Written by Widya dan Nadya

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

ARIES SANG DOMBA

Nadya Hidayatie dan Widya Sawitar

 

Aries merupakan salah satu rasi bintang zodiak yang terletak di belahan langit bagian utara.
Konstelasi ini berada di urutan ke-39 berdasarkan luasannya di kubah langit.
Dalam bahasa latin berarti domba,
dengan simbolnya yang melambangkan tanduk domba.
Konstelasi ini dilukiskan untuk menghormati seekor domba jantan terbang
yang dalam mitologi memiliki bulu emas yang menyelamatkan kedua putri Raja Thebes.

Nama Genetif: Arietis (disingkat Ari)
Sumber Awal: Salah satu dari 48 konstelasi Yunani yang disusun Ptolemy dalam Almagest
Nama Yunani: Κριός (Krios)

Ilustrasi Aries pada the Atlas Coelestis karya John Flamsteed (1729).
Di langit, tampak sang domba tidak memakai bulu, yang dilepaskan di Bumi.
(https://www.ianridpath.com/startales/Aries.htm)

Matahari melakukan gerak semu tahunan akibat revolusi Bumi terhadapnya, sehingga jejak lintasannya membentuk lingkaran khayal yang disebut ekliptika di mana lingkaran ini berada di kubah langit perbintangan dilatarbelakangi oleh rasi-rasi bintang yang populer disebut rasi bintang Zodiak di mana ada 13 rasi bintang yang dilalui oleh Matahari, yaitu Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Ophiuchus, Scorpius, Sagittarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces di mana luasan masing-masingnya di kubah langit tidaklah sama sejak awal pemetaan langit dan kini diformalkan oleh IAU.

Rasi-rasi bintang memiliki penggambaran yang berbeda-beda di langit, yang salah satunya adalah domba, yaitu Aries, dan termasuk dalam jajaran Zodiak. Sang domba jantan ini digambarkan menoleh ke arah rasi bintang Taurus Sang Banteng. Luasan di urutan ke-39 di antara 88 rasi bintang dengan luas 441,395 derajat persegi (1,1% dari luas bidang bola langit). Matahari perlu waktu kisaran 25,5 hari untuk melintasi wilayah Aries, yaitu sekitar tanggal 19 April hingga 13 Mei.

Di langit malam, Aries berada di belahan langit utara dan terletak di antara

Pisces (sisi barat) dan Taurus (sisi timur). Aries termasuk rasi bintang yang redup, karena hanya memiliki 4 bintang terang, yaitu Hamal (Bahasa Arab: domba) atau Alpha Arietis yang merupakan bintang paling terang yang menandai ujung tanduknya, Sheratan (Beta Arietis), Mesarthim (Gamma Arietis), dan Bharani (41 Ari). Terdapat 66 bintang kasat mata yang terdapat di rasi bintang Aries, terdiri dari bintang terang, bintang ganda, sistem tiga bintang dan bintang yang memiliki sistem keplanetan. Aries memiliki beberapa Deep Sky Object, namun tidak terdapat objek Messier.

 Ketika astronom Yunani Hipparchus mendefinisikan posisi titik balik musim semi sekitar 130 SM, titik ini terletak di selatan bintang Mesarthim yang lalu dijadikan titik awal dari lingkaran zodiak sehingga Vernal Equinox (titik balik musim semi) umumnya dikenal sebagai titik pertama Aries. Akibat adanya gerak presesi Bumi, titik ini telah bergeser sekitar 300 sejak zaman Hipparchus dan saat ini terletak di rasi bintang Pisces yang berdekatan dengan Aries. Pada tahun 2600 akan bergeser ke rasi bintang Aquarius. Meskipun demikian, Vernal Equinox masih sering disebut titik pertama Aries.

"indicating that the month of Aries was a time of special activity when extra help is needed.
From about 1730 BCE until AD 217 Aries was the Princeps Signorum Coelestium
– the background constellation of the first day of spring, 'the Indicator of the Reborn Sun'.
After AD 217, due to the precession of the Equinoxes,
Aries relinquished this honor to Pisces, the Fishes"
[The New Patterns in the Sky, Julius D.W. Staal 1988.]
(https://www.constellationsofwords.com/Constellations/Aries.html#Speculation_on_the_meaning_of_this_celestial_feature)

Mitologi

Alkisah, rasi bintang ini sebagai penghormatan kepada seekor domba jantan terbang yang memiliki bulu emas. Domba jantan sering dikorbankan untuk para dewa. Jadi, tidak heran jika domba jantan diabadikan pada rasi bintang. Dalam mitologi digambarkan bahwa kadang Zeus (Jupiter) menyamar menjadi seekor domba jantan. Pada era Mesir Kuno, Dewa Matahari, Amun-Ra memiliki tubuh manusia dengan kepala seekor domba jantan. Masyarakat Roma Kuno menyebut Aries sebagai Princeps Signorum Coelestium, “penanda hari pertama musim semi”, karena Matahari berada di Aries kala itu.

Dalam mitologi, alkisah Raja Thebes, Athamas dan istrinya, Nephele, memiliki pernikahan yang tidak bahagia sehingga raja berpaling kepada Ino, putri Raja Cadmus dari kerajaan tetangga. Namun, Ino sangat membenci anak-anak tirinya, Phrixus dan Helle, lalu menyusun rencana untuk membunuhnya. Diawali dengan membakar perkebunan gandum agar gagal panen. Kebakaran ini membuat Athama meminta pertolongan pada “Delphic Oracle”. Ino menyuap utusan Delphic Oracle untuk memberi jawaban palsu, bahwa agar panennya terselamatkan, Phrixus harus dikorbankan.

Gambar 2. Kisah Jason dan Argonauts.
Saat Jason mencuri bulu domba di hutan Suni yang dijaga seekor ular besar.
(https://almeida.co.uk/medea-week2)

Dengan enggan, Athama membawa putranya Phrixus ke puncak Gunung Laphystium menghadap istananya di Orchomenus untuk mengorbankan putranya kepada Zeus. Kemudian Nephele turun tangan untuk menyelamatkan putranya dengan mengirimkan seekor domba jantan bersayap dengan bulu keemasan dari langit. Phrixus berhasil naik ke punggung domba tersebut bersama saudara perempuannya Helle. Mereka berdua terbang ke arah timur menuju Colchis, di pantai timur Laut Hitam di bawah Pegunungan Kaukasus. Dalam perjalanan, cengkraman Helle pada bulu emas terlepas dan terjatuh di sungai antara Eropa dan Asia, Dardanelles, yang oleh orang Yunani disebut Hellespont.

Ketika tiba di Colchis, Phrixus mengorbankan domba jantan tersebut sebagai rasa terima kasih kepada Zeus dan mempersembahkan bulu emasnya kepada Raja Aeëtes dari Colchis, dan sebagai tanda terima kasih, sang raja memberikan tangan putrinya, Chalciope kepada Phrixus. Nephele kemudian menempatkan sang domba jantan emas tersebut di antara bintang-bintang. Setelah Phrixus wafat, arwahnya kembali ke Yunani untuk menghantui sepupunya Pelias yang telah merebut tahta Iolcus di Thessaly yang seharusnya tahta diteruskan oleh Jason. Pelias akan menyerahkan tahta kepada Jason jika ia dapat membawakan bulu emas dari Colchis. Inilah yang melahirkan kisah perjalanan legendaris, Jason dan Argonauts.

Ketika sampai di Colchis, Jason meminta bulu domba dengan sopan kepada Raja Aeëtes namun Raja menolaknya. Bulu domba tersebut digantungkan di pohon Ek di hutan Suni yang dijaga oleh seekor ular besar yang tidak pernah tidur. Namun putri raja, Medea, jatuh cinta kepada Jason dan menawarkan diri untuk membantu mencuri bulu domba tersebut. Pada malam hari, keduanya merayap ke dalam hutan, kemudian Medea menyihir ular penjaga sehingga tertidur dan sementara itu Jason mencuri bulu domba yang tergantung bersinar seperti awan yang disinari mentari terbit. Menurut Apollonius Rhoudius, bulu domba itu sangatlah besar hingga dapat menutupi seekor sapi muda. Ketika Jason menyingkapkan bulu tersebut di bahunya, bulu itu menjuntai hingga tanah dan membuat tanah bersinar keemasan dan berkilau saat Jason dan Medea melarikan diri bersamanya.

Setelah bebas dari pasukan raja Aeëtes, Jason dan Medea kemudian menikah dan menggunakan bulu domba tersebut sebagai kain pada tempat tidur pernikahan mereka. Jason kemudian menggantungkan bulu domba tersebut di tempat penyimpanan terakhirnya di Kuil Zeus di Orchomenus ketika kembali ke Yunani.

 

Ragam Nama 

Aries, sang domba, disebut sebagai Ariete di Itali, Belier di Perancis, dan Widder di Jerman. Orang-orang Yunani mengenalnya sebagai Κριός (Krios), yang berarti domba. Pada peta bintang era awal, sang domba digambarkan dalam posisi berjongkok tanpa sayap dan kepalanya menghadap ke arah Taurus. Sebagai rasi bintang yang relatif redup, maka yang paling mencolok adalah formasi garis lengkung yang terbentuk dari ketiga bintangnya yang menandai lokasi kepalanya. Beberapa bintang terangnya, yaitu Hamal, Sheratan (Beta Arietis) berasal dari bahasa Arab yang berarti “dua” yang mungkin dari tanda tanduk yang kedua, dan Mesarthim.

Di lain tempat, astronom Tiongkok menyebut garis lengkung yang dibentuk oleh bintang Alpha, Beta, dan Gamma sebagai Lou (婁), yang diartikan sebagai ikatan. Lou juga sebagai tanda rumah bulan (lunar mansion) ke 16. Ho Peng Yoke mengartikan nama itu sebagai (tali) laso, sedangkan Sun dan Kistemaker mengatakan bahwa Lou adalah arit untuk panen. Ketika budaya perbintangan Tiongkok dibangun, bulan penuh yang paling dekat dengan titik balik musim gugur terletak di Lou. Menurut sebuah cerita, kaisar mengorbankan seekor sapi atau domba jantan tepat setelah titik balik, dan rumah bulan dikatakan sebagai tempat berkumpulnya hewan sebelum pengorbanan. Rasi bintang ini juga dikaitkan dengan waktu panen karena tampak seorang wanita yang membawa sekeranjang makanan di kepalanya. Bintang 35 Ari, 39 Ari, dan 41 Ari adalah bagian dari rasi bintang bernama Wei (胃). Bintang Delta dan Zeta adalah bagian dari rasi bintang Tianyin (天 陰). Bintang Mu, Nu, Omicron, Pi, dan Sigma digambarkan sebagai rasi bintang Zuogeng (左 更).

Dalam astronomi Ibrani, Aries bernama Taleh, yang menandakan Simeon atau Gad; melambangkan “lamb of the world” atau anak domba dunia. Orang-orang Suriah menyebut rasi bintang ini sebagai Amru, sedangkan orang Turki menamainya Kuzi. Di Kepulauan Marshall, beberapa bintang dalam Aries dimasukkan ke dalam rasi yang menggambarkan lumba-lumba, bersama dengan bintang-bintang dari rasi bintang Cassiopeia, Andromeda, dan Triangulum. Bintang Alpha, Beta dan Gamma membentuk kepala lumba-lumba. Sementara itu, bintang-bintang dari Andromeda membentuk tubuh dan bintang-bintang terang di Cassiopeia membentuk ekor. Dalam astronomi Peru, Aries disebut Market Moon dan Kneeling Terrace, karena sebagai pengingat kapan harus mengadakan festival panen tahunan yang dikenal sebagai Ayri Huay.

 

Identifikasi Beberapa Bintang Terang

 

Gambar 3. Peta Rasi Bintang Aries
(https://www.iau.org/static/public/constellations/gif/ARI.gif)

Gambar 4. Peta Identifikasi Objek Terang di di Aries (software : Stellarium 0.19.3)

 

Aries adalah salah satu dari 48 rasi bintang yang digambarkan oleh astronom Ptolemaeus pada abad ke-2 yang kesemuanya menjadi bagian dari 88 rasi bintang modern. Aries merupakan rasi bintang yang berukuran sedang yang berada di urutan ke-39 berdasarkan luasannya dan rasi bintang yang cukup redup karena hanya memiliki 4 bintang terang dari 66 bintang kasat mata (lihat tabel 1) yang terdapat di rasi bintang ini, yaitu Hamal (Alpha Arietis), Sheratan (Beta Arietis), Mesarthim (Gamma Arietis), dan 41 Arietis. Sebagiannya dapat dilihat pada tabel di bawah.

Gambar 5.
Sistem Astrologi Tiongkok Kuno
(https://aeea.nmns.edu.tw/2006/0607/ap060710.html)

Berdasarkan pola asterisme, beberapa bintang terang dalam rasi bintang Aries termasuk ke dalam Tali Ikatan (Bond, 婁) dan Petugas Hutan (Official in Charge of the Forest, 左更). Bintang-bintang yang termasuk dalam dalam Tali Ikatan adalah:

Tabel 2. Daftar bintang dalam kelompok Tali Ikatan

Sedangkan bintang-bintang yang termasuk pada asterisme Petugas Hutan adalah:

 

 Tabel 3. Daftar bintang dalam kelompok Petugas Hutan

Gambar 6. Posisi bintang terang sebagai penanda gambaran Sang Domba
(https://www.constellationsofwords.com/stars/Mesarthim.html)

Hamal

Dalam Almagest, Ptolemeus menggambarkan Alpha Arietis sebagai the star over the head atau bintang di atas kepala. Nama lainnya adalah El Nath. Hamal berasal dari bahasa Arab راس الحمل  rās al-ħamal yang berarti kepala sang domba, sedangkan El Nath juga berasal dari bahasa Arab النطح an-naţħ yang berarti tanduk sang domba. Beberapa nama lain dari Hamal sebagai berikut:

Tabel 4.
Daftar nama lain dari bintang Hamal

 

Hamal merupakan bintang raksasa berwarna jingga yang memiliki magnitudo visual 2,00 juga merupakan bintang urutan ke 50 kecerahannya di langit. Kecerlangannya sekitar 90 kali kecerlangan Matahari. Bintang raksasa bertipe K ini lebih dingin dari Matahari, memiliki diameter 15 kali diameter Matahari dan jaraknya 65,81 tahun cahaya. Hamal memiliki sistem keplanetan, yang terdiri dari Alpha Arietis B yang merupakan exoplanet gas yang mengorbit pada bintangnya selama 380,8 hari dengan besar massa 1,8 kali massa Jupiter dan berjarak 1,2 sa dari bintangnya. Penemuan exoplanet ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 2010.

Sheratan

Merupakan bintang kedua paling terang setelah Hamal di rasi bintang Aries. Sheratan atau Beta Arietis memiliki magnitudo visual 2,60. Bintang ini berjarak 58,66 tahun cahaya dari Bumi, tergolong bintang kelas A5V yang berada di posisi tanduk domba. Sheratan tergolong bintang ganda dengan periode orbit 107 hari. Nama Sheratan berasal dari Bahasa Arab yaitu Al Sharatan الشراطا atau “dua tanda” dan nama lain dari Sheratan adalah:

 

Tabel 5
Daftar nama lain dari bintang Sheratan

Selain di rasi bintang Aries, Sheratan dalam budaya menera langit juga termasuk anggota dari beberapa rasi atau asterisme berikut:

Tabel 6.
Daftar rasi bintang/asterisme dari bintang Sheratan

Sheratan termasuk bintang kelas spektrum A5 yang memiliki temperatur sekitar 8200 K. Tergolong bintang ganda di mana keduanya begitu dekat dengan jarak hanya 0,64 sa dan mengorbit dalam rentang 107 hari saja. Ketika sedang mengorbit, jarak terdekatnya dapat mencapai 0,08 AU dan jarak terjauhnya mencapai 1,2 AU (rasio 16 kali).

 

Mesarthim

Mesarthim merupakan bintang biru-putih terterang keempat di rasi bintang Aries setelah 41 Arietis. Mesarthim merupakan bintang ganda. Pertama kali ditemukan oleh Robert Hooke tahun 1664. Sistem bintang ganda ini terdiri dari Gamma-1 Arietis dan Gamma-2 Arietis yang terpisah sejauh 7,7 detik busur atau sekitar 500 sa. Kedua bintang ini merupakan bintang tipe A yang memiliki magnitudo yang hampir sama, masing-masing 4,75 dan 4,83 di mana gamma-2 merupakan komponen yang lebih terang. Meskipun gamma-1 terlihat lebih redup (kasat mata), namun sejatinya lebih terang dari gamma-2 karena temperaturnya lebih tinggi (lebih banyak gelombang dalam rentang ultraviolet yang tidak kasat mata. Gamma-1 memancarkan cahaya 56 kali lebih terang dari luminositas Matahari, sedangkan gamma-2 memancarkan cahaya 43 – 52 kali lebih besar dari luminositas Matahari. Nama Mesarthim berasal dari bahasa Ibrani dan bahasa Sansekerta yang berarti “domba yang gemuk” atau “bintang utama di rasi bintang Aries”. Beberapa nama lain dari Mesarthim adalah:

 Tabel 7. Daftar nama lain dari bintang Mesarthim

Mesarthim selain anggota dari rasi Aries, juga merupakan anggota dari berbagai rasi atau asterisma bersama dengan Beta Arietis.

 

41 Arietis

41 Arietis merupakan sistem tiga bintang yang berada di rasi bintang Aries yang terdiri dari 41 Arietis A dan 41 Arietis D. Bintang 41 Arietis A terdiri dari 41 Arietis Aa dan 41 Arietis Ab. Adapun bintang 41 Arietis Aa atau yang juga disebut Bharani adalah bintang paling terang dalam sistem tiga bintang ini. Bintang 41 Ari B dan 41 Ari C secara visual merupakan bagian dari 41 Ari A, tetapi secara fisik bukan bagian dari sistem bintang 41 Arietis. 41 Arietis memiliki magnitudo visual 3,60 menjadikan sistem tiga bintang ini paling terang ketiga setelah Hamal dan Sheratan. Komponen utama dari sistem bintang ini memiliki warna biru-putih dengan massa 3,1 kali masa Matahari dan bersinar 160 kali luminositas Matahari. Bintang 41 Arietis Aa atau Bharani (Devanagari : भरणी) merupakan nakshatra kedua dalam astronomi Hindu, bersama dengan 35 Arietis dan 39 Arietis. Nakshatra terkait lunar mansion atau rumah bulan, berasal dari Rig Veda di mana Nak berarti malam, dan Shatra berarti selalu sama. Nakshatra berarti bintang yang nampak pada malam hari.

Meskipun Bharani lebih terang dari bintang lain setelah Alpha dan Beta Arietis, ia hanya memiliki identifikasi berbasis Flamsteed saja. Ketika astronom Johann Bayer menetapkan pemakaian alfabet Yunani untuk tingkat kecerlangan bintang, Bharani tidak terlihat sebagai bagian dari Aries. Sebelum ditetapkan batas-batas rasi bintang resmi di tahun 1920-an, Bharani berada pada rasi bintang lain bersama 33, 35, dan 39 Arietis. Bharani juga merupakan nama dewa keberuntungan pada agama Hindu.

Bharani memiliki nama lain sebagai berikut:

Tabel 8. Daftar nama lain dari bintang Bharani

Selain dari rasi bintang Aries, Bharani juga merupakan anggota dari berbagai rasi atau asterisme berikut:

Tabel 9. Daftar rasi bintang/asterisma dari bintang Bharani

 

 

Objek Menarik

Karena tergolong rasi bintang yang redup, maka tidak banyak objek menarik yang dapat diamati di rasi bintang Aries, pada awalnya dianggap tidak seperti rasi bintang lainnya di mana terdapat banyak gugus bintang, nebula, dan lainnya. Biasanya, salah satu objek yang menyita perhatian adalah yang termasuk dalam NGC (New General Catalog) yang merupakan katalog Deep Sky Object yang disusun oleh John Louis Emil Dreyer tahun 1888. Katalog ini berisikan gugus bintang, nebula, dan galaksi dengan identifikasi berupa angka atau nomor. Kini diketahui bahwa pada wilayah Aries pun dijumpai banyak objek NGC seperti diantaranya terdapat pada tabel 10 di bawah ini.

 

Tabel 10.
Daftar nama galaksi di rasi bintang Aries

NGC 772

NGC 772 merupakan galaksi paling besar dan terang yang ada di rasi bintang Aries. Magnitudonya 10,30 dan merupakan galaksi yang sangat besar dengan diameter dua kali diameter Bima Sakti, yaitu 220.000 tahun cahaya. Diperkirakan galaksi ini memiliki 1 triliun bintang didalamnya. Galaksi ini memiliki kemiripan dengan Bima Sakti, keduanya memiliki satelit, yaitu galaksi kecil NGC 770 yang mengorbit dekat dan terikat secara gravitasi dengan galaksi induknya.

Gambar 7. NGC 772
(https://en.wikipedia.org/wiki/NGC_772)

 

Hujan Meteor

Hujan meteor Daytime Arietid akan mulai aktif dari pertengahan bulan April hingga akhir bulan Juni dan akan berada pada puncaknya sekitar 10 Juni 2020. Di Jakarta, hujan meteor ini baru akan terlihat sekitar pukul 03:42 WIB dini hari sampai terbit fajar pukul 05:36 WIB. Titik radian akan mencapai kulminasinya pada pukul 10:00 WIB dan hujan meteor akan mencapai tampilan terbaiknya sesaat sebelum fajar pada tanggal 10 Juni 2020. Adapun sebenarnya puncak aktivitasnya sendiri terjadi pada pukul 14.00 WIB. Berikut ini daftar hujan meteor Arietid.

 

Tabel 11
Daftar hujan meteor Arietid.

 

Pengantar

Berdasar sezarah kisah di atas jelas bahwa masyarakat telah berusaha menafsirkan hadirnya jagad semesta dengan segala isi dan fenomenanya, termasuk yang terkait rasi bintang. Tiap daerah atau bangsa punya imajinasinya, baik dalam ujud kosa kata maupun cerita rakyat, terlepas dari sisi astrologi, mitos, takhayul, maupun Astronomi. Inilah pemicu langkah menuju taraf pengetahuan zaman ke-kini-an. Berharap, penulis masih mendapat kesempatan untuk mendongeng kisah rasi bintang Zodiak lainnya, dan walau yang di sini hanya sezarah sekalipun, semoga bacaan ini bermanfaat. Salam Astronomi. –WS

 

 

Daftar Pustaka

Burnham, Jr., Robert, 1978, Burnham's Celestial Handbook

Philip’s Atlas of the Universe

Staal, Julius D. W., 1988, The New Patterns in the Sky: Myths and Legends of the Stars. The McDonald and Woodward Publishing Company. ISBN 978-0-939923-04-5.

Wilkinson, P. and N. Philip, 2007, Mythology, Dorling Kindersley, London, p.69, 76-7, 89

  

Situs

https://almeida.co.uk/medea-week2

https://www.ianridpath.com/startales/Aries.htm

https://www.universetoday.com/19603/Aries/

https://aeea.nmns.edu.tw/2006/0607/ap060710.html

https://www.constellation-guide.com/constellation-list/Aries-constellation/

https://www.iau.org/public/themes/naming_stars/#table

https://www.acilsestante.it/ASTRONOMIA/costellazioni/costellazioni_finestra_manuale/costellazione_Aries/stelle/D07_ALPHA_ARIETIS.html

https://exoplanets.nasa.gov/exoplanet-catalog/7038/alpha-arietis-b/

https://stars.astro.illinois.edu/sow/Sheratan.html

https://stars.astro.illinois.edu/sow/Mesarthim.html

https://stars.astro.illinois.edu/sow/Mesarthim.html

https://stars.astro.illinois.edu/sow/41ari.html

https://www.universeguide.com/star/Mesarthim

https://www.constellationsofwords.com/Constellations/Aries.html#Speculation_on_the_meaning_of_this_celestial_feature

https://www.star-facts.com/bharani/

https://freestarcharts.com/Aries

https://in-the-sky.org/data/catalogue.php?cat=NGC&const=8&sort=0&view=1

https://www.glyphweb.com/esky/ngc.html

https://www.spacetelescope.org/images/potw1945a/

https://www.spaceweather.com/meteors/arietids.html

https://in-the-sky.org/news.php?id=20200610_10_100

https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/roje_lista.php?corobic_roje=0&sort_roje=0

https://en.wikipedia.org/wiki/Aries_(constellation)

https://en.wikipedia.org/wiki/IAU_designated_constellations_by_area

https://id.wikipedia.org/wiki/Zodiak

https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_bintang_di_rasi_bintang_Aries

https://en.wikipedia.org/wiki/Gamma_Arietis

https://www.wikiwand.com/en/Bharani

https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_NGC_objects

https://en.wikipedia.org/wiki/NGC_680

https://en.wikipedia.org/wiki/NGC_691

https://en.wikipedia.org/wiki/NGC_694

https://en.wikipedia.org/wiki/NGC_695

https://en.wikipedia.org/wiki/NGC_765

https://en.wikipedia.org/wiki/NGC_770

https://en.wikipedia.org/wiki/NGC_772

https://en.wikipedia.org/wiki/NGC_781

https://en.wikipedia.org/wiki/NGC_803

https://en.wikipedia.org/wiki/NGC_810

https://en.wikipedia.org/wiki/NGC_820

https://en.wikipedia.org/wiki/NGC_821

https://en.wikipedia.org/wiki/NGC_877

https://en.wikipedia.org/wiki/NGC_900

https://en.wikipedia.org/wiki/NGC_903

https://en.wikipedia.org/wiki/NGC_904

https://en.wikipedia.org/wiki/NGC_918

https://en.wikipedia.org/wiki/NGC_935_and_IC_1801

https://en.wikipedia.org/wiki/NGC_938

https://en.wikipedia.org/wiki/NGC_972

https://en.wikipedia.org/wiki/NGC_990

https://en.wikipedia.org/wiki/NGC_992

https://en.wikipedia.org/wiki/NGC_1134

https://en.wikipedia.org/wiki/NGC_1156