01.

Jadwal Pertunjukan Teater Bintang Juni 2019

Informasi mengenai Jadwal Pertunjukan Teater Bintang (Planetarium) untuk rombongan dan perorangan.

Selengkapnya

02.

Peneropongan Langit Malam - Juni 2019

Melihat lebih dekat benda-benda langit malam seperti Bulan dan beberapa Planet menggunakan teleskop.

Selengkapnya

03.

Peneropongan Matahari

Sudah pernah lihat bintik Matahari? Kalau belum, yuk kita neropong Matahari bersama-sama. Silahkan cek jadwal dan waktunya ya.

Selengkapnya

04.

Artikel Astronomi

Perluas wawasan mengenai ilmu Astronomi melalui berbagai kumpulan artikel yang dapat dibaca di sini.

Selengkapnya
Written by Widya Sawitar
Category:
GERHANA BULAN TOTAL
SABTU, 28 JULI 2018
PLANETARIUM DAN OBSERVATORIUM
UNIT PENGELOLA PUSAT KESENIAN JAKARTA TAMAN ISMAIL MARZUKI
DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN
PROVINSI DKI JAKARTA

Atas dasar perhitungan astronomis bahwa pada hari Sabtu (dinihari), tanggal 28 Juli 2018, untuk seluruh wilayah Indonesia dapat menikmati fenomena Gerhana Bulan Total (GBT). Proses GBT mulai pada pukul 00:14:49 WIB dan berakhir pukul 06:28:37 WIB. Peristiwa ini dapat disaksikan oleh semua pengamat di wilayah Indonesia (lihat gambar 1). Namun demikian, tahapan gerhana yang relatif dapat mudah diamati oleh awam adalah mulai pukul 01:24:27 WIB (titik U1 pada gambar 2, saat Bulan masuk bayang-bayang utama atau umbra Bumi) hingga pukul 05:19:00 WIB (titik U4 saat Bulan meninggalkan umbra Bumi). Wajah Bulan, yang seharusnya dalam fase purnama, sebagian menjadi gelap, bahkan menjadi merah tua tatkala keseluruhan piringan Bulan memasuki umbra Bumi (pukul 02:30:15 WIB pada titik U3 s.d 04:13:12 WIB pada titik U3). Catatan: deskripsi fenomena di sini berpedoman dengan sekiranya yang dapat disaksikan dari kota Jakarta, termasuk perhitungan waktu kejadiannya yang berbasis waktu wilayah barat (zona +7 atau WIB). Uniknya, bila GBT tanggal 31 Januari pada kondisi Blue Moon, kali ini tidak demikian. Kala itu dalam kondisi Super Moon (perigee), kali ini justru posisi Bulan adalah apogee (Micro Moon).

Written by Widya Sawitar
Category:
RAGAM NAMA ASTEROID

Artikel ini sebagai ucapan terima kasih dan persembahan kepada Ibu Premana W. Premadi,
yang telah begitu banyak sumbang sarannya pada dunia Astronomi,
baik dari koridor sains maupun dunia pendidikan.
Senantiasa berkutat dengan ke kedalaman jagad gede sang semesta
hingga taraf yang sukar dibayangkan,
tanpa meninggalkan jejak kakinya di jagad cilik di landas Bumi,
dan senantiasa berkelindan antara dunia ujud dan ranah spiritnya secara apik.
Ide-idenya yang senantiasa kreatif menimbulkan karya inspiratif dalam aktifitas keseharian
dan menggiring pada kinerja bersama
dalam dunia pendidikan Astronomi di Indonesia maupun dalam dunia internasional.

Written by Super User
Category:

Pada tahun 2018 ini, Planetarium & Observatorium UP PKJ Taman Ismail Marzuki kembali memberi kesempatan kepada masyarakat untuk dapat mengamati benda-benda langit menggunakan teleskop di dalam kubah Observatorium. Selain mengamati benda langit menggunakan teleskop, pengunjung dapat meminta penjelasan mengenai objek yang teramati,  teleskop, observatorium, dan hal-hal lain tentang Astronomi kepada narasumber.

Kegiatan Peneropongan Benda Langit ini terbuka untuk umum dan tanpa dipungut biaya (GRATIS). Pengunjung cukup datang dan registrasi langsung di lokasi.

Berikut jadwal kegiatan Peneropongan di bulan Juli

Written by Super User
Category:

Pada tahun 2018 ini, Planetarium & Observatorium UP PKJ Taman Ismail Marzuki kembali memberi kesempatan kepada masyarakat untuk dapat mengamati benda-benda langit menggunakan teleskop di dalam kubah Observatorium. Selain mengamati benda langit menggunakan teleskop, pengunjung dapat meminta penjelasan mengenai objek yang teramati,  teleskop, observatorium, dan hal-hal lain tentang Astronomi kepada narasumber.

Kegiatan Peneropongan Benda Langit ini terbuka untuk umum dan tanpa dipungut biaya (GRATIS). Pengunjung cukup datang dan registrasi langsung di lokasi.

Berikut jadwal kegiatan Peneropongan di bulan Juni

Written by Widya Sawitar
Category:

Penelitian Hisab Rukyat untuk Penentuan Awal Bulan Syawal 1439H

 

Planetarium dan Observatorium

Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta

 

Kompilasi: Widya Sawitar

 

 

 

PERENUNGAN AWAL (RAMADAN)

Topik penentuan awal bulan Hijriah memang terasa berulang muncul ke permukaan, minimal menyangkut 3 bulan dalam kalender Hijriah, yaitu Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah. Bahkan tahun demi tahun seolah tiada berkesudahan masalah ini muncul ke permukaan. Hal ini terasa sejak tahun 1984 dan sangat terasa pada 2 dekade terakhir di mana masyarakat senantiasa bertanya akan adanya perbedaan dalam sebuah ketetapan yang dibangun utamanya pada ranah religi. Walau tahun demi tahun banyak penjabaran dan penjelasannya, seolah-olah topik seperti ini tidak lekang oleh waktu. Apabila hendak menyimak dengan seksama perkembangannya di masyarakat awam/luas/umum, nyatanya penuh dinamika juga perbedaan. Dapat dikatakan bahwa pada ranah kenyataan, kadang terasa gaduh walau dalam konteks harapan yang positif. Di sini disajikan kembali tinjauan yang sama untuk perhitungan kalender Hijriah tahun 1439H atau tahun 2018 pada kalender Masehi, khususnya menyangkut penentuan awal bulan Syawal. Berikut ini beberapa persoalan disaji-ulangkan kembali dalam hal latar belakang dan yang terkait kegiatan ini. Sekedar mengingatkan kembali.