Written by Widya Sawitar
Category:

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Atas dasar perhitungan astronomis bahwa pada hari Rabu tanggal 31 Januari 2018, untuk seluruh wilayah Indonesia dapat menikmati fenomena Gerhana Bulan Total (GBT). Proses GBT (lihat gambar 1) dimulai pada pukul 17:51:15 WIB dan berakhir pada pukul 23:08:27 WIB. Peristiwa GBT ini praktis dapat disaksikan oleh semua pengamat di wilayah Indonesia (lihat gambar 2). Namun demikian, tahapan gerhana yang relatif dapat mudah diamati oleh awam adalah mulai pukul 18:48:27 WIB hingga pukul 22:11:11 WIB. Saat inilah Bulan memasuki bayang-bayang utama (umbra) Bumi. Wajah Bulan, yang seharusnya dalam fase purnama, sebagian menjadi gelap. Hal ini membuat wajah Bulan di bagian tepi menjadi agak cekung. Catatan: deskripsi fenomena di sini berpedoman dengan sekiranya yang dapat disaksikan dari kota Jakarta, termasuk perhitungan waktu kejadiannya (WIB).

Written by Widya Sawitar
Category:

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
SEKILAS SEJARAH KATALOG MESSIER

5h 20m 02s (80d 00' 33") +21d 45' 27"
(September 12, 1758)
“Nebula above the southern horn of Taurus, it doesn't contain any star;
it is a whitish light, elongated in the shape of a flame of a candle, discovered while observing the comet of 1758.
See the chart of that comet.
(Mem. Acad. of the year 1759, page 188; observed by Dr. Bevis in about 1731).
It is reported on the English Celestial Atlas”
(Ref.: Messier 1781)

Catatan: Objek yang diidentifikasi kemudian sebagai M1 ini ternyata merupakan sisa supernova SN1054
yang kala itu cerlang ledakannya dapat disaksikan secara kasat mata dan dicatat oleh beragam budaya di dunia.
Deretan angka paling atas adalah koordinat langit objek tersebut.
Kendati Messier nyatakan ditemukan olehnya, “discoveres while …”;
Namun, dinyatakan pula bahwa bukan dia yang pertama menemukannya (melainkan Bevis).

Written by Widya Sawitar
Category:
Busur magnetik Matahari. Credit: NASA

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Siapapun kita, juga segenap makhluk di muka Bumi tentu sudah sangat akrab dengan kehadiran Sang Surya, termasuk ragam mitologi yang bertautan dengannya; juga khususnya bagi kita yang berada di daerah ekuator atau khatulistiwa yang dalam rentang 12 jam dalam sekali putaran Bumi dan sepanjang tahun terpapar cahaya cerlang cemerlangnya.

Written by Widya Sawitar
Category:

User Rating: 2 / 5

Star ActiveStar ActiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
KOMPOSISI UNSUR DAN KLASIFIKASI

The investigation of the surface properties of the minor bodies
in the outer Solar System constitutes a major topic in modern planetary science,
since they represent the “vestiges” of the leftover planetesimals
from the early accretional phases of the outer proto-planetary disk.
Even though they are affected by space weathering and collisional evolution,
they present the most pristine material in present times available for our studies,
from which we can learn about the origin and early evolution of the Solar System
at large distances from the Sun.
(Perna et al, 2010, p.53)

Written by Widya Sawitar
Category:

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
SEJARAH PENEMUAN DAN KEDEKATANNYA DENGAN KITA

Collision of a big asteroid or comet could be fatal,
the immediate devastation caused by the explosion
being only one of the consequences.
The collision would eject a lot of dust to the atmosphere
cooling the climate for several years.
The mass extinction 65 million years ago
seems to have been caused by such an event.
As the comet Shoemaker-Levy hitting Jupiter in 1994 showed,
such collisions are still possible.
(Karttunen, H. (eds), 2007, p.418)