01.

Informasi Penutupan Pelayanan Publik

Informasi Penutupan Pelayanan Publik terkait pandemik virus Corona di Jakarta.

Selengkapnya

02.

Jadwal Pertunjukan Teater Bintang

Informasi mengenai Jadwal Pertunjukan Teater Bintang (Planetarium) untuk rombongan dan perorangan.

Selengkapnya

03.

Kegiatan Peneropongan Langit Malam

Melihat lebih dekat benda-benda langit malam seperti Bulan dan beberapa Planet menggunakan teleskop.

Selengkapnya

04.

Kegiatan Peneropongan Matahari

Sudah pernah lihat bintik Matahari? Kalau belum, yuk kita neropong Matahari bersama-sama. Silahkan cek jadwal dan waktunya ya.

Selengkapnya
Written by Super User
Category:

Penelitian dan Pengamatan Bulan

dalam Penentuan Awal Kalender Bulan

(Penelitian Hisab Rukyat untuk Penentuan Awal Bulan Syaban 1441H)

 

Oleh:

Tim Observasi Planetarium dan Observatorium UP PKJ TIM

Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta

Kompilasi oleh: Widya Sawitar

 

            Seperti yang telah dipaparkan pada situs ini tentang hal yang sama tahun sebelumnya, di sini akan disajikan kembali perhitungan untuk tahun 1441H (2020 M). Kendati demikian, tetap disaji-ulangkan kembali tentang latar belakang dan yang terkait kegiatan ini untuk sekedar mengingatkan lagi atas segala yang terkait perhitungan, penentuan keputusan, dan alasannya.

            Salah satu aplikasi Astronomi adalah penentuan waktu pelaksanaan ibadah keagamaan, khususnya bagi umat Muslim dengan kalender Hijriyah-nya. Contohnya penentuan jadwal sholat, awal bulan Syaban (yang didalamnya ada malam Nisfu Syaban, tanggal 15), awal ibadah puasa (1 Ramadhan), Idul Fitri (1 Syawal), awal bulan Dzulhijjah (pedoman Idul Adha, tanggal 10), atau penentuan Tahun Baru Hijriyah (1 Muharram). Contoh lain seperti pelaksanaan sholat gerhana (perhitungan kapan terjadinya Gerhana), penentuan arah kiblat, dll. Pada paparan ini ditinjau khususnya dalam Penelitian dan Pengamatan Bulan dalam Penentuan Awal Kalender Bulan, atau lebih spesifik adalah perhitungan (hisab) dan rencana pengamatan (rukyat) posisi Bulan Sabit Awal (hilal atau Anak Bulan) untuk menentukan awal kalender Bulan, lebih khusus adalah penentuan awal bulan Syaban 1441H berbasis bidang ilmu Astronomi.

Written by Widya Sawitar dan Cecep Nurwendaya
Category:

Jakarta Tanpa Bayangan
Percobaan Sederhana
yang Memanfaatkan Gerak Harian dan Gerak Tahunan Matahari

Widya Sawitar dan Cecep Nurwendaya

       Seperti halnya benda-benda langit lainnya, Matahari teramati dari muka Bumi melakukan gerak harian dari timur ke barat dengan periode 24 jam. Adanya gerak harian ini terjadi akibat gerak rotasi Bumi.
Arah gerak harian seluruh benda langit tegak lurus terhadap sumbu rotasi Bumi. Arah ini berbeda dengan arah utara-selatan sumbu magnet Bumi seperti yang ditunjukkan oleh kompas. Perbedaan arah ini terjadi akibat sumbu rotasi Bumi tidak berimpit dengan sumbu magnet Bumi, melainkan membentuk sudut inklinasi di pusat Bumi sekitar 11,50. Keadaan ini lebih jauh menyebabkan kutub magnet Bumi tidak berhimpit dengan kutub rotasi, bahkan keduanya terpisahkan sekitar 960 km. Kutub utara magnet Bumi terletak di bagian utara Kanada pada lintang 750 LU, sedangkan kutub selatan magnet Bumi berada di selatan Australia pada lintang 680 LS.

Written by Widya Sawitar
Category:

Bumi dan Jagad Semesta
Sekilas Tinjauan Sejarah Yunani Kuno

Bagian Pertama
oleh
Widya Sawitar

 

How the gods and earth arose at first
And rivers and the boundless swollen sea
And shining stars, and the broad heaven above
(https://www.ancient.eu/Theogony/)

 

Tahap mitos di Yunani memudar menjelang era Masehi. Gagasan fisika-matematis mulai mencuat. Dasar geometri sebagai peranti penjelas gerak benda langit semakin mapan. Tidak lagi bertumpu pada mitos leluhurnya. Namun, paham geosentris masih dominan di mana Bumi dianggap pusat jagad semesta.

 

Written by Nadya Hidayatie & Widya Sawitar
Category:

VIRGO SANG DEWI

Nadya Hidayatie dan Widya Sawitar

In Ogygian ages and among the Orientals,
she was represented as a sun-burnt damsel,
with an ear of corn in her hand, like a gleaner in the fields;
(https://penelope.uchicago.edu)

Gambar 1
Nama Genitif : Virginis (disingkat Vir)
Sumber Awal : Ptolemy dalam karyanya the Almagest
Nama Yunani : Parthenos
(https://www.ianridpath.com/startales/virgo.html)

Virgo merupakan rasi bintang dengan luasan di kubah langit kedua setelah Hydra
(dapat lihat Aquarius Bagian 1) .
Masyarakat Yunani menyebutnya Parthenos (penamaan oleh Ptolemy dalam Almagest;
dapat simak Rasi Bintang dalam Denyut Budaya Bagian 1).
Rasi bintang ini diidentifikasi sebagai Dewi Dike, yang dianggap sebagai dewi keadilan.
Putri dari pasangan Zeus dan Themis.
Dikenal juga sebagai Astraeia, putri dari Astraeus sang Father of the Stars dan Eos (Dewi Fajar).
Virgo digambarkan memakai sayap yang mengingatkan pada gambaran klasik malaikat, memegang tangkai gandum di tangan kirinya (lokasi bintang Spica).