Written by widya sawitar

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

OPHIUCHUS
SANG PENAKLUK ULAR
(Bagian Pertama)

Widya Sawitar

“. . . the length of Ophiuchus huge
In th' arctic sky”
(Kutipan karya Milton, Paradise Lost / penelope.uchicago.edu/astronomy)
perseus.tufts.edu/hopper/book=10:commline=275 )

Gambar 1
Ophiuchus tampak memegang ular besar, Serpens, yang tergambar pada Atlas Coelestis
karya John Flamsteed (1729), yang terbagi antara Serpens Caput dan Serpens Cauda.
Ophiuchus terlihat berdiri di atas Scorpius Sang Kalajengking.
Tampak pula formasi huruf V di atas ekor ular (Serpens Cauda), sebelah kanan bahu Ophiuchus,
membentuk rasi bintang Taurus Poniatovii yang kini ditiadakan,
yang keberadaannya dibuat oleh Abbe Poczobut dari Wilna Polandia (1777).
Garis putus-putus di kaki Ophiuchus adalah lingkaran ekliptika.
( ianridpath.com/startales)
( lhldigital/compoundobject/collection/astro_atlas ) ( lhldigital/singleitem/collection/astro_images )

Gambar 2
Simbol Ophiuchus (Unicode: U+26CE; https://en.wikipedia.org/wiki/Miscellaneous_Symbols)
Simbol dari manusia yang memegang ular.
Ular itu sendiri merupakan rasi bintang yang terpisah, yaitu Serpens.
(catatan: ada beberapa versi tentang simbol ini, misal https://spaceplace.nasa.gov/starfinder2/en/ )

Genitif: Ophiuchi
Singkatan: Oph
Urutan Luas: 11
Sejarah: Salah satu dari 48 rasi bintang dalam daftar karya Ptolemy (Almagest)
Nama Yunani: Ofioucoz (Ophiouchos)

Ophiuchus merupakan salah satu rasi bintang Zodiak dan terbagi dua oleh ekuator langit nyaris sebanding, walau yang berada di belahan selatan sedikit lebih luas. Namanya berbasis Yunani adalah pemegang atau sebut pawang ular. Wilayahnya di antara Aquila, Serpens, Scorpius, Sagittarius, dan Hercules. Membentang dari sebelah timur kepala Sang Perkasa Hercules hingga ke Scorpius; sebagian wilayahnya berada di dalam jalur putih Bima Sakti. Walaupun senantiasa digambarkan bersama ular, tetapi identifikasi bintang anggotanya antara sang tokoh dengan ularnya berbeda. Ophiuchus kini merupakan rasi bintang Zodiak yang ke 9, diapit oleh Scorpius dan Sagittarius. Matahari melewati daerah ini antara tanggal 29 November hingga 18 Desember.

 

Keunikannya tampak jelas tergambar di atas bahwa Ophiuchus diapit oleh Serpens (ular) yang terbagi 2, yaitu bagian Serpens Caput (kepala) dan Serpens Cauda (ekor). Gambarannya merupakan pengejawantahan seorang pria dengan ular melingkar di pinggangnya. Dia memegang sisi di mana terdapat kepala ular di tangan kiri dan sisi ekornya dengan tangan kanannya. Ular itu sendiri merupakan rasi bintang yang berdiri sendiri. Ophiuchus dulunya juga disebut Serpentarius, yang ditemukan pada beberapa atlas yang lebih tua seperti pada karya Johann Bayer dan Johannes Hevelius. Adapun Flamsteed dan Bode sekedar memasukkan nama alternatif tersebut ke dalam katalognya. Namun, tetap menyebut Ophiuchus untuk wilayah langit tersebut. Penelusuran mitologi dan ragam nama rasi bintang pada artikel ini utamanya berasal dari referensi karya Ian Ridpath dan Allen.

 

MITOLOGI

Masyarakat Yunani menyetarakannya sebagai tokoh Asclepius (atau Asklepios), sang dewa pengobatan (Aesculapius dalam bahasa Latin) yang merupakan putra Apollo dan Coronis (Yunani: Korone atau Koronis; ada yang mengatakan ibunya adalah Arsinoë; kisah lain dari pasangan Arsippos dan Arsinoe). Konon Coronis sempat hidup bersama dengan manusia bernama Ischys, saat dia sedang mengandung anak dari Apollo. Seekor gagak menceritakan hal itu pada Apollo. Namun, justru hal tersebut membuat sang gagak mendapat murka, dikutuknya sang gagak dari yang berwarna putih menjadi hitam. Tidak lama berselang, Apollo pun dengan kecemburuannya langsung membidik Coronis dengan panah (versi lain, yang memanah adalah saudara perempuannya, yaitu Artemis; Cornelius, 2005) dan sempat mengambil sang janin dari rahim Coronis saat api pembakaran jenasahnya mulai berkobar. Versi lain, yang menyelamatkan janin tersebut adalah Hermes (Mercury)(Cornelius, 2005). Dibawanya sang bayi ke Chiron, Sang Centaur yang bijak yang terejawantah sebagai rasi bintang Centaurus (lihat planetarium.jakarta.go.id/Chiron). Sang bayi kemudian diasuh dan dianggap putra sendiri dan mengajarinya ilmu seni penyembuhan dan berburu. Asclepius menjadi sangat ahli dalam bidang kedokteran, bahkan konon dapat membangkitkan yang mati.

Pada suatu kesempatan di Crete, Glaucus, putra muda dari raja Minos, saat bermain lalu terjatuh ke dalam wadah madu dan tenggelam. Saat Asclepius merenungi tubuh Glaucus, datanglah seekor ular kemudian dibunuhnya ular tersebut dengan tongkatnya. Tidak lama kemudian datang lagi ular yang lain membawa ramuan dan meletakkannya di tubuh ular yang mati. Ajaib, ular tersebut hidup kembali. Asclepius mengambil ramuan tersebut dan meletakkannya di tubuh Glaucus, dan kejadian sama berulang di mana Glaucus hidup kembali (Robert Graves mengemukakan bahwa hadirnya ramuan dalam kisah ini terkait dengan ramuan yang kala itu disebut mistletoe, yang dahulu dianggap memiliki sifat regeneratif yang hebat, tetapi mungkin itu sebenarnya kulit pohon willow, sumber asam salisilat, yang kini diketahui sebagai bahan aktif aspirin). Karena kejadian ini, menurut Hyginus, Ophiuchus digambarkan di kubah langit sedang memegang ular, yang menjadi simbol penyembuhan dan juga berbasis dari fakta bahwa ular berganti kulit setiap tahunnya dan dengan demikian tampak selalu terlahir kembali.

Pendapat lain bahwa Asclepius mendapatkan ramuan (darah Medusa) yang diberi oleh dewi Athene. Darah yang mengalir pada tubuh sisi kiri Medusa adalah racun, dan yang di sisi kanannya konon dapat membangkitkan orang mati.

Salah satu tokoh yang dibangkitkan oleh Asclepius adalah Hippolytus, putra dari Theseus, yang tewas saat terlempar dari keretanya (ada pendapat terejawantah sebagai rasi bintang Auriga, sang penunggang kereta kuda). Dengan memberi 3 sentuhan ramuan di dada dan memantrainya, maka bangkitlah kembali Hippolytus.

Hades, Sang Penguasa Dunia Bawah, menjadi gundah. Apabila kebangkitan demi kebangkitan terus berlangsung, maka pada akhirnya membuat aliran jiwa yang mati ke wilayahnya akan berakhir. Keluhan ini diutarakan ke saudaranya, Zeus yang kemudian Zeus menghantam Asclepius dengan petirnya, dengan alasan bahwa membangkitkan yang mati adalah menyalahi hukum semesta ( theoi.com/Asklepios ). Apollo pun marah pada perlakuan kasar terhadap putranya dan membalas dengan membunuh 3 Cyclope. Untuk menenangkan Apollo, maka Zeus menjadikan Asclepius hidup abadi dengan menempatkannya di antara bintang-bintang sebagai Ophiuchus (Zeus dalam posisi yang sulit karena tidak dapat menghidupkan Asclepius kembali). Sementara itu ada versi yang menyatakan bahwa sang ibu, Coronis pun diletakkan di langit sebagai rasi bintang Corvus. Selain itu, Homer mengidentifikasikannya sebagai Paion (Paeeon, Paeon), tabib para dewa dan uniknya bahwa tokoh Asclepius adalah manusia biasa. Namun, berikutnya tokoh Paion diidentikkan dengan Apollo. Dalam versi lainnya (Apuleius) bahwa sang ular dikatakan sebagai asistennya.

Kisah lain terkait Carnobon ( theoi.com/star-myths ), raja dari masyarakat Getae di Thrace. Saat pahlawan Triptolemus memberi wilayahnya dan mengajak masyarakat untuk menggarap bidang pertanian, dia mengorbankan salah satu ular terbangnya. Karena ulahnya ini, dia dihukum oleh para dewi (?) dan kemudian ditempatkannyalah di langit sebagai peringatan. Atau versi yang terkait Heracles Sang Penakluk Naga. Heracles pada kisahnya mengabdi pada ratu Omphale dari Lydia, salah satu tugas adalah membunuh ular raksasa yang mengancam negerinya yang kemudian oleh Zeus, sebagai penghormatannya, ditempatkan di langit.

Juga hadirnya tokoh Phorbas (Polyzelus), pahlawan dari Pulau Rhodes. Ketika pulau tersebut terancam dengan adanya ular, sang pahlawan menghabisi semua ular tersebut. Sebagai penghargaan, maka ditempatkanlah dia di antara bintang gemintang oleh dewa Apollo. Phorbas dikisahkan sebagai putra dari Lapithes dan Orsinome. Saudara laiki-lakinya adalah Perifas. Atas undangan masyarakat Pulau Rhodes, Phorbas dimohon untuk membebaskan pulau mereka dari ular-ular yang merajalela. Keberhasilannya membuatnya dipuja sebagai pahlawan dan dijuluki Ophiuchus dan diabadikan di langit perbintangan. ( pantheon/phorbas ).

 Gambar 3
Ophiuchus tampak memegang ular besar, Serpens, yang tergambar pada Atlas Coelestis,
juga rasi bintang yang kini tidak ada lagi, yaitu banteng kecil Taurus Poniatovii.
(ianridpath.com/atlases/urania)

Berbasis kisah lain, Phorbas melawat dari Thessaly ke Olenos, tempat Alector, raja Elis yang memohon bantuannya melawan Pelops, kemudian berbagi kerajaan dengannya. Phorbas lalu mengizinkan putrinya, Diogeneia menikah dengan Alector, dan dia sendiri menikahi Hyrmine, saudara perempuan Alector, berputra Augeas dan Actor.

Versi selanjutnya menyangkut hadirnya tokoh Triopas, raja Thessalia. Dalam keserakahannya ia menghancurkan atap dari kuil Demeter demi membangun istana. Sang dewi dalam amarahnya membuat sang raja mengalami kelaparan yang berkelanjutan dan mengirim seekor ular untuk mengganggunya. Hingga saatnya meninggal, lalu sang dewi menempatkannya di antara bintang-bintang untuk melanjutkan keabadiannya dalam perjuangannya menghadapi ular.

Ada pula yang meyakini bahwa Asclepius adalah leluhur dari Hippocrates (Hippokrátēs, 460 – 370 SM; Cornelius, 2005), ahli pengobatan yang sangat terkenal pada masa Pericles yang berasal dari Cos (Koos, Yunani Kuno), bahkan dijuluki Father of Medicine ( https://en.wikipedia.org/wiki/Hippocrates ).

 

RAGAM NAMA

Yang umum adalah Ophiuchus (atau Serpentarius), penakluk ular, bukan Ophiuchus Serpentarius. Di Italia disebut Ofiuco, atau Schlangenträger bagi masyarakat Jerman, dan di Perancis dikenal sebagai Serpentaire.

Pada awalnya, pada karya Hyginus, keduanya menjadi sebuah rasi bintang saja (ragam ceritanya seperti yang telah dikisahkan pada bagian mitologi bahasan terakhir), termasuk budaya awal pada masyarakat Sogdians dan Khorasmian. Sebutan Ofioucoz (Ophiouchos) muncul pada budaya Yunani awal, atau yang pernah muncul adalah mogeroz (Mogeros) untuk menceritakan sifatnya yang pekerja keras. 

Sebutan lain yang pernah muncul adalah Ophiulchus, Ophiulcus, dan Ophiultus; atau Ophiuculus dan Ophiulculus. Adapun pada era klasik abad 16 dan 17 merujuk pada Afeichus, Afeichius, dan Alpheichius. Julukan Serpentarius pertama kali disebut oleh Germanicus. Sementara itu, juga disebut Serpentiger, Serpentis Lator, Serpentis Praeses, dan Serpentinarius, seperti juga Anguifer oleh Columella (atau lainnya, Anguiger). Cicero dan Manilius menyebut Anguitenens. Golius menjulukinya sebagai pawang ular karena dalam salah satu versi menyebutkan hal tersebut, selain juga menyembuhkan gigitan ular berbisa; dan ini juga dijumpai pada karya adaptasi Al Sufi, bahwa rasi bintang tersebut dikenal sebagai le Psylle dalam karya asli Schjellerup.

Pada eranya bahwa julukan pemegang ular (serpent-holder) umumnya disebut Asklhpioz (Asclepios  atau Aesculapius), yang digambarkan oleh Raja James I sebagai "sang penyembuh setelah menjadi dewa," terkait ritual penyembahan terhadap ular yang dikaitkan sebagai simbol kehati-hatian, peremajaan, kebijaksanaan, dan kekuatan dalam menemukan ramuan herbal. Berkat bimbingan ayahnya, Apollo dan Chiron, Aesculapius menjalaninya sebagai profesinya yang paling awal, lalu menjadi ahli bedah pada kapal (kisah Argonaut). Selama perjalanan yang terkenal itu berakhir, dia menjadi sangat profesional dan mulai dapat membangkitkan yang mati, diantaranya Hippolytus, seperti dinyatakan oleh Raja James I:

Hippolyte. After his members were drawin in sunder by foure horses, Esculapius at Neptun's request glewed them together and revived him.

 

Seperti yang telah dibahas bahwa dengan suksesnya berkali-kali membangkitkan makhluk dari kematiannya, termasuk Orion, maka yang salah satunya berdasarkan pengaduan dari Pluto (Hades), pada akhirnya membuat Zeus menghantamnya dengan petirnya lalu meletakkannya di langit.

Sosoknya juga dikaitkan dengan adanya tokoh Caecius, Sang Buta, yang berhasil dibunuh oleh Hercules yang telah dinyatakan oleh Dante pada karyanya Inferno. Dalam pemetaannya di langit memang pada awalnya membingungkan dalam menentukan batas antara dua kelompok bintang tersebut, antara Ophiuchus dan Serpens. Termasuk, apabila ditelusuri lebih ke asal muasal mitologinya, yaitu era Mesopotamia, yaitu adanya tokoh Izhdubar dan Sang Naga Tiāmat. Juga munculnya kisah Triopas, raja Perrhaebia dan seiring ada Carnabon, Carnobon, Carnabas, dan Carnabus, sang pembunuh Triopas; Lainnya tokoh Phorbas, putranya yang membebaskan Rhodes dari ancaman ular (lihat mitologi di atas); kisah Cadmus yang berubah menjadi ular; Jason yang berburu domba emas Aries; Aesacus, dari kisah Hesperia; Aristaeus, dari kisah Eurydice; Laocoön yang bertarung dengan ular; atau lainnya, Caesius, atau Glaucus, sang dewa laut, meskipun julukan yang terakhir ini, diidentifikasi oleh beberapa pemerhati dengan Androgĕus, yang mungkin berasal dari nama-nama terkait yang berhasil dibangkitkan dari kematiannya oleh Aesculapius. Mungkin, kedekatan ini pula menyebabkan mereka seolah menjadi satu di langit.

Masyarakat Arab mengadaptasi nama Yunani menjadi Al Hawwāʽ di mana Assemani nyatakan sebagai Alhava, Collector Serpentum; tetapi muncul pada globe perbintangan sebagai Al Haur, yang diubah oleh masyarakat Moor menjadi Al Hague, dan oleh para penulis astronomi awal menjadi Alangue, Hasalangue, atau Alange. Sementara di Turki penyebutannya Yilange. Namun, dari penelusuran bahwa “rasanya” ini berasal dari nama latin, yaitu Anguis, kata yang sangat dikenal oleh astronom Arab dan Moor (seperti dalam karya Aratus). Adapun di masyarakat Eufrat (Syria), juga memiliki kisah serupa dan untuk kisah ularnya mereka sebut sebagai Nu-tsir-da dan Brown mengaitkannya dengan Sa-gi-mu, the God of Invocation.

Gambar 4
Ilustrasi Ophiuchus (dan Serpens) di ranah Arab ( icoproject.org/img )

 

Gambar 5
Deskripsi Ophiuchus berbasis budaya Arab (Davis, 1944; p.22-23)

Menurut Pliny, bintang-bintang ini “berbahaya” bagi manusia, penyebab ragam kematian akibat beraneka racun; Milton membandingkannya dengan kehadiran setan dalam ujud komet yang “membakar” rasi bintang ini. Mungkin pemikiran ini tercetus dari fenomena terlihatnya komet di rasi bintang tersebut pada tahun 1495, 1523, 1537, dan 1569, yang mungkin memang diketahui oleh Milton (lihat kutipan pada awal artikel), karena Lord Bacon pun menulis dalam Astronomy bahwa komet muncul (terlihat) 2 kali di zamannya; pertama di Cassiopeia, dan kedua di Ophiuchus.

Penggambaran tokoh pada rasi bintang ini umumnya sebagai lelaki tua, mungkin dibuat berdasarkan gagasan adanya patung yang terkenal di Epidaurus; tetapi pada Manuscript Leyden dan planisphere dari para pendeta Geruvigus menggambarkannya sebagai seorang bocah lelaki telanjang yang berdiri di atas kalajengking dan memegang ular di tangan; dan Aratus dan Hyginus memiliki gambaran yang mirip.

Bayer menambah julukan dengan atribut Ophiuchus Grus aut Ciconia Serpenti cum Inscriptione, Elhague, yang menurutnya berasal dari bangsa Moor, tetapi Ideler menegaskan bahwa itu bermula dari derek (grus) atau bangau (stork), yang terdapat pada planisphere di Turki; dan dalam Almagest (1551) sempat disinggung julukan Ciconia. Semua ini, mungkin, dapat ditelusuri hingga ke India kuno, yang mitologinya sebagian besar astronomis, yaitu hadirnya tokoh Adjuntant-bird (burung pengawal), Ciconia Argala, yang kerap muncul dalam ritual pemujaan terkait Soma, dewa Bulan.

 

ZODIAK

Seperti yang terdapat pada sejarah Mesopotamia bahwa rasi bintang Zodiak yang paling awal dan sebagai penentu titik Kardinal adalah Taurus, Leo, Scorpius, dan Aquarius (kisaran 3000 SM). Berikutnya adalah hadirnya Gemini, Virgo, Sagittarius, dan Pisces (hingga 1000 SM) lalu menyusul Capricornus. Pada era babylonia, sekitar 500 Sm barulah penentuan Aries, Cancer, dan Libra yang menjelang era masehi menjadi penentu titik kardinal karena menyadari adanya pergeseran akibat presesi Bumi (Roger, 1998). Yang pertama memperhitungkan secara cermat adalah Hipparchus bahwa besarnya presesi Bumi diperoleh sekitar 46 detik busur per tahun (46”/tahun) atau periode presesi Bumi sekitar 28.174 tahun. Kenyataannya adalah sekitar 50,26”/tahun atau periode presesi Bumi sekitar 25.785 tahun. Dilanjutkan kemudian oleh Ptolemy yang sempat membuat adanya teori episikel berbasis Apollonius. Selanjutnya era Abu’Abdallah al-Battani (Albategnius, 858 – 929 M) di mana Al Battani juga yang mengganti dasar perhitungan di sana yang berawal dari pedoman 1 hari 120 periode menjadi 1 hari terdiri dari 24 bagian (24 jam). Sekaligus menghitung gerak presesi Bumi dengan hasil 54,5”/tahun dan sudut inklinasi bidang ekuator – ekliptika sebesar 230 35’.

Kembali kepada Ophiuchus bahwa dalam kasus di atas pada awalnya, dahulu kala, Ophiuchus tidak terlalu dikedepankan sebagai lokasi yang dilewati oleh Matahari dalam lintasan semu tahunannya sehingga dalam zonasi Zodiak tidak termasuk kecuali yang 12 yang selama ini dikenal. Kini Matahari melintasi wilayah Ophiuchus antara tanggal 29 November hingga 18 Desember, dengan rentang kisaran 19 hari. Jadi, Matahari lebih banyak menghabiskan waktunya berada di Ophiuchus dibandingkan di Scorpius yang hanya 6 hari saja (22/23 hingga 28 November). Dahulu, mungkin, hanya melewati sedikit bagian ujung kaki saja dari Ophiuchus, maka tidak pernah disebutkan. Namun, kini lebih dominan di rasi bintang ini dibandingkan dengan Scorpius. Dapat disebut bahwa Desember Solstice, 21 Desember, Matahari akan di Sagittarius. Karena presesi, maka akan tiba waktunya titik ini bergeser ke arah barat, dan saatnya ke Ophiuchus nanti kisaran tahun 2269 ( earthsky.org/constellations )

Apabila dahulu kala (sejak era Mesopotamia) selalu ada koreksi, termasuk munculnya istilah Titik Pertama Aries yang kini berada di Pisces, maka sejak era Ptolemy (abad kedua), koreksi ini tidak dilakukan sehingga patokan astrologi yang populer dengan dunia ramal meramal peruntungan tidak lagi melihat atau berpedoman pada posisi Matahari di kubah langit yang sesungguhnya, yang biasa dijadikan patokan para pendahulunya. Sejak itulah terpisah antara Astronomi sebagai science dengan astrologi (pseudoscience). Yang menarik bahwa (spaceplace.nasa.gov ) sebenarnya pada era Babylonia kisaran 3000 tahun lalu tercatat adanya pemetaan yang menyebutkan terdapat 13 rasi bintang dalam jalur Zodiak. Kala itu, mereka menghapus Ophiuchus. Apakah perhitungan menjadi sulit? Sebut 360/13. Walau demikian, sejak era itupun terjadi kesulitan karena perhitungan setahun adalah dalam 360 hari sehingga tetap selalu dilakukan koreksi. Ataukah angka 13 menjadi sesuatu bilangan yang unik? Pemikiran lain, mungkin hal ini terkait kisah mitologinya sendiri, yang erat dengan ular, racun, dan kematian, yang bahkan Zeus pun menjadi murka, ataupun faktor spirit lainnya yang hingga kini masih serba tidak pasti. Namun, yang tampak jelas bahwa memang Matahari kala itu tidak lama melewatinya dibandingkan dengan sekarang.

 

PETA LANGIT PADA BUDAYA TIONGKOK

Dalam catatan Tiongkok ( wikipedia/Ophiuchus_in_Chinese_astronomy ) bahwa banyak bintang di Ophiuchus termasuk pada kelompok Three Enclosure bersama Hercules, Serpens, Corona Borealis, dan Aquila (non Zodiak), tepatnya kelompok Heavenly Market Enclosure (Right dan Left), atau sebutannya Tian Shi Yuan. Sebagian lainnya termasuk 2 kelompok besar, yaitu kelompok timur Azure Dragon of the East (Dong Fang Qing Long, terkait musim panas, lihat artikel Scorpius-Sang-Kalajengking) dan kelompok utara dalam pembagian wilayah langitnya yang disebut the Dark Warrior atau Mysterius Warrior di mana lebih populer dengan nama Black Tortoise of the North (Bei Fang Xuan Wu, Kura-kura Hitam, penanda utara, walau ada yang menyebut kura-kura dan ular). Wilayah Ophiuchus sendiri disebut She Fu Zuo, konstelasi manusia ular.

Di sini diberikan peta langit yang sekaligus menunjukkan bahwa bintang-bintang anggota Ophiuchus dapat dilihat terpencar dalam beberapa kelompok bintang berbasis peta langit pada masyarakat Tiongkok seperti contoh pada gambar di bawah ini (mungkin ada yang berminat untuk menelusuri lebih mendalam tentang latar belakang ataupun filosofis hadirnya peta langit ini):

Gambar 6
Peta Langit di Tiongkok Kuno (54): Zuoyuan, Shilou, Tianshi
RA 17 – 19, deklinasi -20 hingga +30 derajat, meliputi Hercules, Aquila, Serpens, dan Ophiuchus.
Kelompok Tianshi Zuoyuan dikenal sebagai Dongyuan (Donglai),
merupakan tembok kota Tianshiyuan.
Dari utara ke selatan, ada sebelas area/negara:
Wei, Zhao, Jiuhe, Zhongshan, Qi, Wuyue, Xu, Donghai, Yan, Nanhai, dan Song.
(Credit: Chen Huihua (AEEA Group, NMNS))
(in Chinese; https://aeea.nmns.edu.tw/2006/0606/ap060623.html )

Gambar 7
Peta Langit Tiongkok kuno (55): Tianyuan Youyuan
RA 15 – 17, deklinasi -20 hingga +30 derajat, meliputi Hercules, Serpens, dan Ophiuchus.
Kelompok Youyuan dikenal sebagai Xiyuan (Xiyuan),
Juga merupakan tembok kota Tianshiyuan.
Dari utara ke selatan, ada sebelas area:
Hezhong, Hejian, Jin, Zheng, Zhou, Qin, Shu, Pakistan, Liang, Chu, dan Korea Selatan.
Walaupun sebagian besar nama negara atau nama tempat Zuoyuan di Tianshi dan Youyuan di Tianshi sudah ada pada Periode Negara-Negara Berperang, di antara mereka,
nama daerah dan Kaisar Hanwen hanya ada di Hejian selama Dinasti Han.
Pembentukan tembok kota tidak bisa lebih awal dari Dinasti Han.
Credit: Chen Huihua (AEEA Group, NMNS)
(in Chinese; https://aeea.nmns.edu.tw/2006/0606/ap060624.html )

Gambar 8
Peta Langit Tiongkok Kuno
(56): Clan, Zongzheng, Throne, Hou (kiri) dan (9): Heart Su (kanan)
Kisah pada gambar kiri bahwa menurut sarjana Dinasti Tang Wang Ximing "Dan Yuan Zi Bu Tian Ge",
Ziweiyuan adalah bagian tengah Yuanyuan, Taiweiyuan adalah Yuan atas,
dan Tianshi Yuan adalah Yuan bawah.
Tianshiyuan (lihat gambar 7) ada di barat laut Ziweiyuan (RA 15 – 19, deklinasi -20 – +50 derajat). Tianshiyuan adalah pasar tempat orang-orang di “langit” berkumpul.
Dalam "Jin Shu – Astronomical Records" disebut bahwa Tianshi
sebagai "sang pangeran, juga kota para pangeran."
Oleh karenanya, bintang-bintang di kiri dan kanan Tianshi memakai nama pangeran,
dan di samping perdagangan alat penimbang di pasar, ada pangeran, kerabat dan rombongannya.
Pada gambar kanan terkait Xinsu yang dikenal sebagai "takhta"
dan terdiri dari 3 bintang di Scorpius dan Xinshu adalah kelompok utama.
Menurut catatan " Tiān guān shū ", bahwa Xin Su 2 adalah raja (Antares),
Xin Su 1 adalah sang pangeran, dan Xin Su 3 adalah sang putra (?).
(Catatan: Yījù “tiān guān shū” jìzǎi, xīn sù èr wéi tiānwáng, xīn sù yī wèi tàizǐ, xīn sù sān wèi shùzǐ)
Pada kelompok ini terdapat bintang anggota Ophiuchus (di atas Xinshu);
(pada gambar kanan formasinya seperti huruf L terbalik, di atas garis ekliptika,
yaitu bintang, berturut dari yang terjauh dari garis ekliptika (puncak huruf L) ke arah ekliptika,
dōng xián yī (phi), dōng xián èr (chi), dōng xián sān (psi), dan dōng xián sì (omega).
(Masih dibutuhkan koreksi. Penelusuran di sini berbasis peranti lunak Stellarium 0.14.2)
(Credit: Chen Huihua (AEEA Group, NMNS))
(in Chinese; https://aeea.nmns.edu.tw/2006/0606/ap060625.html )
(in Chinese; https://aeea.nmns.edu.tw/2006/0605/ap060509.html )

 

 

Gambar 9
Berbasis Peta Langit Tiongkok Kuno pada gambar 8 kanan di atas,
Dicoba penelusurannya dengan peranti lunak Stellarium 0.12.4.
Tampak bagian jantung atau hati di mana Antares sebagai pusatnya
(3 bintang dengan nokhtah besar warna hitam pada gambar 8, ke arah kiri atau tepi
adalah bintang Tau Scorpii dan ke kanan Antares adalah bintang Al Niyat).
Adapun, bagian Ophiuchus bentuk L terbalik di gambar ini ada dalam lingkaran kuning.

 

PETA LANGIT DAN OBSERVASI

Gambar 10. Peta Langit Ophiuchus
Tampak lokasi ditemukannya objek Messier,
yaitu M9, M10, M12, M14, M19, M62, M107 (dipaparkan pada Ophiuchus Bagian Kedua)
https://www.iau.org/public/themes/constellations/ )

Berbasis kota Jakarta, maka yang terbaik dalam mengamati keseluruhan wilayah Ophiuchus adalah mulai kisaran pertengahan Juni di mana Sang Penakluk Ular pada pukul 19:30 WIB telah berada di atas garis ufuk timur dengan ketinggian sekitar 20 derajat (permukaan 00, puncak langit 900, patokan ketinggian adalah bintang Alpha Ophiuchi / Rasalhague / 55 Ophiuchi). Malam demi malam, pada pukul waktu yang sama, bintang ini dapat terlihat akan bergeser semakin ke arah barat. Saatnya pertengahan Oktober, maka seluruh wilayah rasi bintang ini pada jam yang sama telah berada di atas garis ufuk barat.

Gambar 11. Peta Langit Ophiuchus (Peranti Lunak Stellarium 0.12.4)

 

IDENTIFIKASI BINTANG TERANG

Tabel 1
Hanya bintang yang memiliki penamaan berbasis Bayer (indeks abjad Yunani)
dengan batas kecerlangan magnitudio visual m = 4,8.
https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_stars_in_Ophiuchus )

Catatan:
B = Bayer
HD = Henry Draper Catalogue
HIP = Hipparcos Catalogue
RA = Right Ascension (J2000.0)
Dekl = Declination (J2000.0)
m = magnitudo visual
M = magnitudo mutlak
d = jarak (dalam tahun cahaya; tc)
α² CVn (variabel) = merupakan bintang variabel dengan kelas luminositas Deret Utama dan kelas spektrum B8p sampai A7p (p: peculiar). Komposisi kimiawinya tidak biasa (peculiar) dengan hadirnya garis spektrum silikon, strontium, atau krom yang kuat. Medan magnetnya pun lebih besar dan kecerlangannya berubah-ubah dengan variasi antara 0,01 hingga 0,1 magnitudo dengan periode antara 12 jam hingga 160 hari.

 

Alpha Ophiuchi 

Ras Alhague atau Rasalgue, berasal dari Rās al Ḥawwāʽ, kepala sang penakluk ular (bagi masyarakat Moor adalah El Hauwe), yang pertama dan menjadi satu-satunya nama dalam karya Bayer. Dalam Alfonsine Tables (1521) disebut Rasalauge, dan inipun dari berawal dari Ras Alhagas, Ras Alhagus, Rasalange, Ras al Hangue, Rasalangue, Ras Alaghue, Rasalhagh, Alhague, dan Alangue. Nama Azalange muncul pada masyarakat Turki walau diduga juga berasal dari ranah Arab dan lebih mengarah pada nama kelompok bintangnya. Untuk bintang muncul nama Ras al HayroKazwini mengutip nama Al Rāʽi, Sang Gembala, dari masyarakat Arab era awal, yang kini menjadi nama bintang Gamma Cephei, mungkin adaptasi dari Rauḍah atau padang rumput; berdekatan dengan bintang Alpha Herculis di mana namanya menjadi Kalb al Rāʽi, Anjing Gembala. Adapun pada masyarakat Tiongkok dikenal sebagai How (bangsawan) dan bintang-bintang kecil disekitarnya dijuluki Hwan Chay.

Beta Ophiuchi

Cebalrai, Celbalrai, dan Cheleb merupakan adaptasi dari Kalb al Rāʽi yang dalam kasus di sini maksudnya adalah "The Heart of the Shepherd," yang Brown mengartikan secara tidak tepat dengan Celabrai-nya.

Gamma Ophiuchi

Disebut Muliphen. Namun, belum ada data asal muasal julukan ini. Bintang Beta dan Gamma Ophiuchi di Tiongkok disebut Tsung Ching.
Bintang 70 Ophiuchi, sebelah timur Beta dan Gamma Ophiuchi merupakan bintang ganda berperiode 88 tahun. Komponennya bermagnitudo visual 4,1 dan 6,1, berwarna kuning dan ungu, jarak keduanya antara 1,7 hingga 6,7 detik busur. Pada tahun 1898 dideteksi jarak tersebut 2,05 detik busur. Dengan paralaks 0,16 detik busur diketahui jaraknya sekitar 20 tc. Dijumpai pergerakannya unik sehingga timbul dugaan adanya pasangan bintang yang belum terdeteksi.

Delta Ophiuchi

Sebutannya Yed Prior. Berawal dari ranah Arab, Yad yang artinya tangan dan yang pertama disebut oleh Bayer dan diadaptasi oleh Flamsteed.

Epsilon Ophiuchi

Yed Posterior, bintang (yang berada di) belakang atau yang mengikuti, adalah termasuk nama yang ada dalam daftar peta langit modern (kecuali Bayer). Di Tiongkok disebut Tsoo, nama salah satu Negara bagiannya dan bersama bintang Iota Ophiuchi (?) dan beberapa lainnya membentuk kelompok Hwan Chay.
Dua bintang Yed, bersama dengan bintang Zeta dan Eta Ophiuchi, bintang Alpha, Delta, dan Epsilon Serpentis membentuk kelompok Nasaḳ al Yamaniyy, Garis Batas Selatan dari Padang Rumput, yang di sini menempati sebagian besar langit; bintang-bintang lain di Ophiuchus dan Hercules membentuk Nasaḳ al Shāmiyyah, atau Batas Utara. Bintang-bintang di antara kedua Nasak ini menandai Rauḍah itu sendiri dan Al Aghnām, Sang Domba (yang berada) didalamnya yang dijaga oleh Gembala dan Anjingnya, yaitu dua bintang yang menandai kepala Ophiuchus dan Hercules.
Sebutannya bagi masyarakat tepi Eufrat adalah Nitaχ-bat, Manusia Maut. Secara kebetulan, dalam astrologi modern, ada yang menyatakan bahwa bintang yang menjadi tanda dari tangan Ophiuchus konon dikatakan sebagai bintang yang memiliki pengaruh jahat. Bintang delta dan epsilon sebagai tanda dari tangan sebelah kiri yang memegang ular bagian depan atau kepala, dan bintang tau dan nu sebagai tanda yang memegang bagian ekor ular.

Zeta Ophiuchi

Lokasinya dekat lutut kaki kirinya yang pada budaya Tiongkok disebut Han. Bersama Eta Ophiuchi yang dikenal sebagai Sābiḳ, atau Yang Mendahului, dinyatakan pada katalog Al Tizini. Bagi Brown bahwa Zeta dan Epsilon Ophiuchi merupakan penanda dari asterisme bulan pada masyarakat Akkadia, Muluabat, Manusia Maut; dan bersama dengan bintang Eta, Theta, dan Xi Ophiuchi adalah Garafsa; bagi masyarakat Persia maksudnya adalah penjinak ular; dan bersama dengan Eta Ophiuchi membentuk Bastham yang dalam masyarakat Sogdian artinya “terikat”, "Ophiuchus diselimuti gulungan Ophis"; dan bintang ini bagi masyarakat Khorasmian adalah Sardhiwa, Kepala Si Jahat.

Eta Ophiuchi

Namanya Sābiḳ dalam catalog Al Tizini, dan uniknya kadang nama ini merupakan namanya bersama Zeta Ophiuchi. Beigel menyatakan bahwa nama ini seharusnya adalah Sāīḳ, Sang Pengemudi. Adapun Brown menyatakan bahwa gabungan bintang Eta, Theta, dan Xi membentuk kelompok dalam masyarakat Akkadian sebagai Tsir atau Sir, Sang Ular.

 

IDENTIFIKASI KELOMPOK BINTANG

Beberapa objek kelompok bintang yang berada dalam Ophiuchus dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2
in-the-sky.org/data ) ( astronomy-mall.com/Adventures.In.Deep.Space/Deep-Sky )
 

METEOR SHOWER

Yang menjadi sumber hujan meteor kelompok Ophiuchids hingga kini masih dalam penelitian. Dapat dikatakan tidak ada hujan meteor yang mapan atau yang berstatus established. Semuanya berstatus dalam penelitian (status: working). Namun, ada beberapa yang sebenarnya berstatus established, berbasis telaah radio dan tidak berdasarkan perekaman video seperti kasus 00149 NOP Northern May Ophiuchids (lihat tabel pertama di bawah). Semua tabel di bawah berbasis The International Astronomical Union Meteor Data Center yang dilaksanakan penelitiannya oleh The Astronomical Institute of the Slovak Academy of Sciences, di bawah naungan Division F (Planetary Systems and Bioastronomy) of the International Astronomical Union (IAU).

 

Gambar 12. April Lambda Ophiuchids
Dipotret pada tanggal 22 April 2019 (06:00:00 UT).
Lokasi: Taquara, RS, 95600-000, dekat Porto Alegre – Brasil
( 29,6510 BB / 50,7758 LS )
Elevasi: 36,.8850 m
https://www.imo.net/members/imo_photo/view?photo_id=1132 )

Ada beberapa alasan bahwa data hujan meteor ini tidak diketahui, sekaligus sebenarnya dapat menjadi saran untuk metode pendeteksian pada masa mendatang dan alasan itu antara lain sebagai berikut:

  1. Cahaya Hujan meteor umumnya terlalu lemah sehingga sering tidak teramati. Atau memang jumlahnya tidak banyak, sering luput dalam pendataan;
  2. Rentang aktifitas hujan meteor kadang terlalu pendek, atau terjadinya tidak berkala bahkan bertahun sekali tanpa pola yang teratur;
  3. Dapat jadi titik radiannya jauh di belahan selatan dan seperti diketahui bahwa detektor dominan terletak di belahan Bumi utara;
  4. Faktor kecerlangan yang terlalu redup dan mungkin hanya dapat dideteksi dengan radar yang inipun tidak dapat menutup seluruh kubah langit;
  5. Untuk domain optik, tentu yang terjadi pada siang hari tidak dapat terdeteksi.

Tabel 3
IAUC22DB/MDC2007/Roje/149

 

Tabel 4
Pada jurnal Molau dan Rendtel (2009), terkait data pada tabel hasil penelitiannya,
yaitu pada tabel 5 (p.115) dan 6 (p.117) terdapat catatan hujan meteor berikut ini :

Tabel 5
IAUC22DB/MDC2007/Roje/00150

Tabel 6
IAUC22DB/MDC2007/Roje/00459

Tabel 7
IAUC22DB/MDC2007/Roje/00460

Tabel 8
IAUC22DB/MDC2007/Roje/00352

Tabel 9
IAUC22DB/MDC2007/Roje/00292


Tabel 10
IAUC22DB/MDC2007/Roje/00517

Tabel 11
IAUC22DB/MDC2007/Roje/00536



Tabel 12
IAUC22DB/MDC2007/Roje/00599

 

Tabel 13
IAUC22DB/MDC2007/Roje/00684

Tabel 14
IAUC22DB/MDC2007/Roje/00893

Tabel 15
IAUC22DB/MDC2007/Roje/00889


 

PENGANTAR 

Pada bagian pertama ini sudah dipaparkan, walau ulasannya dapat dikatakan sangat singkat dengan topik ataupun bahasan yang sangat sempit, yang terkait kisah mitologi, ragam nama, Zodiak, pemetaan Tiongkok dan modern, identifikasi bintang terang maupun kelompok bintang cemerlang yang berada pada rasi bintang Ophiuchus. Untuk referensi ditampilkan untuk bagian pertama dan kedua sekaligus.

Pada Ophiuchus Bagian Kedua, akan dicoba untuk menelusuri objek-objek menarik apa saja serta fakta terkait yang sekiranya terdapat pada rasi bintang tersebut. Penemuan demi penemuan dan pengidentifikasian objek dalam rentang saat ini anggap saja sebagai budaya menera langit dalam versi kekinian yang dapat dikatakan bagi bergenerasi ke depan akan menjadi tinggalan yang menarik. Merekalah yang akan menelusuri capaian budaya ini pada masanya kelak sebagai jejak peradaban kita semua. Semoga rentang peradaban dalam mencermati ini akan menjadi benang merah yang semakin jelas sedemikian berdaya guna dalam menjejak budaya insani dari masa ke masa, termasuk tinggalan kita semua didalamnya. Semoga bermanfaat. Salam Astronomi. –WS–

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Allen, R.H., 1963, Star Name, Dover Pub., New York

Bakich, M., 1995, The Cambridge Guide to the Constellations, Cambridge University Press, Cambridge

Barry, R. K., et al, 2008, On the Distance of RS Ophiuchi dalam A. Evans, M. F. Bode, T. J. O’Brien, and M. J. Darnley (eds.), S Ophiuchi (2006) and the Recurrent Nova Phenomenon, ASP Conference Series, Vol. 401

Chesneau, O., et al, 2007, AMBER/VLTI Interferometric Observations of the Recurrent Nova RS Oph 5.5 Days after Outburst, Astronomy & Astrophysics 464 (1): 119–126

Cornelius, G., 2005, The Complete Guide to the Constellations, Duncan Baird Publishers, London

Davis Jr., G. A., 1944, The Pronunciations, Derivations, and Meaning of a Selected List of Star Names, Popular Astronomy 52

Luhman, K.L., et al, 2007, Discovery of Two T Dwarf Companion with the Spitzer Space Telescope, The Astrophysical Journal, 654:570–579

Molau, S. and Rendtel, J., 2009, Ongoing Meteor Work: A Comprehensive List of Meteor Showers Obtained from 10 Years of Observations with the IMO Video Meteor Network, the Journal of the IMO 37:4, p.98–121

Qian, S. B., et al, 2015, Long-term Decrease and Cyclic Variation in the Orbital Period of the Eclipsing Dwarf Nova V2051 Oph, The Astrophysical Journal Supp. Series 221;117

Rogers, J. H., 1998, Origins of the Ancient Constellations: I. The Mesopotamian Traditions, Journal of the British Astronomical Association (JBAA) 108

Schaefer, B. E., 2010, Comprehensive Photometric Histories of All Known Galactic Recurrent Novae, Astrophysical Journal 187 (2)

Wojcikiewicz, E., et al, 2018, Infrared Photometry of the Dwarf Nova V2051 Ophiuchi: I – The Mass Donor Star and the Distance, MNRAS preprint 1 Oktober 2018

 

SITUS

https://aeea.nmns.edu.tw/2006/0605/ap060509.html (in Chinese)

https://aeea.nmns.edu.tw/2006/0606/ap060624.html (in Chinese)

https://aeea.nmns.edu.tw/2006/0606/ap060625.html (in Chinese)

https://cbat.eps.harvard.edu/nova_list.html

https://cbat.eps.harvard.edu/lists/Supernovae.html

https://exoplanet.eu/catalog/11_oph_b/

https://exoplanet.eu/catalog/nu_oph_b/

https://exoplanet.eu/catalog/nu_oph_c/

https://exoplanet.eu/catalog/v2051_oph_(ab)_b/

https://lhldigital.lindahall.org/cdm/compoundobject/collection/astro_atlas/id/1200/show/1186/rec/14

 

https://lhldigital.lindahall.org/cdm/singleitem/collection/astro_images/id/1652/rec/1

https://ned.ipac.caltech.edu/byname?objname=NGC6240&hconst=67.8&omegam=0.308&omegav=0.692&wmap=4&corr_z=1

https://simbad.u-strasbg.fr/simbad/sim-id?Ident=RS+Oph

https://www.aavso.org/vsots_rsoph

https://www.ianridpath.com/atlases/urania.htm

https://www.ianridpath.com/startales/ophiuchus.htm

https://www.cbat.eps.harvard.edu/iauc/08300/08396.html#Item2

https://www.icoproject.org/img/ss59.jpg

https://www.perseus.tufts.edu/hopper/searchresults?q=ophiuchus

https://www.perseus.tufts.edu/hopper/text?doc=Perseus:text:1999.02.0051:book=10:commline=275&highlight=ophiuchus

 

https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00149&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01036&sortowanie=0

https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00150&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01036&sortowanie=0

https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00292&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01036&sortowanie=0

https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00352&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01036&sortowanie=0

https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00459&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01036&sortowanie=0

https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00460&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01036&sortowanie=0

https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00517&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01036&sortowanie=0

https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00536&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01036&sortowanie=0

https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00599&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01036&sortowanie=0

https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00684&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01036&sortowanie=0

 

https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00893&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01036&sortowanie=0

https://www.ta3.sk/IAUC22DB/MDC2007/Roje/pojedynczy_obiekt.php?kodstrumienia=00889&colecimy=0&kodmin=00001&kodmax=01036&sortowanie=0

https://apod.nasa.gov/apod/ap060726.html

https://arxiv.org/abs/0912.4426

https://arxiv.org/abs/astro-ph/0611602

https://astronomy-mall.com/Adventures.In.Deep.Space/Deep-Sky%20Objects%20for%20Binoculars%20and%20the%20Naked-Eye.pdf

https://cdn.uanews.arizona.edu/s3fs-public/story-images/n6240sn_compare.jpg

https://earthsky.org/constellations/born-between-november-29-and-december-18-heres-your-constellation

https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_stars_in_Ophiuchus

https://en.wikipedia.org/wiki/Messier_object

 

https://en.wikipedia.org/wiki/Miscellaneous_Symbols

https://en.wikipedia.org/wiki/NGC_6240

https://en.wikipedia.org/wiki/Ophiuchus

https://en.wikipedia.org/wiki/Ophiuchus_in_Chinese_astronomy

https://en.wikipedia.org/wiki/Rho_Ophiuchi_cloud_complex#/media/File:Rho_Ophiuchi.jpg

https://exoplanetarchive.ipac.caltech.edu/cgi-bin/TblView/nph-tblView?app=ExoTbls&config=planets

https://galileo.ou.edu/exhibits/new-star-foot-serpent-handler

https://hubblesite.org/contents/media/images/2004/29/1584-Image.html

https://hubblesite.org/contents/media/images/2004/29/1587-Image.html

https://hubblesite.org/contents/media/images/2004/29/1589-Image.html

 

https://hubblesite.org/contents/media/images/2004/29/1594-Image.html

https://hubblesite.org/resource-gallery/images

https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_objek_NGC

https://in-the-sky.org/data/constellation.php?id=60

https://pantheon.org/articles/p/phorbas.html

https://penelope.uchicago.edu/Thayer/E/Gazetteer/Topics/astronomy/_Texts/secondary/ALLSTA/Ophiuchus*.html

https://planetarium.jakarta.go.id/index.php/artikel-astronomi/108-scorpius-sang-kalajengking

https://planetarium.jakarta.go.id/index.php/artikel-astronomi/37-chiron-komandan-para-centaur

https://spaceplace.nasa.gov/starfinder2/en/

https://uanews.arizona.edu/story/supernova-discovered-at-ua-skycenter

 

https://ui.adsabs.harvard.edu/abs/2008ASPC..401...52B/abstract

https://web.archive.org/web/20120811051903/https://heasarc.gsfc.nasa.gov/docs/outreach.html

https://www.eso.org/public/news/eso0214/

https://www.iau.org/public/themes/constellations/

https://www.nasa.gov/feature/goddard/2018/astronomers-unveil-growing-black-holes-in-colliding-galaxies

https://www.nasa.gov/mission_pages/spitzer/multimedia/20080211.html

https://www.nasa.gov/press-release/nasa-retires-kepler-space-telescope-passes-planet-hunting-torch

https://www.nasa.gov/press-release/nasa-to-hold-media-call-on-status-of-kepler-space-telescope-today

https://www.spacetelescope.org/images/potw1520a/

https://www.spacetelescope.org/images/opo1828a/

 

https://www.theoi.com/greek-mythology/star-myths.html

https://www.theoi.com/Ouranios/Asklepios.html

 

PERANTI LUNAK

Stellarium 0.12.4 dan Stellarium 0.20.1