01.

Informasi Penutupan Pelayanan Publik

Informasi Penutupan Pelayanan Publik terkait pandemik virus Corona di Jakarta.

Selengkapnya

02.

Jadwal Pertunjukan Teater Bintang

Informasi mengenai Jadwal Pertunjukan Teater Bintang (Planetarium) untuk rombongan dan perorangan.

Selengkapnya

03.

Kegiatan Peneropongan Langit Malam

Melihat lebih dekat benda-benda langit malam seperti Bulan dan beberapa Planet menggunakan teleskop.

Selengkapnya

04.

Kegiatan Peneropongan Matahari

Sudah pernah lihat bintik Matahari? Kalau belum, yuk kita neropong Matahari bersama-sama. Silahkan cek jadwal dan waktunya ya.

Selengkapnya
Category:
Planetarium goes to School. Kredit: POJ.

Sebagai ilmu, Astronomi dapat dikatakan sebagai ilmu pengetahuan dasar dan eksakta tertua. Setelah melewati era mitos di masyarakat, perlahan keilmuan ini semakin mapan dalam hal usahanya untuk mengurai gejala alam disekitarnya berlandas beragam keilmuan lainnya, bahkan hingga ranah sosial-budaya dan tentang kehadiran dirinya di luasnya Jagad Raya.

Category:

Gerhana Matahari Total yang akan terjadi pada tanggal 9 Maret 2016 mendatang telah memikat jutaan "mata" masyarakat dunia untuk menyaksikan dan mendokumentasikan fenomena yang cukup langka ini. Segala bentuk persiapan telah direncanakan dan ditindaklanjuti secara maksimal untuk mengabadikan momen Gerhana Matahari Total dan Parsial.

Planetarium dan Observatorium Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta bekerjasama dengan Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) mengadakan Peliputan dan Observasi Gerhana Matahari yang akan dilaksanakan di seputar area gedung Planetarium dan Observatorium Jakarta. Untuk informasi lebih lengkap mengenai detil kegiatan dapat mengunduh Press Release ini.

Category:
Hilal Dzulhijjah 1435H. Kredit: Ronny Syamara

Salah satu aplikasi langsung Astronomi di kalangan masyarakat terwujud dalam bentuk penentuan waktu-waktu yang terkait erat dengan pelaksanaan ibadah keagamaan. Kegiatan tersebut mencakup penentuan jadwal waktu sholat, awal bulan puasa (1 Ramadhan), Idul Fitri (1 Syawal), Idul Adha (10 Dzulhijjah), kalender standard Masehi (berdasar gerak semu Matahari di kubah langit), kalender Hijriyah (berdasar lintas edar ataupun perubahan fase Bulan), dan pelaksanaan sholat gerhana pada saat terjadi Gerhana Matahari atau Gerhana Bulan, dll. Dalam hal ini termasuk penentuan arah kiblat.

Written by Widya Sawitar
Category:
GMT tahun 2006. Kredit: Fred Espenak

Beragam mitos tentang gerhana di berbagai tempat di seluruh dunia sangat menarik untuk disimak sebagai pelestarian kekayaan khasanah budaya manusia pada masa lalu. Salah satunya adalah yang terkait Gerhana Matahari. Baik di India dan Indonesia terdapat kisah Raksasa Batara Kala atau Rahu yang menelan Matahari yang disebabkan rasa dendamnya kepada Sang Surya. Ketika masyarakat belahan Bumi lain berbicara tentang fenomena gerhana, muncul pula cerita tentang Naga Langit yang menelan Matahari atau Bulan. Yang tidak kalah menariknya adalah adanya adat kebiasaan masyarakat tertentu yang begitu beraneka ketika gerhana terjadi.