkan memakai sayap yang mengingatkan pada gambaran klasik malaikat, memegang tangkai gandum di tangan kirinya (lokasi bintang Spica).

        Dahulu kala ketika penanda rasi bintang ini dibuat dan dipetakan, ekliptika dibagi menjadi 12 area dengan batasan masing-masing 30 derajat. Kenyataannya setiap rasi bintang tidak memiliki luas yang sama dan pada tahun 1930 IAU menetapkan batas-batas wilayah tersebut. Saat ini, Ophiucus diketahui keberadaannya walau redup jika dibanding dengan rasi bintang Scorpius. Dengan demikian rasi bintang yang dilintasi Matahari dalam siklus tahunannya meliputi 13 rasi bintang, yaitu Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Ophiuchus, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Pada konstelasi modern inilah Ophiuchus menjadi salah satu rasi bintang Zodiak.

         Salah satu Zodiak yang memiliki cakupan kubah langit yang paling luas adalah rasi bintang Virgo. Di antara 88 rasi bintang, Virgo menempati urutan kedua setelah Hydra. Virgo mudah terlihat pada senja musim semi dan awal musim panas, muncul di ufuk timur pada awal malam selama musim semi bagi pengamat di belahan Bumi utara dan akan segera terbenam setelah Matahari terbenam ketika tanaman siap untuk dipanen. Matahari membutuhkan waktu 44,5 hari untuk melewatinya, yaitu dari tanggal 17 September hingga 31 Oktober. Posisi Virgo berada di antara Leo di sebelah barat dan Libra di sebelah timur. Memiliki luas area 1294,428 derajat persegi dan tersusun dari 58 bintang kasat mata dengan 3 buah bintang terang dan bintang paling terangnya bernama Spica (Alpha Virginis, di pucuk gandum yang dipegang sang dewi).

 Mitologi

            Virgo yang berarti perawan dipandang bangsa Sumeria sebagai Dewi Inanna, bagi orang Babilonia adalah Ishtar, orang Kanaan menyebut Asytoret/Ashtoret dan adalah Isis bagi Mesir, yang menggendong anak di pangkuannya. Orang Yunani melihatnya sebagai ibu dan dewi biji-bijian, ibunya Demeter dan ia putrinya yaitu Persephone. Bintang paling terangnya, Spica terlihat seperti setumpuk gandum. Orang Romawi melihatnya sebagai Proserpina, juga sebagai Astrea sang Dewi Keadilan yang memegang timbangan Libra yang berdekatan dari tangannya. Rasi bintang ini juga dianggap sebagai simbol kesuburan.
           Satu kisah Yunani tentang konstelasi ini yaitu memperlihatkan Virgo sebagai Persephone, putri dari Demeter Sang Dewi Jagung dan Zeus Raja Para Dewa. Suatu hari di musim semi ketika Persephone sedang berada di ladang, Hades, dewa negeri bawah meraihnya dan membawanya ke negeri bawah untuk dijadikan istrinya. Persephone bersikeras menolak untuk dijadikan istri, bahkan mogok makan dan berbicara. Hades membujuknya dengan memberikan perhiasan, pakaian mewah, bahkan seorang budak untuk menghiburnya. Persephone tidak bergeming. Merasa kehilangan puterinya, Demeter bertanya kepada Beruang Besar (Ursa Major), apa yang telah dilihatnya, karena ia adalah konstelasi yang tidak pernah terbenam. Tapi karena Persephone telah diculik pada siang hari, Beruang Besar meminta Demeter untuk bertanya kepada Matahari, kemudian Matahari memberitahu Demeter bahwa Persephone berada di negeri bawah.
          Mengetahui putrinya telah diculik oleh Hades dan ternyata Zeus telah bersekongkol dengan Hades dan tidak ingin ikut campur urusan tersebut, Demeter menjadi sangat marah sehingga ia menolak untuk merawat tanaman di Bumi. Terjadi kelaparan hebat, gagal panen hingga manusia dan hewan mulai mati. Akhirnya Zeus menyerah dan memberitahu Demeter bahwa dia bisa mendapatkan putrinya kembali. Demeter mengutus Hermes dengan sendal bersayapnya untuk menjemput Persephone. Ketika Hermes tiba, Hades mengakui bahwa Persephone merupakan mempelai wanitanya. Tatkala Demeter mendengar hal ini, dia marah besar dan mengutuk bahwa tidak ada tanaman atau bunga yang akan tumbuh jika putrinya menjadi pengantin wanita dari Hades. Kemudian Zeus memerintahkan untuk Persephone tinggal dengan Hades selama enam bulan di negeri bawah, dan enam bulan berikutnya bersama ibunya. Baik Hades maupun Demeter harus menyetujui keputusan dari Raja Zeus. Sehingga ketika Persephone berada enam bulan di negeri bawah, membuat tiadanya tanaman yang tumbuh yang melambangkan musim gugur dan musim dingin). Sedangkan ketika Persephone kembali pada ibunya selama enam bulan, menandakan bunga-bunga dan tanaman di ladang akan tumbuh lagi, yang melambangkan musim semi dan musim panas.

Pemetaan Masa Lalu

         Rasi bintang ini nyatanya telah dipetakan dengan akurat sejak dahulu kala. Bagi masyarakat Tiongkok, rasi bintang ini cukup akrab (dapat lihat artikel pada Scorpius Sang Kalajengking). Bagaimana menafsirkan dan mengidentifikasi hal pemetaan seperti ini, dapat dilihat pada bahasan ber-ilustrasi di bawah ini. Yang dapat dikutip dalam artikel:

“Selain itu, juga dibagi ke dalam 4 zona langit terkait 4 arah mata angin dengan simbolisasi 4 binatang yang dianggap sakral (Walker, p.253) dengan kombinasi 4 warna (konsep dewa dewi pun seiring sejalan dalam hal ini). Salah satunya adalah sosok naga di mana beberapa rujukan menyebutnya sebagai Naga Biru the Blue Dragon (Qing long; 青龙; Scorpius – Chinese associations dan The Chinese Sky). Ada yang menganggapnya sebagai Naga Hijau the Green Dragon (hua.umf.maine.edu) yang diyakini sebagai dewa penjaga arah timur dan terkait musim semi (spring). Pada Azure Dragon of the East (東方青龍 atau the Eastern Dragon), malah disebut semuanya, yaitu Bluegreen, Blue, dan Green Dragon. Dari penerjemahan Qing long, memang lebih ke warna hijau. Dari cermin perunggu yang ditemukan pada era Sui, 581 – 618) pun disebut dalam mitologinya sebagai Naga Hijau (Bright Moon on Dressing Table: Bronze Mirrors).”

Azure Dragon

of the East

東方青龍

dongfang: timur

qinglong: naga

Musim Semi

Nomor

Nama

Indonesia

Nama Bintang

1

(Jué/Jiăo)

Tanduk / sudut

Spica

2

(Kàng)

Tengkuk

Kappa Virginis

3

(Dī)

Akar /Cakar (Graffias)

Alpha Librae

4

(Fáng)

Ruang / Abdomen

Pi Scorpii

5

(Xīn)

Jantung

Alpha Scorpii

6

(Wěi)

Ekor

Mu Scorpii

7

(Jī)

Keranjang

Gamma Sagittarii

 

Tabel 1 (kutipan artikel Scorpius Sang Kalajengking pada situs ini)
Tampak bahwa gambaran atau simbolisasi naga ini meliputi 4 rasi bintang,
yaitu Virgo (terkait disertakannya bintang paling terang Spica, dan Kappa Virginis),
Libra, Scorpius, dan Sagittarius.
Berarti meliputi 4 rasi bintang Zodiak klasik era awal masehi (kini Zodiak ada 13 rasi bintang).
Kisaran bulan Maret, ketiga rasi bintang, yaitu Virgo, Coma Berenices, Leo
berada di atas ufuk timur (lokasi 450 LU)

(Ref.: Chinese constellations dan https://hua.umf.maine.edu/China)

Gambar 2
Pemetaan berbasis situs https://en.wikipedia.org/wiki/Supreme_Palace_enclosure
Tai Wei Yuan, the Supreme Palace Enclosure.

Dapat pula disimak situs sebagai berikut:
          https://aeea.nmns.edu.tw/2006/0605/ap060510.html
          https://web.archive.org/web/20151104154237/https://idp.bl.uk/education/astronomy/sky.html
          https://en.wikipedia.org/wiki/Chinese_constellations
          https://en.wikipedia.org/wiki/Azure_Dragon
          https://web.archive.org/web/20190422153943/https://idp.bl.uk/education/astronomy/atlas.html
          https://en.wikipedia.org/wiki/Horn_(Chinese_constellation)
          https://en.wikipedia.org/wiki/Supreme_Palace_enclosure
          https://en.wikipedia.org/wiki/Chinese_star_names

 

Gambar 3
(Peranti lunak Stellarium 0.12.4).
Tài Wēi Zuǒ Yuán, Left Wall dengan penanda lingkaran warna merah, yaitu
Eta Vir (Zaniah), Gamma Vir (Porrima), Delta Vir (Minelauva),
Epsilon Vir (Vindemiatrix), Alpha Com (Diadem)
Tài Wēi Yòu Yuán, Right Wall dengan penanda lingkaran warna biru, yaitu
Beta Vir (Zavijava), Sigma Leo, Iota Leo, Theta Leo (Chertan), Delta Leo (Zosma)

 

Gambar 4
(Peranti lunak Stellarium 0.12.4).
Nèi Píng, Inner Screen (lingkaran hijau, juga pada gambar 3), yaitu Xi Vir, Nu Vir, Pi Vir, Omega Vir

Ragam Nama

         Populer dikenal sebagai Maeden, di masyarakat Anglo-Norman disebut Pulcele, di Perancis Vierge, di Spanyol Virgen, di Italia Virgine (Vergine), di Czech Panna, Di Rusia Dyeva, bagi Bayer (Jerman) adalah Junckfraw atau kini Jungfrau, bahkan secara universal digambarkan sebagai perempuan yang memegang cabang pohon palem di tangan kanannya dan spica (bagian dari tanaman gandum) di tangan kirinya. Juga disebut sebagai Κόρη (Maiden), sebagai gambaran Persephone pada mitologi Yunani (Proserpina pada Romawi), putri dari Demeter (Ceres di Romawi). Pada abad ke-5 dikenal dengan gambaran seorang gadis pembawa gandum (Spicifera Virgo Cereris), Virgo Spicea Munera Gestan (Manilius). Pada kisah Persephone, ia diculik oleh Hades (Pluto di Romawi) dengan mengendarai kereta kuda (digambarkan sebagai bintang-bintang di wilayah Libra sekarang) yang membuat Demeter marah dan memporakporandakan ladang sedemikian terjadi kegagalan panen gandum.

Dalam sejarah bahwa Virgo sebagai penanda musim (ibarat Orion atau Lintang Waluku di Nusantara) telah ada bermillennia yang lalu karena digunakan sebagai penanda masa panen gandum oleh masyarakat Mesir dan sekitarnya pada tanggal terkait Titik Balik Matahari (Spring Equinox). Sementara itu, saat Aratos, bahwa penanda tersebut adalah rasi bintang Leo (dapat karena berdekatan atau dapat jadi koreksi presesi Bumi).

Virgo sempat dikaitkan pula dengan tokoh Istar (Ishtar, Queen of the Stars). Berawal dari tokoh Aphrodite (Yunani; bagi Romawi adalah Venus). Kesetaraannya adalah Athyr, Athor, atau Hathor (Mesir) dan Astarte (Syria; juga, diidentifikasi dengan dewi musim panas masyarakat Saxon, yaitu Eostre di mana Virgo terlihat jelas di langit timur pada awal malam; dan bangsa Sumeria di Babilonia Selatan menjadikan rasi bintang ini untuk penanda bulan keenam mereka (The Errand).

Di Assyria, Virgo diejawantahkan sebagai Baaltis, Belat, Belit, dan Beltis, istri dari Bēl. Sementara itu, ada yang menganggapnya the Mylitta of Herodotus. Tetapi secara filosofis bahwa penyetaraan ini sangat berbeda dengan di Babilonia, Mollata (Bulan, Ibu, atau Ratu Langit) juga tidak sama dengan Asytoreth.
Di India, Virgo identik dengan Kanya (juga sebagaian budaya Nusantara), di Tamil adalah Kauni (Gadis), di mana dalam manuscript Hyde, dinyatakan sebagai Kannae, ibu dari Krishna, digambarkan sebagai dewi yang duduk di depan api. Ada yang menggambarkan sebagai seorang perempuan yang berada di kapal, dengan tangkai gandum di tangannya. Al Bīrūnī menganggap kapal ini ditandai oleh garis bintang β, η, γ, δ, dan ε, seperti lunas kapal. Varāha Mihira meminjam nama Yunani, mengubahnya menjadi Parthena, Partina, atau Pathona.
Di Persia disebut Khosha atau KhusākTelinga Gandum”, dan Secdeidos de Darzama yang sering kali ditafsirkan sebagai "Virgin in Maiden Neatness". Ideler meragukan hal ini, mengutip dugaan Beigel bahwa nama tersebut merupakan terjemahan dari Persia, yaitu Stachys, salah satu julukan masyarakat Yunani dari bintang paling terang di rasi bintang Virgo, Spica. Bayer memberi nama Seclenidos de Darzama.

         Masyarakat Arab sejak bermillennia lalu menandai sebagian wilayah Virgo sebagai gambaran Singa; dan sebagian lainnya wilayah digambarkan sebagai anjing yang  menggonggong ke arah sang Singa. Namun, generasi astronom berikutnya mengadopsi sosok Yunani, dan menyebutnya Al ‘Adhra’ al Nathifah (Innocent Maiden), yang ditemukan dalam manuscript abad pertengahan (atau dengan nama Eladari, Eleadari, Adrendesa). Atau dalam buku Albumasar, yaitu Adrenedesa. Tetapi karena mereka tidak pernah menggambar bentuk manusia, maka dipetakan wilayah langit tersebut dengan gambaran seikat tanaman gandum, Al Sunbulah, atau seperti beberapa tangkai yang matang seperti pada masyarakat Romawi, Spica, yang sekaligus menjadi bintang yang paling terang. Kazwini memberikan kedua nama Arab ini, dan akhirnya menyebutnya sebagai Sunbala, yang seperti ditemukan oleh Bayer, atau Sumbela. Kini lebih pada nama Al Athra (https://www.icoproject.org/cons.html). Atau penelusuran penamaan ini dapat dijumpai pada Davis (1944, p.29):

Gambar 5
Daerah rasi bintang ini terkait beberapa penggambaran,

antara lain terkait jagung, anjing, singa, dewi, dll.
 

 

Gambar 6 Virgo
(
https://www.icoproject.org/cons.html)

Zodiak

         Ketika malam hari kita menatap langit dan mendapati berhamburan bintang layaknya hamparan permata. Ya .. tentu dengan kondisi terbebas dari polusi udara dan cahaya. Kasat mata sekitar 5000 bintang dapat ditera. Nenek moyang kita yang telah membudayakan langit sejak jaman dahulu, mulai berimajinasi akan bintang-bintang yang saling dihubungkan satu dengan lainnya membentuk gambaran-gambaran imajiner. Dapat jadi kini pun kita akan melakukan hal yang sama “formasinya mirip layangan … mirip kapal ..”, mirip aneka bentuk lainnya tergantung yang berimajinasi.

         Berpuluh millennia lalu susunan bintang tersebut melahirkan pola atau gambaran beraneka hewan, makhluk mitologi, atau dewa dewi kahyangan. Kini diketahui bahwa bintang-bintang kasat mata tersebut hanyalah sebagian sangat kecil dari bintang-bintang penghuni galaksi kita, Bima Sakti yang terdiri tidak kuang dari 400 milyard bintang dan Matahari hanyalah sebuah bintang diantaranya.
Pola bintang tersebut di atas kini disebut konstelasi atau rasi bintang. Rasi bintang dapat diartikan sebagai bintang-bintang yang berkelompok di kubah langit yang membentuk suatu pola.

  

Gambar 7
Peta bola langit (belahan Bumi utara) menunjukkan berbagai rasi bintang Zodiak termasuk Gemini, Leo dll,
style="text-align: center;">
dikelilingi oleh empat observatorium di Roma, Bologna, Padua, dan Milan (1790)
style="text-align: center;">
(
https://www.britishmuseum.org/collectionimages/AN00387/AN00387025_001_l.jpg
- akses Sabtu, 28 September 2019)

Setiap budaya memiliki gambaran masing-masing akan pola kelompok bintang yang mereka imajinasikan, berbeda kebudayaan berbeda pula kisah di balik konstelasi bintang. Kemudian astronom memutuskan untuk memiliki serangkaian rasi bintang yang resmi dan menetapkan pula di mana posisi satu rasi bintang akan berakhir dan rasi bintang berikutnya akan dimulai. Eugene Delporte mendaftarkan 88 rasi bintang modern atas nama IAU (International Astronomical Union).

 Gambar 8
Peta bola langit (belahan Bumi selatan) yang menunjukkan berbagai rasi bintang Zodiak

termasuk Sagittarius, Aquarius, Capricorn, dll, dikelilingi oleh empat observatorium

di Paris, Kasel, Copenhagen, dan Greenwich (1790)

(
https://www.britishmuseum.org/research/collection_online/collection_object_details/collection_image_gallery.aspx?assetId=387024001&objectId=3064816&partId=1
- akses Sabtu, 28 September 2019)

Dari 88 rasi bintang tersebut dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu rasi bintang Zodiak dan non-Zodiak. Zodiak diartikan sebagai area rasi bintang yang tampak dari Bumi dilintasi oleh Matahari setiap tahunnya. Non-Zodiak tidak dilintasi Matahari. Dari 88 rasi bintang, 48 rasi masuk kedalam katalog bintang Al Magest Star Catalogue buku ke-7 dan ke-8 yang disusun oleh Claudius Ptolemy. Alasan lain dari dibuatnya  ketetapan batasan konstelasi adalah untuk mempermudah penamaan “bintang variabel baru” atau dalam penelitian yang terkait presisi dalam tata koordinat.

Zodiak Nusantara

         Sementara itu pada budaya Nusantara, rasi bintang ini memiliki sebutan antara lain Kanni (Sanskrit), Piyik (Yogyakarta; anak ayam atau sebutan lain Manggasri), Wanita (Solo; gadis; karakter di bawah Batari Sri), Kanya (Bali; gadis atau sebutan lain Kangenrasa). Belum dijumpai penggunaan atau kisah unik tentang rasi bintang ini  layaknya Lintang Waluku ataupun Lintang Wulanjar Ngirim. Dalam bahasa Kawi dijumpai penamaan Kenya, dan salah satu aplikasinya seperti penamaan Kenyapuri atau keputren atau istana para putri. Manggasri sendiri terkait musim keenam (kanem) berbasis tanggal masehi yang diperoleh adalah tanggal 13 Desember s.d 10 Januari. Nama lain Margacirsa.

         Analisis pranatamangsa bahwa dalam budaya Jawa, untuk yang tradisional masuk mangsa ke 2 atau Karo (Padrawana, Karwa, Badra, Bhadrapada, Bhadrawada, 13 Agustus s.d 10 September) dan mangsa ke 3 atau Katelu (Asuji, 11 September s.d 11 Oktober). Saat ini, masuk mangsa ke 3 atau Katelu (Asuji, 11 September s.d 11 Oktober) dan mangsa ke 4 atau Kapat (Kartika, 12 Oktober s.d 10 November). Harusnya yang lahir pada kurun waktu inilah yang berbintang Virgo atau penganut pranatamangsa adalah yang ke 3 dan 4. Praktis yang lahir antara tanggal 16 hingga 21 September tetap termasuk mangsa ke 3 (Katelu/Asuji) baik klasik maupun epoch 2000, tetap berzodiak Virgo.
Namun demikian, pada manuscript lain (Maas, tijdschrift) terdapat perbedaan kisaran 22 hari untuk awal mangsa Kasa atau yang pertama. Jadi, untuk Asuji atau mangsa ke 3 atau katelu adalah jatuh pada tanggal 11 September s.d 11 Oktober.

Gambar 9
Zodiak dengan tanda dan derajat masing-masing
(https://www.britishmuseum.org/research/collection_online/collection_object_details/collection_image_gallery.aspx?assetId=105894001&objectId=1595870&partId=1
- akses Sabtu, 28 september 2019)

 

Gambar 10
https://www.iau.org/static/public/constellations/gif/VIR.gif
- akses 28 September 2019

         Kalau pada mitologi Yunani/Romawi biasa dikaitkan dengan kalender musim, maka demikian pula dengan pranatamangsa. Dalam bulan Jawa, semisal diambil pertengahannya, yaitu mangsa ke 3 (Katelu). Ini termasuk musim paceklik “suta manut ing bapa” (Anak menurut Bapaknya, tanaman merambat tumbuh dan panen palawija). Pengapitnya adalah Karo (bantala rengka/ Bumi merekah, tanah mengering dan retak-retak) dan Kapat (waspa kumembeng jroning kalbu/Air mata menggenang dalam kalbu, saat menanam padi gaga). Uniknya, juga dalam hal pranatamangsa untuk zodiak Yunani/Romawi juga dikaitkan. Misal mangsa ke 3 terkait Lintang Lumbung (seharusnya adalah Gemini) dan mangsa ke 4 terkait Lintang Rekata (Cancer). Banyak kekaburan ini sama halnya dengan penentuan zodiak tradisional dengan kekinian. Juga pembagian musim yang masih harus diselisik lebih jauh agar sesuai dengan alam yang nyata.

         Dalam kasus di sini, sesuai posisi Matahari, dipilih mangsa 3 dan ke 4. Bila di Yunani/Romawi dikenal dewa pelindung musim atau tanaman, maka saat mangsa ke 3 di sini muncul Dewa Rudra dan mangsa ke 4 ada Dewa Yamadipati. Kembali ke mangsa ke 3, bahwa ada yang menyatakan mangsa ini di bawah pengaruh Dewi Kamaratih dan Batara/Sang Hyang Kamajaya yang memiliki kendaraan langit berjuluk Cakrakembang. Keduanya dikisahkan berwatak welas asih.

Gambar 11
Tampak dalam sebuah lukisan yang menggambarkan seorang wanita sedang menuai jagung berlatar depan 3 orang yang sedang duduk beristirahat. Sementara itu di pojok kiri atas, di langit tergambar wanita sedang memegang bunga yang merepresentasikan Virgo.
(https://www.britishmuseum.org/research/collection_online/collection_object_details/collection_image_gallery.aspx?assetId=81963001&objectId=1430075&partId=1 diakses 28 september 2019 19.29)

 

 Gambar 12
Medan Bintang Virgo

1 Vir = ω Vir

26 Vir = x Vir

50 Vir

74 Vir = I Vir

100 Vir = λ Vir =

Khambaliya

(Kambalia)

2 Vir = ξ Vir

27 Vir = GG Vir

51 Vir = θ Vir

75 Vir

102 Vir = υ Vir

3 Vir = v Vir

29 Vir = γ Vir = Porrima

(Antevorta - Arich)

53 Vir

76 Vir = h Vir

103 Vir

4 Vir

30 Vir = ρ Vir

54 Vir

78 Vir = ο Vir

104 Vir

5 Vir = β Vir = Zavijava (Minelauva)

31 Vir = d1 Vir

55 Vir

79 Vir = ζ Vir =

Heze

105 Vir = φ Vir =

Elgafar

(Algafar II)

6 Vir =

32 Vir = d2 Vir

57 Vir

80 Vir

106 Vir

7 Vir = b Vir

33 Vir

59 Vir = e Vir

82 Vir = m Vir

107 Vir = η Vir =

Rijl al Awwa

(Rigilawwa)

8 Vir = π Vir

34 Vir

60 Vir = σ Vir

83 Vir

108 Vir

9 Vir = o Vir

35 Vir

61 Vir

84 Vir

109 Vir

10 Vir

36 Vir

63 Vir

85 Vir

110 Vir

11 Vir

37 Vir

64 Vir

86 Vir

*28 Vir =

Custom Object

12 Vir

38 Vir

65 Vir

87 Vir

*39 Vir =

Custom Object

13 Vir

40 Vir = ψ Vir

66 Vir

89 Vir

*56 Vir =

Custom Object

14 Vir

41 Vir

67 Vir = α Vir =

Spica (Azimech)

90 Vir = p Vir

*58 Vir =

Custom Object

15 Vir = η Vir = Zaniah

43 Vir = δ Vir = Minelauva

(Auva)

68 Vir = i Vir

92 Vir

*62 Vir =

Custom Object

16 Vir = c Vir

44 Vir = k Vir

69 Vir

93 Vir = τ Vir

*77 Vir =

Custom Object

17 Vir

46 Vir

70 Vir

95 Vir

 

20 Vir

47 Vir = ε Vir = Vindemiatrix

(Almuredin)

71 Vir

96 Vir

 

21 Vir = q Vir

48 Vir

72 Vir

98 Vir = κ Vir =

Kang (Algafar I)

 

25 Vir = f Vir

49 Vir

73 Vir = HX Vir

99 Vir = ι Vir =

Syrma

 


         Virgo memiliki tiga bintang paling terang, yaitu Alpha Virgo (Spica), Beta Virgo, dan Gamma Virgo. Spica adalah bintang paling terang di rasi Virgo dengan jarak dari Matahari sekitar 260 tahun cahaya dan termasuk dalam 20 bintang paling terang di langit malam, yaitu urutan ke-15 paling terang (dengan luminositas 20,51 kali luminositas Matahari dan magnitudo absolutnya -3,55) setelah Capella B (Alpha-2 Auriga) yang berjarak ±42,2 tahun cahaya. Bintang terang setelahnya semisal Antares (Jantung Scorpius) yang berjarak ±600 tahun cahaya. Nama Spica berasal dari ungkapan Latin Spīca Virginis yang berarti “Gandum dari telinga Virgo”. Spica merupakan sistem bintang ganda yang sangat dekat. Radius kedua bintang anggota bintang ganda ini sekitar 7,4 dan 3,6 kali radius Matahari. Kedua bintang tersebut secara signifikan sejatinya lebih terang dari Matahari dengan luminositas totalnya 12.100 dan 1.500 kali Matahari. Spica A dan Spica B termasuk berkelas spektrum B dengan warna putih kebiruan. Jadi, temperaturnya juga lebih panas dari Matahari, kisaran 22.400 K dan 18.500 K yang menjadikan Spica menjadi salah satu bintang yang tergolong sangat panas dari yang pernah diketahui.

         Bintang terang di rasi Virgo yang kedua adalah Beta Virginis (Zavijava) yang berjarak 35,55 tahun cahaya dari Matahari. Berdasarkan tipe spektralnya, Zavijava memiliki warna kuning hingga putih dan memiliki temperatur sekitar 6.100 K (sebanding dengan Matahari). Luminositasnya 3,6 kali luminositas Matahari dan magnitudo absolutnya 3,41. Bintang terang di rasi Virgo yang ketiga adalah Gamma Virginis (Porrima) yang berjarak sekitar 38,1 tahun cahaya dari Matahari. Porrima merupakan bintang ganda yang terdiri dari dua bintang yang memiliki magnitudo hampir sama, yaitu 3,65 dan 3,56 dan magnitudo gabungan 2,9. 

Objek yang Menarik

            Terdapat sekitar 35 eksoplanet yang telah terverifikasi, yang mengorbit 29 bintang di rasi Virgo, beberapa diantaranya:

  1. PSR B125712 yang memiliki tiga planet;
  2. Bintang 70 Vir merupakan yang pertama yang diketahui dengan satu planet yang dikonfirmasi 7,5 kali massa Jupiter;
  3. Bintang Chi Virginis memiliki salah satu planet paling masif yang pernah terdeteksi dengan massa 11,1 kali massa Jupiter;
  4. Bintang seperti Matahari 61 Virginis memiliki tiga planet di mana salah satunya merupakan planet super-Bumi dan dua planet adalah planet bermassa Neptunus;
  5. Bintang NY Virginis memiliki dua planet;
  6. Bintang 59 Virginis memiliki satu planet; dan
  7. Bintang variable, yaitu SS Virginis, bintang variabel dengan warna merah dengan variasi magnitudo 9,6 hingga maksimum 6 selama periode sekitar satu tahun.

Karena rasi bintang Virgo dilatarbelakangi gugusan galaksi yang diberi nama serupa dengan rasi ini, yaitu Virgo Supercluster, maka rasi bintang ini di kubah langit sangatlah kaya akan objek galaksi. Beberapa diantaranya:

  1. Messier 49, Messier 59, Messier 60, dan Messier 89 yang berbentuk elips;
  2. Messier 58, Messier 61, dan Messier 90 yang berbentuk spiral;
  3. Messier 84 dan 86 yang berbentuk lenticular;
  4. Messier 87 yang merupakan galaksi terbesar di gugusan Virgo yang berjarak 50 juta tahun cahaya dari Bumi yang terdeteksi memiliki semburan material di yang berasal dari pusatnya;
  5. NGC 4639 merupakan galaksi spiral yang terletak 78 juta tahun cahaya;
  6. NGC 4981 ditemukan pada tanggal 17 April 1784 oleh William Herschel;
  7. NGC 4438 yang merupakan galaksi khusus dengan inti galaksi aktif berjarak 50 juta tahun cahaya; dan

NGC 4261 yang memiliki objek Lubang Hitam dengan jarak 20 tahun cahaya dari pusat galaksi dengan besar massa 1,2 milyar massa matahari.

Gambar 13
M87 (NGC 4486) selintas tampak sebagai galaksi elips raksasa yang biasa saja,
merupakan anggota Gugus Galaksi Virgo berjarak 50 juta tahun cahaya.
Berubah tatkala astronom H.D. Curtis mendeteksi adanya "semburat cahaya lurus yang aneh"
yang berasal dari pusat M87.
Pada era 1950-an, ketika bidang astronomi radio berkembang,
salah satu sumber radio paling terang di langit yang disebut Virgo A nyatanya terkait dengan M87.
Laksana lampu sorot kosmik yang terbentuk dari aliran elektron dan partikel sub-atomik lainnya
yang bergerak mendekati kecepatan cahaya.
Setelah beberapa dekade penelitian, diyakini bahwa penyebabnya adalah
hadirnya Lubang Hitam Supermasif yang “menelan” massa galaksi
yang tidak kurang dari 2 miliar kali massa Matahari.
Pancaran jet tersebut berasal dari cakram gas super panas yang berpusar di sekitar Lubang Hitam tersebut, kemudian didorong dan dikonsentrasikan oleh medan magnet yang terperangkap.
Cahaya yang kita lihat (dan emisi radio) dihasilkan oleh elektron yang memutar
sepanjang garis medan magnet dalam jet, sebuah proses yang dikenal sebagai radiasi synchrotron,
yang memberikan jet warna kebiruan.
Tampak puluhan titik mirip bintang di sekitar M87.
Nyatanya, masing-masing adalah gugusan ratusan ribu bintang.
Diperkirakan 15.000 gugus bola terbentuk dalam sejarah awal galaksi ini
dan lebih tua dari generasi kedua bintang, yang lokasinya lebih dekat ke pusat galaksi.
Data dikumpulkan dengan Wide Field Planetary Camera 2 – Hubble
pada tahun 1998 oleh J.A. Biretta, W.B. Sparks, F.D. Macchetto, dan E.S. Perlman (STScI).
The Hubble Heritage Team menggabungkan paparan sinar ultraviolet, biru, hijau, dan inframerah
untuk membuat gambar warna ini.
(Credit: NASA and The Hubble Heritage Team (STScI/ AURA))

(https://hubblesite.org/contents/media/images/2000/20/968-Image.html?Type=02-observations&Topic=105-galaxies&keyword=Messier%2087)

 

Fakta Terkait

         Sebagai rasi bintang ke enam, Virgo merupakan rasi bintang dengan wilayah di kubah langit terluas kedua setelah rasi bintang Hydra, yaitu dengan luas 1294,428 derajat persegi atau kisaran 3,138% luas kubah langit. Titik pusat rasi bintang ini pada koordinat RA: 13h 21m dan Dec.: – 4 derajat dan berkonjungsi dengan Matahari sekitar tanggal 12 Oktober.

Posisi Virgo berada di antara rasi bintang Zodiak Leo yang berada di arah barat dan rasi bintang Zodiak Libra yang berada di arah timur. Rasi bintang ini dapat terlihat pada senja musim semi dan awal musim panas dan akan muncul di ufuk timur di malam hari selama musim semi di belahan Bumi utara dan akan terbenam setelah Matahari terbenam ketika tanaman siap panen sehingga Virgo dijadikan sebagai penanda musim semi dan panas ketika muncul di langit di belahan Bumi utara.

Penampakan di Indonesia kisaran 1 April pukul 18:30 WIB (patokan titik tengah rasi bintangnya). Pada tanggal 1 Juli pukul 18:30 WIB, Virgo berada di zenith (puncak langit). Pada tanggal 1 Oktober pukul 18:30 WIB sudah terbenam yang artinya sepanjang malam kita tidak dapat melihatnya.

Terdapat bintang Ross-128 yang jaraknya ke Matahari terdekat ke 12, yaitu berjarak sekitar 10,83 tc (yang terdekat adalah Proxima Centauri, 4,28 tc). Selain itu ada bintang Wolf-489 yang memiliki gerak diri tercepat ke 13, yaitu 3,87 detik busur per tahun (Bintang Barnard yang tercepat, 10,29 detik busur per tahun. Apabila dalam 180 tahun, maka bintang ini bergeser sejarak piringan Bulan).

Tampak ada sekitar 58 bintang yang relatif dapat dilihat secara kasat mata. Gugus galaksi Virgo yang berada pada arah Virgo diteliti memiliki tidak kurang dari 5000 anggota galaksi yang salah satunya sangat terkenal yang dilihat oleh Messier dan dikatalogkan sebagai M104 (Galaksi Sombrero).

 

Gambar 14
Spitzer dan Hubble (NASA) bergabung
untuk mendapatkan gambar dari salah satu objek populer, M104 yang dikenal sebagai galaksi Sombrero,
karena bentuknya mirip topi Meksiko.
Namun, pada hasil inframerah Spitzer, bentuk galaksinya lebih mirip "bull’s eye".
Citra Spitzer memperlihatkan struktur cincin debu yang terang dan halus
yang mengelilingi galaksi (warna merah).
Tepiannya yang tampak bergelombang mengindikasikan bahwa terjadi interaksi gravitasi
dengan galaksi disekitarnya, juga adanya wilayah pembentukan bintang.
Jarak galaksi sekitar 28 juta tahun cahaya.
Analisis dari hasil Spitzer menunjukkan adanya pancaran inframerah
yang berasal baik dari cincinnya, maupun juga dari pusat galaksi,
di mana diyakini terdapat objek Lubang Hitam Raksasa
yang bermassa miliaran kali lebih besar dari Matahari.
Credit: NASA / JPL-Caltech and The Hubble Heritage Team (STScI / AURA)
(
https://hubblesite.org/contents/media/images/2003/28/1416-Image.html?Topic=105-galaxies&keyword=sombrero)

Hujan Meteor

            Fenomena cahaya terang yang melintas selintas hingga selama beberapa detik di langit malam yang dapat kita lihat, yang biasa disebut “bintang jatuh” ternyata adalah meteor. Meteor merupakan benda langit yang berasal dari serpihan komet, asteroid, atau batuan lainnya (sebagai induk atau parent body) yang berukuran kecil disebut meteoroid yang memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan hingga 72 km/detik. Efek bercahaya yang teramati merupakan hasil dari gesekan meteoroid tersebut dengan materi atmosfer dan terbakar. Rata-rata “bintang jatuh” akan terlihat pada ketinggian sekitar 115 km di atas permukaan tanah. Meteoroid yang habis terbakar akan menyisakan “debu halus” yang disebut mikrometeorit. Ketika Bumi bergerak melintasi jejak material komet, maka dapat terjadi “hujan meteor”. Namun, terdapat jenis hujan meteor yang tidak berhubungan dengan komet dan dapat muncul dari arah manapun setiap saat yang disebut meteor sporadis. Seberapa banyak jumlah meteor dalam hujan meteor diukur dalam Zenithal Hourly Rate (ZHR), yaitu jumlah maksimum rata-rata meteor pada fenomena hujan meteor yang terlihat per jam dengan limit magnitudo 6,5. Kenyataannya, bahwa kondisi ini tidak selalu terpenuhi sehingga yang dapat teramati akan jauh lebih sedikit dari batasan ZHR.

Hujan meteor akan tampak muncul dari satu titik yang disebut dengan titik radian dan  hujan meteor akan diberi nama sesuai di mana titik radiannya. Setiap hujan meteor memiliki karakteristik yang berbeda-beda dan ini tergantung dari komet apa dia berasal, dan di mana titik radiannya. Berdasarkan skala yang dikembangkan Robert Lunsford, hujan meteor berdasarkan intensitasnya dibagi dalam 4 kelas, yaitu:

  1. Kelas I : hujan meteor terkuat; nilai ZHR 10 atau lebih
  2. Kelas II : hujan meteor minor; nilai ZHR 2-10
  3. Kelas III : sifatnya jarang, bukan aktivitas tahunan, potensi hujan meteor major
  4. Kelas IV : hujan meteor lemah; nilai ZHR kurang dari 2

Hujan meteor yang titik radiannya berada di rasi bintang Virgo disebut Virginid. Terdapat hujan meteor major dan minor dalam kelompok Virginid.

Tabel Hujan Meteor Virginid

Meteor Shower

Solar Longitude

Radiant  (derajat)

Kecepatan

(km/s)

Induk

RA

DE

 

 

Alpha Virginids

32.0

203.5

2.9

18.8

1998 SH2

Daytime Gamma Virginids

184

168.4

3.6

23.3

-

Gamma Virginid Complex

23

-

-

12

-

Southern March Gamma Virginids

344.0

188.1

-8.8

40.8

-

Northern March Gamma Virginids

339.0

189.1

3.0

42.7

-

Eta Virginids

357.0

184.8

3.9

26.6

D/1766 G1 (Helfenzrieder)

April Theta  Virginids

39.3

195.2

-4.8

13.2

-

Daytime Iota Virginids

223

210.4

-3.8

29

-

Kappa Virginids

6

208

-8

37.4

2011 BT59

Lambda Virginids

20

210.7

-10.2

26.8

-

Mu Virginids

39

226.8

-8.7

28.3

-

January Phi Virginids

289.0

223.1

1.2

66.5

-

Daytime Psi Virginids

202

193.7

-9.6

21.1

-

Epsilon Virginids

258

197

7.2

66.4

C/1846J1

H Virginids

38.0

204.8

-11.5

17.2

-

March Virginids Complex

354

-

-

23

-

Northern March Virginids

353.5

174.3

8.7

23.0

1198SJ70

Southern March Virginids

355.7

172.6

2.7

20

1998SJ70

Northern Gamma Virginids

24.3

180.6

17.7

11.7

2002 FC

Southern Gamma Virginids

22.7

183.2

-15.5

13.9

2003BD44

May Lambda Virginids

45

217.7

-31.2

25.6

-

December Chi Virginids

267.0

194.3

-12.0

69.1

-

December Sigma Virginids

262.0

200.8

5.8

66.2

C/1846J1

December Rho Virginids

256.0

187.5

13.0

68.3

-

December Epsilon Virginids

277.6

198.6

10.4

67.9

-

February Epsilon Virginids

314.0

200.4

11.0

62.9

C/1808F1 (Pons); C/1978T3(Bradfield)

February Mu Virginids

327

223

2.2

66.9

-

February Gamma Virginids

338.0

191.1

-3.0

41.2

-

October Alpha Virginids

16.0

202.0

-13.5

28.9

-

October Eta Virginids

211.5

181.6

-7.5

40.7

-

Omicron Virginids

202.5

179.2

10.8

36.4

-

41 Virginids

344.9

194.2

13.3

30.5

-


Pengantar

Berdasar sezarah kisah di atas jelas bahwa masyarakat telah berusaha menafsirkan hadirnya jagad semesta dengan segala isi dan fenomenanya, termasuk yang terkait rasi bintang. Tiap daerah atau bangsa punya imajinasinya, baik dalam ujud kosa kata maupun cerita rakyat, terlepas dari sisi astrologi, mitos, takhayul, maupun Astronomi. Inilah pemicu langkah menuju taraf pengetahuan zaman ke-kini-an. Berharap, penulis masih mendapat kesempatan untuk mendongeng kisah rasi bintang Zodiak lainnya, dan walau sezarah sekalipun, semoga bacaan ini bermanfaat. Salam Astronomi. –WS

Daftar Pustaka

  • Bakich, M., 1995, The Cambridge Guide to the Constellations, Cambridge University Press, Cambridge, p.70, 71, 95, 108, 306-7
  • Connolly, K., 2016, Kisah Konstelasi, Mitos dan Legenda Langit Malam, PT. Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia, Jakarta
  • Cornelius, G., 2005, The Complete Guide to the Constellations, Duncan Baird Publishers, London, p.40-43
  • Davis Jr., G. A., 1944, The Pronunciations, Derivations, and Meaning of a Selected List of Star Names, Popular Astronomy 52: p.29
  • Johnson, R. dan Van Berkel, G., The Zodiac: Stellar Stories, Rhodes University, Astronomy Society
  • Jones, B., 2007, Discovering the Solar System, Wiley, The Open University, Milton Keynes, UK, p.112
  • Maass, A., 1924, Tijdschrift voor Indische Taal, Land en Volkenkunde, Albrecht & Co., Batavia, Deel LXIV, Appendix C (Identifizierte Sterne)
  • Mc Carter, N., Constellation Legends, Naturalist and Astronomy Intern SCICON, p.32, 33
  • Moore, P., Philip’s Atlas of the Universe, p.146
  • Sindhunata, 2011, Pranata Mangsa – Seri Lawasan, Gramedia (KPG), Jakarta, p.2-9

Kamus

  • Prawiroatmodjo, S., 1991, Bausastra Jawa – Indonesia, Gunung Agung, Jakarta
  • Suparlan, Y. B., 1988, Kamus Kawi – Indonesia, Penerbit Kanisius, Yogyakarta

Situs

  1. https://www.iau.org/static/public/constellations/gif/VIR.gif

          diakses pada Sabtu 28 September 2019, 10.20

  1. https://www.britishmuseum.org/collectionimages/AN00387/AN00387025_001_l.jpg

          diakses pada Sabtu, 28 September 2019, 19.06

  1. https://www.britishmuseum.org/research/collection_online/collection_object_details/collectaspx?assetId=105894001&objectId=1595870&partId=1

          diakses pada Sabtu, 28 September 2019, 19.15

  1. https://www.britishmuseum.org/research/collection_online/collection_object_details/collectaspx?assetId=387024001&objectId=3064816&partId=1

          diakses pada Sabtu, 28 September 2019, 19.22

  1. https://www.britishmuseum.org/research/collection_online/collection_object_details/collectaspx?assetId=81963001&objectId=1430075&partId=1

          diakses pada Sabtu, 28 September 2019, 19.29

  1. https://langitselatan.com/2011/01/20/zodiak-dalam-astronomi/

          diakses pada 20 Oktober 2019, 16.37

  1. https://en.wikipedia.org/wiki/Virgo_(constellation)#targetText=Alternatively%2C%20the%20constellation%20was%20sometimes,daughter%20of%20Icarius%20of%20Athens.

          diakses pada 28 Oktober 2019, 11.13

  1. iinet.net.au/virgo.htm

          diakses pada 28 Oktober 2019, 13.22

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_bintang_paling_terang

          diakses pada 11 November 2019, 13.56

  1. https://www.atlasoftheuniverse.com/50lys.html

          diakses pada 13 November 2019 9.51)

  1. https://en.wikipedia.org/wiki/Spica
  1. https://en.wikipedia.org/wiki/Beta_Virginis
  2. https://www.universeguide.com/star/alaraph
  3. https://en.wikipedia.org/wiki/Gamma_Virginis
  4. https://pallas.astro.amu.edu.pl/~jopek/MDC2007/Roje/sortowanie_roje.php?corobic_roje=0

         diakses pada 24 November 2019, 14.30

  1. https://www.amsmeteors.org/meteor-showers/2017-meteor-shower-list/

          diakses pada 24 November 2019

  1. Alpha Virginids

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00021&colecimy=1&kodmin=00233&kodmax=00013&sortowanie=4

          diakses 24 November 2019, 20.45

  1. h Virginids

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00343&colecimy=1&kodmin=00233&kodmax=00013&sortowanie=4

          diakses 24 November 2019, 20.50

  1. eta Virginids

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00011&colecimy=1&kodmin=00233&kodmax=00013&sortowanie=4

          diakses 24 November 2019 20.53

  1. mu Virginids

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00047&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01032&sortowanie=0

          diakses 24 November 2019, 21.01

  1. lambda Virginids

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00049&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01032&sortowanie=0

          diakses 24 November 2019, 21.02

  1. march virginids complex

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00050&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01032&sortowanie=0

          diakses 24 November 2019, 21.04

  1. northern march virginids

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00123&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01032&sortowanie=0

          diakses 24 November 2019, 21.07

  1. Southern March Virginids

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00124&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01032&sortowanie=0

          diakses 24 November 2019, 21.09

  1. Northern Gamma Virginids

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00134&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01032&sortowanie=0

          diakses 24 November 2019, 21.11

  1. Southern Gamma Virginids

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00135&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01032&sortowanie=0

          diakses 24 November 2019, 21.14

  1. May Lambda Virginids

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00148&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01032&sortowanie=0

          diakses 24 November 2019 21.16

  1. Daytime psi Virginids

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00240&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01032&sortowanie=0

          diakses 24 November 2019, 21.19

  1. Daytime gamma Virginids

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00223&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01032&sortowanie=0

          diakses 24 November 2019, 21.21

  1. Daytime Iota Virginids

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00251&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01032&sortowanie=0

          diakses 25 November 2019, 00.05

  1. Gamma Virginid Complex

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00291&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01032&sortowanie=0

          diakses 25 November 2019, 00.08

  1. December Chi Virginids

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00335&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01032&sortowanie=0

          diakses 25 November 2019 00.11

  1. December Sigma Virginids

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00428&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01032&sortowanie=0

          diakses 25 November 2019, 00.15

  1. January Phi Virginids

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00500&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01032&sortowanie=0

          diakses 25 November 2019, 00.17

  1. December Rho Virginids

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00502&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01032&sortowanie=0

          diakses 25 November 2019, 00.19

  1. February Epsilon Virginids

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00506&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01032&sortowanie=0

          diakses 25 November 2019, 00.23

  1. Kappa Virginids

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00509&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01032&sortowanie=0

          diakses 25 November 2019, 00.25

  1. Epsilon Virginids

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00513&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01032&sortowanie=0

          diakses 25 November 2019, 00.27

  1. February Mu Virginids

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00516&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01032&sortowanie=0

          diakses 25 November 2019, 00.29

  1. October Alpha Virginids

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00651&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01032&sortowanie=0

          diakses 25 November 2019, 00.32

  1. Omicron Virginids

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00917&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01032&sortowanie=0

          diakses 25 November 2019, 00.34

  1. 41 Virginids

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00913&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01032&sortowanie=0

          diakses 25 November 2019, 00.36

  1. December Epsilon Virginids

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00885&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01032&sortowanie=0

          diakses 25 November 2019, 00.38

  1. October Eta Virginids

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00845&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01032&sortowanie=0

          diakses 25 November 2019, 00.40

  1. Southern March Gamma Virginids

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00750&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01032&sortowanie=0

          diakses 25 November 2019, 00.44

  1. Northern March Gamma Virginids

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00749&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01032&sortowanie=0

          diakses 25 November 2019, 00.45

  1. February Gamma Virginids

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00732&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01032&sortowanie=0

          diakses 25 November 2019, 00.47

  1. April Theta Virginids

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00730&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01032&sortowanie=0

          diakses 25 November 2019, 00.49

  1. April Theta Virginids

          https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00730&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01032&sortowanie=0

          diakses 25 November 2019, 00.49

  1. https://penelope.uchicago.edu/Thayer/E/Gazetteer/Topics/astronomy/_Texts/secondary/ALLSTA/Virgo*.html
  2. https://planetarium.jakarta.go.id/index.php/artikel-astronomi/79-rasi-bintang-dalam-denyut-budaya-bag-1
  3. https://planetarium.jakarta.go.id/index.php/artikel-astronomi/120-aquarius-bagian-1
  4. https://www.icoproject.org/cons.html

     dan situs yang tertulis pada artikel. Untuk pembanding kisah Zodiak, silakan lihat artikel terkait rasi bintang pada situs ini.

Peranti Lunak

Software Stellarium 0.12.4