Written by Widya Sawitar
Category:

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
SEKILAS SEJARAH KATALOG MESSIER

5h 20m 02s (80d 00' 33") +21d 45' 27"
(September 12, 1758)
“Nebula above the southern horn of Taurus, it doesn't contain any star;
it is a whitish light, elongated in the shape of a flame of a candle, discovered while observing the comet of 1758.
See the chart of that comet.
(Mem. Acad. of the year 1759, page 188; observed by Dr. Bevis in about 1731).
It is reported on the English Celestial Atlas”
(Ref.: Messier 1781)

Catatan: Objek yang diidentifikasi kemudian sebagai M1 ini ternyata merupakan sisa supernova SN1054
yang kala itu cerlang ledakannya dapat disaksikan secara kasat mata dan dicatat oleh beragam budaya di dunia.
Deretan angka paling atas adalah koordinat langit objek tersebut.
Kendati Messier nyatakan ditemukan olehnya, “discoveres while …”;
Namun, dinyatakan pula bahwa bukan dia yang pertama menemukannya (melainkan Bevis).

Written by Widya Sawitar
Category:

User Rating: 2 / 5

Star ActiveStar ActiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
KOMPOSISI UNSUR DAN KLASIFIKASI

The investigation of the surface properties of the minor bodies
in the outer Solar System constitutes a major topic in modern planetary science,
since they represent the “vestiges” of the leftover planetesimals
from the early accretional phases of the outer proto-planetary disk.
Even though they are affected by space weathering and collisional evolution,
they present the most pristine material in present times available for our studies,
from which we can learn about the origin and early evolution of the Solar System
at large distances from the Sun.
(Perna et al, 2010, p.53)

Written by Widya Sawitar
Category:

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
SEJARAH PENEMUAN DAN KEDEKATANNYA DENGAN KITA

Collision of a big asteroid or comet could be fatal,
the immediate devastation caused by the explosion
being only one of the consequences.
The collision would eject a lot of dust to the atmosphere
cooling the climate for several years.
The mass extinction 65 million years ago
seems to have been caused by such an event.
As the comet Shoemaker-Levy hitting Jupiter in 1994 showed,
such collisions are still possible.
(Karttunen, H. (eds), 2007, p.418)

Written by Widya Sawitar
Category:
Busur magnetik Matahari. Credit: NASA

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Siapapun kita, juga segenap makhluk di muka Bumi tentu sudah sangat akrab dengan kehadiran Sang Surya, termasuk ragam mitologi yang bertautan dengannya; juga khususnya bagi kita yang berada di daerah ekuator atau khatulistiwa yang dalam rentang 12 jam dalam sekali putaran Bumi dan sepanjang tahun terpapar cahaya cerlang cemerlangnya.

Written by Widya Sawitar
Category:

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

The investigation of the surface properties of the minor bodies in the outer Solar System
constitutes a major topic in modern planetary science,
since they represent the “vestiges” of the leftover planetesimals
from the early accretional phases of the outer proto-planetary disk.
(Perna, D. et al, 2010, A&A 510, A53, p.1(7))

 

Selama ini, banyak yang telah mengetahui kehadiran Tata Surya dengan beragam anggotanya. Sebut saja yang populer, yang pertama adalah  Matahari sang Surya sebagai bintang induknya (sebut saja sebagai kepala keluarga Tata Surya), kedua adalah planet si pengembara semisal Bumi, dan ketiga adalah satelit sang pengiring planet seperti Bulan. Banyak fenomena alam terkait Matahari, Bumi, dan Bulan yang telah diketahui. Yang keempat, yang juga sering menjadi perhatian adalah anggota Tata Surya yang dikelompokkan sebagai komet si bintang berekor dan yang kelima adalah meteor sang bintang jatuh. Serba sedikit tentang mereka semua sudah beberapa artikel yang telah dimuat pada situs ini. Namun, nyatanya selain keberadaan 5 kelompok anggota ini, masih banyak ragam lagi jenis anggota Tata Surya yang menghiasi setiap sudut ruangnya. Salah satunya adalah benda yang relatif berukuran kecil yang diberi nama Chiron (baca: ki – ron; lihat artikel Chiron: Komandan Para Centaur) yang tidak termasuk pada 5 kelompok di atas. Kini akan dibahas walau serba sedikit tentang benda-benda kecil lainnya. Katakan saja sebagai Penjelajah Kecil di Tata Surya di mana objek inipun banyak kelompoknya tersendiri yang berbeda satu dengan lainnya.