01.

Informasi Penutupan Pelayanan Publik

Informasi Penutupan Pelayanan Publik terkait pandemik virus Corona di Jakarta.

Selengkapnya

02.

Jadwal Pertunjukan Teater Bintang

Informasi mengenai Jadwal Pertunjukan Teater Bintang (Planetarium) untuk rombongan dan perorangan.

Selengkapnya

03.

Kegiatan Peneropongan Langit Malam

Melihat lebih dekat benda-benda langit malam seperti Bulan dan beberapa Planet menggunakan teleskop.

Selengkapnya

04.

Kegiatan Peneropongan Matahari

Sudah pernah lihat bintik Matahari? Kalau belum, yuk kita neropong Matahari bersama-sama. Silahkan cek jadwal dan waktunya ya.

Selengkapnya
Category:

Diberitahukan kepada pengunjung Planetarium dan Observatorium Jakarta bahwa pada hari Minggu tanggal 02 Oktober 2016 (Hari Libur Nasional), pertunjukan teater bintang (planetarium) dan ruang pameran TUTUP. Pertunjukan teater bintang buka kembali pada hari Selasa tanggal 04 Oktober 2016 dan ruang pameran buka kembali pada hari Senin tanggal 03 Oktober 2016. Keputusan ini sesuai dengan ketentuan/kebijakan Planetarium dan Observatorium Jakarta.

 

Terima kasih.

Written by Azis & Widya
Category:
Lintasan edar 2016 HO3 terhadap Matahari.

Pada artikel Selintas Tata Surya sedikit disinggung tentang anggota Tata Surya yang pertama kali ditemukan oleh Piazzi tahun 1801, yaitu asteroid yang lalu dinamai Ceres (Tahun 2006, benda ini berubah statusnya menjadi planet kerdil bersama Pluto).

Dengan semakin majunya peranti observasi, diketahui bahwa ternyata jumlah asteroid ada jutaan buah. Hampir semua berada di Sabuk Asteroid, di antara Mars dan Jupiter. Namun, banyak pula yang menyimpang. Hal ini karena dinamikanya serta gangguan gravitasi planet Jupiter sedemikian eksentrisitasnya menjadi besar (lintasan ellips yang sangat lonjong). Mereka ada yang menjadi pengembara sampai ke dekat Merkurius. Yang lintas dekat Bumi sering dijuluki EGA (Earth Grazer Asteroid).

Written by Widya Sawitar
Category:
Gerhana Bulan Total. Credit: Ronny Syamara

Saat ini harus diakui bahwa kubah langit malam di kota metropolitan Jakarta sudah tidak begitu indah. Hal ini disebabkan karena atmosfer di atas kota Jakarta sudah tercemar oleh gemerlapnya lampu-lampu kota yang sangat terang, sehingga suasana malam hari pun terlihat seperti siang hari (sebut sebagai polusi cahaya). Selain itu, juga kualitas udaranya pun semakin mengkhawatirkan (sebut sebagai polusi udara minimal akibat jutaan kendaraan bersliweran tiap hari).

Category:
Hilal awal Zulhijah 1437 H.

 

Beberapa hari yang lalu tepatnya pada tanggal 1-3 September 2016, tim Planetarium dan Observatorium Jakarta melaksanakan tugas rutin tahunan yaitu Observasi Hilal untuk penentuan awal bulan Zulhijah 1437 H. Tim yang baranggotakan 4 orang memilih lokasi pengamatan di Pantai Anyer - Banten karena memiliki sudut medan pandang ufuk barat yang cukup luas. Namun terkadang kumpulan awan tipis bahkan awan tebal bertipe Cumulus menggantung di atas pulau Sumatera, sehingga Matahari saat terbenam pun kadang sulit teramati dengan baik.

Category:
Poster observasi benda langit bulan September 2016.

Bulan September ini Planetarium dan Observatorium Jakarta kembali mengadakan kegiatan Peneropongan Benda Langit untuk masyarakat umum. Kegiatan ini tidak dipungut biaya (GRATIS) dan tidak membutuhkan reservasi diawal. Pengunjung silahkan langsung datang ke lokasi pengamatan.

Objek yang dapat diamati pun cukup banyak, jika langit cukup cerah pengunjung dapat melihat planet Mars, planet Saturnus dan tentu saja Bulan sebagai satelit Bumi kita.

Adapun detil kegiatan tertera di bawah ini