Written by Widya Sawitar
Category:
Gambar rasi Capricornus karya Johann Bode (1801).

User Rating: 1 / 5

Star ActiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

 

From Zeus let us begin. We men never leave him unspoken:

full of Zeus are all the streets, all the meeting-places of men, full is the sea and the harbours; everywhere it is Zeus whom we all need.

(Hesiod: Works and Days; Ref.: Hunter)

 

Bintang-bintang di kubah langit malam tampak dari Bumi selalu berada pada kelompoknya masing-masing. Kelompok bintang itu disebut sebagai rasi bintang atau konstelasi. Terdapat 88 rasi bintang dan 13 diantaranya adalah tempat pengembaraan Matahari dalam setahun yang biasa juga dikaitkan dengan hari kelahiran kita, yaitu Zodiak. Zodiak juga merupakan tempat bergesernya Bulan dan planet (lihat artikel serial Rasi Bintang Dalam Denyut Budaya).

Written by Widya Sawitar
Category:

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Ref.: George A. Davis Jr. (p.23)

 

Kembali membahas sejarah pemetaaan langit, maka setelah perkembangan budaya Mesopotamia, Sumeria, dan Babylonia, maka yang patut dicatat adalah pada era astronom dan ahli Matematika (juga kedokteran) Yunani yang bernama Eudoxus (390/408 – 337/340/355 SM, dari Cnidus – Laut Hitam), murid dari Archytas dan Plato (428/427 atau 424/423 – 348/347 SM) sang pendiri akademi ilmu pengetahuan di Athena (Gurunya adalah Socrates dan murid terkenalnya Aristotle). Pada era-nya bahwa Astronomi adalah cabang dari Matematika. Jadi dimaklumi apabila kala itu dalam sejarah budaya Yunani ditemui bahwa seorang astronom adalah juga seorang matematikawan (dan umumnya juga sebagai filsuf).

Written by Widya Sawitar
Category:

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
Taurus Sang Banteng
(bagian pertama)


Gambar 1 Taurus

Ilustrasi imajinatif rasi bintang Taurus. Di depan Taurus adalah si kembar Gemini dan di belakang adalah rasi bintang Aries. Secara resmi, gambaran banteng ternyata hanya setengah badan, tidak gambar banteng utuh dari ekor hingga kepala.
Credit: Ide: Pasachoff, p.78 (Handelman/The New Yorker Mag.) / direka dan digambar ulang oleh WS.

*Latar belakang:

Gugus galaksi Abell 1689 – NASA, ESA, E. Jullo (JPL), P. Natarajan (Yale Univ.), J.P. Kneib (Laboratoire d'Astrophysique de Marseille, CNRS, France);

*Bintang-bintang:
Gugus bintang NGC 346 di Awan Magellan Kecil – NASA, ESA and A. Nota (STScI/ESA);

*Badan banteng:
Gugus galaksi Cl 0024+17 – NASA, ESA, and M.J. Jee (Johns Hopkins Univ.)

Written by Widya Sawitar
Category:
Lukisan zodiak di dinding gua. Credit: Constellations – IAU

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

These stars you can see returning in orderly succession as the years pass,
for all these images are very firmly fixed in the heaven through the moving night.

Aratus (315-245 SM) dalam karyanya “Phaenomena” (275 SM) (Ref.: Hunter)

 

Jika kita melihat bintang gemintang di kubah langit malam nan cerah, kesan yang mungkin terjadi dalam rentang usia hidup kita bahwa konfigurasi mereka tampak abadi dan tidak berubah. Perubahan pun hanya “sekedar” bahwa mereka terbit dan terbenam hari demi hari. Bila kita ikuti waktu demi waktu, mereka semua benar-benar meyakinkan kita bahwa mereka “hampir” tidak pernah berubah. Ketika melihat ke samudra perbintangan, yang jelas bahwa Anda akan melihat bintang-bintang yang sama – yang telah disaksikan oleh leluhur kita atau secara global dinikmati oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu, sejak keberadaannya.