Written by Widya Sawitar
Category:

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Gambar 1
Konjungsi Venus, Mars, Bulan, dan Jupiter (6 – 7 November 2015)
Credit: M. Rayhan (lokasi: Planetarium Jakarta)

 

Pada era yang sebagian masyarakat katakan serba modern sekarang ini
nyatanya mengorbankan salah satu sisi pola pikir ataupun pandangan manusia
tentang rumah besarnya, yaitu alam semesta
yang justru menjadi karunia-Nya yang begitu megah.
Dalam skala mikro, semisal untuk warga yang tinggal di kota Jakarta
rasanya sudah nyaris lupa bahwa di kubah langit
sebenarnya banyak petunjuk justru tentang eksistensi kesejatiannya.
Kini kubah langit malam di atas Jakarta sudah tidak lagi bertabur ribuan bintang
karena dampak sesuatu yang dikatakan serba canggih
di mana polusi udara dan cahaya justru menjadi keniscayaannya.

Written by Widya Sawitar
Category:

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
AQUARIUS
SANG PEMBAWA AIR KEHIDUPAN

Bagian Kedua

“But in reality, such an age is nowhere near right now.
The naming of an "age" refers to a period in which the vernal equinox
— the place where the sun appears on the first day of spring —
lies inside a specific constellation.
But thanks to the wobbling of the Earth's axis, a phenomenon called "precession,"
the equinox point appears to shift slowly westward against the background stars,
taking 25,700 years for one trip.
Right now, the equinox is located in Pisces;
so actually, it's currently the Piscean Age, and the Age of Aquarius will not dawn until 2599.”
(Joe Rao; October 23, 2015; in space.com/30912-look-at-aquarius-this-week)

Written by Widya Sawitar
Category:

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
GERHANA BULAN TOTAL
SABTU, 28 JULI 2018
PLANETARIUM DAN OBSERVATORIUM
UNIT PENGELOLA PUSAT KESENIAN JAKARTA TAMAN ISMAIL MARZUKI
DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN
PROVINSI DKI JAKARTA

Atas dasar perhitungan astronomis bahwa pada hari Sabtu (dinihari), tanggal 28 Juli 2018, untuk seluruh wilayah Indonesia dapat menikmati fenomena Gerhana Bulan Total (GBT). Proses GBT mulai pada pukul 00:14:49 WIB dan berakhir pukul 06:28:37 WIB. Peristiwa ini dapat disaksikan oleh semua pengamat di wilayah Indonesia (lihat gambar 1). Namun demikian, tahapan gerhana yang relatif dapat mudah diamati oleh awam adalah mulai pukul 01:24:27 WIB (titik U1 pada gambar 2, saat Bulan masuk bayang-bayang utama atau umbra Bumi) hingga pukul 05:19:00 WIB (titik U4 saat Bulan meninggalkan umbra Bumi). Wajah Bulan, yang seharusnya dalam fase purnama, sebagian menjadi gelap, bahkan menjadi merah tua tatkala keseluruhan piringan Bulan memasuki umbra Bumi (pukul 02:30:15 WIB pada titik U3 s.d 04:13:12 WIB pada titik U3). Catatan: deskripsi fenomena di sini berpedoman dengan sekiranya yang dapat disaksikan dari kota Jakarta, termasuk perhitungan waktu kejadiannya yang berbasis waktu wilayah barat (zona +7 atau WIB). Uniknya, bila GBT tanggal 31 Januari pada kondisi Blue Moon, kali ini tidak demikian. Kala itu dalam kondisi Super Moon (perigee), kali ini justru posisi Bulan adalah apogee (Micro Moon).

Written by Widya Sawitar
Category:

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
Kegiatan Penelitian Hisab Rukyat
untuk Penentuan Awal Bulan Zulhijjah 1439H (2018 M)
dalam Rangka Penentuan Idul Adha 1439H
Oleh Tim Planetarium dan Observatorium
Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta

Seperti yang telah beberapa kali dipaparkan pada situs ini terkait penentuan awal bulan dalam kalender bahwa salah satu dari sekian banyaknya aplikasi langsung dari bidang ilmu Astronomi di kalangan masyarakat terwujud dalam bentuk penentuan waktu-waktu yang terkait erat dengan pelaksanaan ibadah keagamaan. Bagaimana pun, ibadah seperti ini banyak yang berpedoman pada kalender berbasis khususnya Bulan (bahkan kombinasi antara posisi Matahari dan Bulan, yaitu sistem luni-solar). Memang secara faktual yang tampak adalah pada umat Muslim yang terkenal dengan kalender Hijriahnya.

Written by Widya Sawitar
Category:

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
RAGAM NAMA ASTEROID

Artikel ini sebagai ucapan terima kasih dan persembahan kepada Ibu Premana W. Premadi,
yang telah begitu banyak sumbang sarannya pada dunia Astronomi,
baik dari koridor sains maupun dunia pendidikan.
Senantiasa berkutat dengan ke kedalaman jagad gede sang semesta
hingga taraf yang sukar dibayangkan,
tanpa meninggalkan jejak kakinya di jagad cilik di landas Bumi,
dan senantiasa berkelindan antara dunia ujud dan ranah spiritnya secara apik.
Ide-idenya yang senantiasa kreatif menimbulkan karya inspiratif dalam aktifitas keseharian
dan menggiring pada kinerja bersama
dalam dunia pendidikan Astronomi di Indonesia maupun dalam dunia internasional.