01.

Informasi Penutupan Pelayanan Publik

Informasi Penutupan Pelayanan Publik terkait pandemik virus Corona di Jakarta.

Selengkapnya

02.

Jadwal Pertunjukan Teater Bintang

Informasi mengenai Jadwal Pertunjukan Teater Bintang (Planetarium) untuk rombongan dan perorangan.

Selengkapnya

03.

Kegiatan Peneropongan Langit Malam

Melihat lebih dekat benda-benda langit malam seperti Bulan dan beberapa Planet menggunakan teleskop.

Selengkapnya

04.

Kegiatan Peneropongan Matahari

Sudah pernah lihat bintik Matahari? Kalau belum, yuk kita neropong Matahari bersama-sama. Silahkan cek jadwal dan waktunya ya.

Selengkapnya
Written by Widya Sawitar dan Cecep Nurwendaya
Category:

Jakarta Tanpa Bayangan
Percobaan Sederhana
yang Memanfaatkan Gerak Harian dan Gerak Tahunan Matahari

Widya Sawitar dan Cecep Nurwendaya

       Seperti halnya benda-benda langit lainnya, Matahari teramati dari muka Bumi melakukan gerak harian dari timur ke barat dengan periode 24 jam. Adanya gerak harian ini terjadi akibat gerak rotasi Bumi.
Arah gerak harian seluruh benda langit tegak lurus terhadap sumbu rotasi Bumi. Arah ini berbeda dengan arah utara-selatan sumbu magnet Bumi seperti yang ditunjukkan oleh kompas. Perbedaan arah ini terjadi akibat sumbu rotasi Bumi tidak berimpit dengan sumbu magnet Bumi, melainkan membentuk sudut inklinasi di pusat Bumi sekitar 11,50. Keadaan ini lebih jauh menyebabkan kutub magnet Bumi tidak berhimpit dengan kutub rotasi, bahkan keduanya terpisahkan sekitar 960 km. Kutub utara magnet Bumi terletak di bagian utara Kanada pada lintang 750 LU, sedangkan kutub selatan magnet Bumi berada di selatan Australia pada lintang 680 LS.

Written by Widya Sawitar
Category:

Bumi dan Jagad Semesta
Sekilas Tinjauan Sejarah Yunani Kuno

Bagian Pertama
oleh
Widya Sawitar

 

How the gods and earth arose at first
And rivers and the boundless swollen sea
And shining stars, and the broad heaven above
(https://www.ancient.eu/Theogony/)

 

Tahap mitos di Yunani memudar menjelang era Masehi. Gagasan fisika-matematis mulai mencuat. Dasar geometri sebagai peranti penjelas gerak benda langit semakin mapan. Tidak lagi bertumpu pada mitos leluhurnya. Namun, paham geosentris masih dominan di mana Bumi dianggap pusat jagad semesta.

 

Written by Nadya Hidayatie & Widya Sawitar
Category:

VIRGO SANG DEWI

Nadya Hidayatie dan Widya Sawitar

In Ogygian ages and among the Orientals,
she was represented as a sun-burnt damsel,
with an ear of corn in her hand, like a gleaner in the fields;
(https://penelope.uchicago.edu)

Gambar 1
Nama Genitif : Virginis (disingkat Vir)
Sumber Awal : Ptolemy dalam karyanya the Almagest
Nama Yunani : Parthenos
(https://www.ianridpath.com/startales/virgo.html)

Virgo merupakan rasi bintang dengan luasan di kubah langit kedua setelah Hydra
(dapat lihat Aquarius Bagian 1) .
Masyarakat Yunani menyebutnya Parthenos (penamaan oleh Ptolemy dalam Almagest;
dapat simak Rasi Bintang dalam Denyut Budaya Bagian 1).
Rasi bintang ini diidentifikasi sebagai Dewi Dike, yang dianggap sebagai dewi keadilan.
Putri dari pasangan Zeus dan Themis.
Dikenal juga sebagai Astraeia, putri dari Astraeus sang Father of the Stars dan Eos (Dewi Fajar).
Virgo digambarkan memakai sayap yang mengingatkan pada gambaran klasik malaikat, memegang tangkai gandum di tangan kirinya (lokasi bintang Spica).

Written by Super User
Category:

SUPERNOVA

BAGIAN KEDUA
SELINTAS KLASIFIKASI DAN SUPERNOVA TIPE I

 Widya Sawitar

 

Hardly any other astrophysical event is as complex and physically diverse
as the death of massive stars in a gravitational collapse and subsequent supernova explosion.
All four known forces of nature are involved and play an important role in extreme regimes of conditions.
Relativistic plasma dynamics in a strong gravitational field sets the stage,
weak interactions govern the energy and lepton number loss of the system
via the transport of neutrinos from regions of very high opacities to the free-streaming regime,
electromagnetic and strong interactions determine the thermodynamic properties,
and nuclear and weak interactions change the composition of the stellar gas.
(Janka et al, 2007, p.38)

 

Catatan Istilah:

  • SNIa : supernova tipe satu a
  • WD : White Dwarf atau Katai Putih
  • SD : single degenerate
  • DD : double degenerate
  • MAB : materi antar bintang
  • CSM : circumstellar matter (materi di sekitar bintang)
  • IME : intermediate mass element
  • tc : tahun cahaya;  1 tc  adalah jarak yang ditempuh cahaya dalam setahun di ruang hampa ≈ 9,4 triliun km. Jadi, jarak Bumi-Matahari ≈ 8,3 menit cahaya. Bintang terdekat ke Matahari adalah Proxima Centauri ≈ 4,2 tc. Andai jarak Bumi – Matahari 1 meter, maka jarak Pluto 40 m, dan jarak Proxima Centauri sekitar 260 kilometer. Dapat dibayangkan, betapa besar galaksi kita, Bima Sakti, yang bergaris tengah sekitar 100 ribu tc.
  • pc : parsec (parallax second) di mana 1 pc ≈ 3,26 tc
  • Mpc : megaparsec.
  • progenitor : bintang cikal bakal supernova atau bintang pra-SN

Seperti yang disampaikan dalam artikel Supernova Bagian Pertama (Mohon maaf sudah cukup lama, 5 Oktober 2017, untuk meneruskan bagian kedua ini) bahwa telaah supernova yang menjadi bahasan di sini berawal gagasan penulisannya dari jurnal berjudul Who Really Coined the Word Supernova? Who First Predicted Neutron Stars? karya Osterbrock, D. E. (2001AAS...199.1501O). Jawabannya adalah Wilhhelm Heinrich Walter Baade dan Fritz Zwicky, yang memakai istilah tersebut pertama kali, serta mendalilkan bahwa sisa ledakan bintang dapat berupa bintang neutron (Zwicky; Physical Review, 1934). Sebelumnya juga diketahui ada fenomena novae, yang lalu muncul istilah hauptnovae, exceptional novae, giant novae, luminous novae, dsb. Pembedanya adalah karakter spektrum dan bentuk kurva cahayanya.

Saatnya diketahui bahwa sejatinya antara novae dan supernovae berbeda, baik dari bintang muasal, proses, kedahsyatan ledakan, dan dampaknya. Adapun supernova juga melahirkan ragam penelitian sehingga klasifikasinya pun ada kalanya terkendala. Contohnya yang ditemukan oleh astronom amatir, F. Garcia, tanggal 28 Maret 1993 di M81 (NGC 3031) di mana dapat dikatakan bahwa karakter pada 2 minggu pertama setelah ledakan sesuai dengan tipe SNII (supernova tipe dua). Setelahnya mirip SNIb.

Bahasan kali ini adalah sekedar ilustrasi ragam pengelompokan, khususnya lebih pada supernova tipe satu (SNI). Inipun tidak membahas teknis analisisnya. Sebut sebagai gambaran bagaimana penggolongan supernova ke dalam ragam tipe.

Written by Super User
Category:

 

 

INFORMASI KEGIATAN
PENGAMATAN UMUM GERHANA MATAHARI PARSIAL
KAMIS, 26 DESEMBER 2019

 

 

Sejak   awal   berdiri,   sesuai   visi,   misi,   dan   tupoksinya,   Planetarium   dan Observatorium Jakarta selalu melaksanakan kegiatan Penelitian, Observasi, dan Penyuluhan Fenomena Astronomi. Oleh sebab itu pada akhir tahun 2019 ini Planetarium dan Observatorium Jakarta mengajak masyarakat untuk menikmati fenomena astronomis yang cukup langka yaitu, PENGAMATAN UMUM GERHANA MATAHARI PARSIAL.