Written by Widya Sawitar
Category:

User Rating: 3 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar InactiveStar Inactive

There is a way on high,

conspicuous in the clear heavens,

called the Milky Way,

brilliant with its own brightness.

(Ovid - Metamorphoses, pada abad pertama di Roma. Ref.: Cosmos, p.268)

 

Sejak dulu bangsa kita sudah mengenal adanya penampakan kabut laksana selendang putih tipis membentang dari langit utara ke selatan seperti awan. Pada bagian tertentu terdapat daerah gelap, seperti gambaran orang sedang bertarung dengan naga. Diyakini bahwa gambaran orang itu adalah salah satu tokoh Pandawa Lima dalam kisah Mahabarata, yaitu Bima yang sedang bertarung dengan ular besar (naga). Dalam cerita, Bima memenangkan pertarungan sedemikian lahirlah nama Bima Sakti untuk kabut putih itu (lihat artikel Bima Sakti: Mitologi dalam Budaya Jawa). Bila dilihat cermat, seakan kabut tadi terbelah menjadi 2 pita. Jadi, bila disaksikan dari ufuk ke ufuk akan dimaklumi bila pada budaya tertentu melihatnya seolah penjelmaan dari makhluk berkaki 4 seperti masyarakat di Mesir Kuno.

Written by Widya Sawitar
Category:
Helios dengan Kereta Kudanya. Credit: theoi.com

User Rating: 2 / 5

Star ActiveStar ActiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Seperti yang pernah dinyatakan pada artikel BIMA SAKTI, Mitologi dalam Budaya Jawa yang membahas mitologi dalam budaya Jawa mengenai nama galaksi kita, bahwa “Penelusuran dalam topik ini yang terkait juga dengan sejarah Astronomi tentu masih menjadi medan penelitian yang terbuka luas yang seolah menjadi cakrawala yang tiada terbatas yang juga dapat terjadi karena perbedaan penafsiran terhadap naskah kuno sebagai tinggalan jejak budaya.”

Written by Widya Sawitar
Category:
Ilustrasi Pembentukan Tata Surya. Credit: NASA dan ESA

User Rating: 3 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar InactiveStar Inactive

Tata Surya terdiri dari planet, satelit, planet kerdil, meteoroid, planetoid/asteroid, komet, dan Matahari sebagai bintang sekaligus sebagai pusatnya. Delapan planet berturut dari yang paling dekat Matahari adalah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Mereka mengedari Matahari pada lintasan masing-masing. Kecuali Merkurius (inklinasi/kemiringan bidang orbit 7o),

Written by Widya Sawitar
Category:
Milky Way. Credit: Planetarium Jakarta.

User Rating: 3 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar InactiveStar Inactive

Mengenai penamaan Lintang Bima Sakti, memang banyak versi tuturan ataupun kisah seputar sebutan ini, antara lain cerita terkait Dewaruci, Nawaruci, Bima Suci, Bima Kunthing, Bima Sakti, dll. Beberapa tahun lalu penulis mencoba menelusuri kisah ini sekaligus demi menjawab pertanyaan dari seorang rekan astronom yang sudah sangat senior, baik dari usia maupun kepakarannya. Beliau kebetulan warga Jepang.

Written by Azis & Widya
Category:
Lintasan edar 2016 HO3 terhadap Matahari.

User Rating: 2 / 5

Star ActiveStar ActiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Pada artikel Selintas Tata Surya sedikit disinggung tentang anggota Tata Surya yang pertama kali ditemukan oleh Piazzi tahun 1801, yaitu asteroid yang lalu dinamai Ceres (Tahun 2006, benda ini berubah statusnya menjadi planet kerdil bersama Pluto).

Dengan semakin majunya peranti observasi, diketahui bahwa ternyata jumlah asteroid ada jutaan buah. Hampir semua berada di Sabuk Asteroid, di antara Mars dan Jupiter. Namun, banyak pula yang menyimpang. Hal ini karena dinamikanya serta gangguan gravitasi planet Jupiter sedemikian eksentrisitasnya menjadi besar (lintasan ellips yang sangat lonjong). Mereka ada yang menjadi pengembara sampai ke dekat Merkurius. Yang lintas dekat Bumi sering dijuluki EGA (Earth Grazer Asteroid).