Written by Widya Sawitar
Category:
Ilustrasi Fenomena Konjungsi Bulan dan Planet

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Kini kubah langit malam di atas Jakarta sudah tidak lagi bertabur ribuan bintang karena dampak polusi udara dan cahaya. Namun demikian, masih dapat dilihat bintang yang terang, Bulan, dan planet. Rasi bintang yang sejak ribuan tahun lalu dipakai leluhur untuk bercocok tanam dan mengarungi samudra sebagiannya masih relatif mudah ditera.

Written by Widya Sawitar
Category:
Gerhana Bulan Sebagian. Credit: Fred Espenak

User Rating: 1 / 5

Star ActiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Atas dasar perhitungan astronomi, pada hari Senin malam tanggal 7 Agustus 2017 akan terjadi Gerhana Bulan Parsial (GBP) atau Gerhana Bulan Sebagian (GBS). Proses GBS dimulai pada hari Senin malam tanggal 7 Agustus pukul 22:50:02 WIB dan berakhir pada hari Selasa tanggal 8 Agustus pukul 03:50:56 WIB. Peristiwa GBS ini praktis dapat disaksikan oleh semua pengamat di wilayah Indonesia. Namun demikian, tahapan gerhana yang relatif dapat mudah diamati oleh awam adalah pada hari Selasa dinihari antara pukul 00:22:55 WIB hingga pukul 02:18:10 WIB. Saat inilah Bulan memasuki bayang-bayang utama (umbra) Bumi. Wajah Bulan, yang seharusnya dalam fase purnama, sebagian menjadi gelap. Hal ini membuat wajah Bulan di bagian tepinya menjadi agak cekung. Sebagai catatan: penampakan fenomena langit pada artikel ini berpedoman dengan sekiranya yang dapat disaksikan dari kota Jakarta, termasuk perhitungan waktu kejadiannya (WIB).

Written by Widya Sawitar
Category:

User Rating: 1 / 5

Star ActiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Zeus himself set signs in heaven, marking out the constellations,
and for the whole year
he thought out which stars should most of all give men signs of the seasons,
so that all things should grow without fail.
(Ref.: Hunter)

Gambar 1 Sagittarius memanah Scorpius
Peta bintang ini ada dalam karya Johann Elert Bode, 1747-1826,
dalam bukunya “Uranographia Sive Astrorum ...”
yang terbit tahun 1801. Sebenarnya terdapat 100 rasi bintang dalam karya ini.
(Ref.: The Linda Hall Library Digital Collections dan Ridpath)

Nama Genitif : Sagittarii 
Singkatan : Sgr 
Urutan Luas : 15 
Sumber Awal : Ptolemy dalam karyanya the Almagest
Nama Yunani : Toxote

Written by Widya Sawitar
Category:
Gambar rasi Capricornus karya Johann Bode (1801).

User Rating: 1 / 5

Star ActiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

 

From Zeus let us begin. We men never leave him unspoken:

full of Zeus are all the streets, all the meeting-places of men, full is the sea and the harbours; everywhere it is Zeus whom we all need.

(Hesiod: Works and Days; Ref.: Hunter)

 

Bintang-bintang di kubah langit malam tampak dari Bumi selalu berada pada kelompoknya masing-masing. Kelompok bintang itu disebut sebagai rasi bintang atau konstelasi. Terdapat 88 rasi bintang dan 13 diantaranya adalah tempat pengembaraan Matahari dalam setahun yang biasa juga dikaitkan dengan hari kelahiran kita, yaitu Zodiak. Zodiak juga merupakan tempat bergesernya Bulan dan planet (lihat artikel serial Rasi Bintang Dalam Denyut Budaya).