01.

Informasi Planetarium Dan Observatorium Jakarta

Informasi terbaru tentang Planetarium dan Observatorium Jakarta

Selengkapnya

02.

Jadwal Pertunjukan Teater Bintang

Informasi mengenai Jadwal Pertunjukan Teater Bintang (Planetarium) untuk rombongan dan perorangan.

Selengkapnya

03.

Peneropongan Langit Malam

Melihat lebih dekat benda-benda langit malam seperti Bulan dan beberapa Planet menggunakan teleskop.

Selengkapnya

04.

Peneropongan Matahari

Sudah pernah lihat bintik Matahari? Kalau belum, yuk kita neropong Matahari bersama-sama. Silahkan cek jadwal dan waktunya ya.

Selengkapnya
Category:
Poster observasi benda langit bulan Agustus 2016

Bulan Agustus  ini Planetarium dan Observatorium Jakarta kembali mengadakan kegiatan Peneropongan Benda Langit untuk masyarakat umum. Kegiatan ini tidak dipungut biaya (GRATIS) dan tidak membutuhkan reservasi diawal. Pengunjung silahkan langsung datang ke lokasi pengamatan.

Objek yang dapat diamati pun cukup banyak, jika langit cukup cerah pengunjung dapat melihat planet Jupiter, planet Mars, planet Saturnus dan tentu saja Bulan sebagai satelit Bumi kita.

Adapun detil kegiatan tertera di bawah ini

Written by Widya Sawitar
Category:
Keluarga Matahari. Credit: Photojournal/NASA/JPL

Pada malam yang cerah dapat diamati beraneka benda langit secara kasat mata. sang Surya, taburan bintang, sang dewi malam, si pengembara, sesekali bintang jatuh, dan yang relatif jarang tampak si bintang berekor. Dengan bantuan alat optis seperti kékeran (binokuler) atau teropong bintang (téléskop) ternyata dapat terlihat lebih banyak lagi bintang, bahkan bentukan kawah di Bulan, rupa fase wajah Bintang Kejora, pengiring sang pengembara, dan banyak benda langit lainnya.

Written by Widya Sawitar
Category:

 

In the Orchards of the Gods, He Watch the Canals

Enuma Elish (Sumeria, 2500 SM)

(ref.: Cosmos, p.124)

 

They have likewise discovered two lesser stars, or satellites, which revolve about Mars;

whereof the innermost is distant from the centre of the primary planet

exactly three of his diameters, and the outermost, five;

The former revolves in the space of ten hours, and the latter in twenty-one and a half;

so that the squares of their periodical times are very near in the same proportion

with the cubes of their distance from the centre of Mars,

which evidently shows them to be governed by the same law of gravitation

that influences the other heavenly bodies.

(ref.: Gulliver’s Travels – Jonathan Swift, 1726)

 

At most, terrestrial men fancied there might be other men upon Mars,

perhaps inferior to themselves and ready to welcome a missionary enterprise.

The War of the Worlds (H. G. Wells, 1897)

(ref.: Cosmos, p.126)

 

(Catatan: versi radio oleh Orson Welles, 1938 dan versi layar lebar dengan judul sama dengan aktor utama Tom Cruise yang disutradarai oleh Steven Spielberg dan narrator Morgan Freeman, 2005. Ref.: Wikipedia the free encyclopedia)

 

Sejak keberadaan manusia, mereka sebenarnya telah menyadari keberadaan benda langit yang mirip bintang dengan sifat yang unik, yaitu mengembara di suatu daerah langit tertentu yang populer dengan nama Zodiak. Sang Pengembara di Zodiak inilah yang kemudian dijuluki planet. Jaman dahulu kala telah diketahui secara kasat mata hadirnya 5 planet, yaitu Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus. Sementara kala itu, Bumi belum dianggap sebagai planet. Sang Pengembara ini dalam budaya Nusantara juga dikenal luas seperti julukan di daerah Minangkabau Bintang Bakiba(r), Bintang ba(r)–eda(r), di ranah Sunda Benteung-leumpang, Madura Bintang Ajalan, Bali Pelalintangan, Bugis Dawari atau Sayari, Jawa Lintang Lumaku, Lintang Lumampah.

Written by Widya Sawitar
Category:
Lukisan Mimi Mintuna. Credit: Sawitar, Doni, Mahesa.

Dalam kehidupan sehari-hari bahwa sebuah benda berbentuk piringan di langit yang bercahaya sangat cemerlang pada siang hari biasa dikenal di Indonesia sebagai Matahari. Secara internasional, kata Matahari lebih dominan disebut dalam bahasa Inggris, yaitu dengan sebutan Sun. Baik kemunculan kata Sun maupun yang terkait kata Matahari dalam ranah budaya Nusantara ternyata cukup menarik kalau dikupas.

Written by Widya Sawitar
Category:
Komet terurai

Di Tata Surya, benda langit yang ada bukan hanya sebatas Matahari, planet, satelit, komet, meteor, dan asteroid seperti yang selama ini kita dapatkan pada pelajaran di sekolah dari tingkat SD hingga SMA. Sebenarnya banyak lagi yang lainnya. Dalam Tata Surya, banyak sekali tersebar di segala pelosoknya benda-benda yang relatif kecil dibanding semisal planet dan satelit. Sebut saja mereka itu adalah benda atau penjelajah kecil di Tata Surya, yang salah satunya adalah obyek langit yang dikategorikan sebagai Centaur.